Monday, 2 December 2013

Ibu

"Presiden SBY dan Ibu Ani membesarkan anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang. Meskipun dalam kondisi keuangan pas-pasan, Pak SBY dan Ibu Ani selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Pada saat Pak SBY menjabat sebagai Komandan Batalyon, saat itu ia mendapat jatah makanan tambahan berupa satu cangkir bubur kacang hijau dari kantor. Pak SBY tidak menyantapnya di kantor, melainkan disimpan untuk dibawa pulang. Sampai di rumah, diberikan kepada Ibu Ani untuk diolah kembali dengan menambahakan santan, gula merah dan pandan agar jumlah bubur kacang hijau semakin banyak dan bisa disantap bersama keluarga."

dan juga banyak orang tua yang lain melakukan hal yang serupa, termasuk ibu saya yang suka bawa pulang makanan arisan bahkan kondangan. cuma untuk anaknya dirumah.

waktu kecil saya menyaksikan hal yang paling aneh yang dilakukan ibu saya. Ibu saya menyedot pileknya adik saya. tapi terus kayanya dilepeh. brrr..merinding, geli.

Tapi saya menyadari, Itulah Ibu. hal yang paling menjijikan sekalipun akan dilakukan untuk anaknya. Dan saya juga menyadari, itulah Cinta. sesungguhnya cinta.

Bagi saya, itulah hari ibu, dan setiap hari adalah hari Ibu. Karna setiap hari seorang Ibu pasti mengerjakan sesuatu untuk anaknya, minimal mendoakan anaknya.

Semoga Allah memampukan kita untuk berterima kasih kepada Ibu kita, walaupun tak akan terbayar oleh apapun juga. Minimal mendoakan, mengunjungi, memberi hadiah sederhana, atau menanyakan kabarnya dikala jauh.

Saya, Ibu, dan suami @ wonogiri, 141113


Oya, Ibu saya namanya Umi Barokah, dan suami saya Rohmad Suryadi. Waktu saya mau menikah ataupun setelah menikah banyak kerabat yang mendoakan semoga pernikahannya penuh Rahmat dan Barokah..aamiin.  Kemudian saya langsung inget ini kan 2 orang paling berarti dalam hidup saya :) hegheg

Dan saya bertekad untuk memastikan kalau suami saya harus terus berbakti pada orang tuanya, terutama Ibu-nya. Karena bagaimanapun anak laki-laki akan menjadi milik Ibunya selamanya.. Bukankah ia seperti sekarang Ini karena hasil sentuhan Ibunya sjak dalam kandungan? Bukankah besok pun kita akan menjadi seorang ibu dari seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi suami seseorang? Bahkan seorang suami harus mendahulukan Ibunya baru kemudian Istrinya..

dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Siapakah wanita paling besar haknya atas wanita?" Beliau menjawab: "Suaminya."
Aku bertanya lagi, "Lalu siapa manusia yang paling besar haknya atas laki-laki?" Beliau menjawab, "ibunya." (HR. al-Hakim, namun hadits ini didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dhaif al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1212, beliau mengingkari penghasanan hadits tersebut oleh al-Mundziri)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2012/10/02/20962/taat-kepada-suami-harus-didahulukan-daripada-orang-tua/#sthash.8noV0OuK.dpuf
dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Siapakah manusia yang paling besar haknya atas wanita?" Beliau menjawab: "Suaminya."
Aku bertanya lagi, "Lalu siapa manusia yang paling besar haknya atas laki-laki?" Beliau menjawab, "ibunya." (HR. al-Hakim)


dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Siapakah wanita paling besar haknya atas wanita?" Beliau menjawab: "Suaminya."
Aku bertanya lagi, "Lalu siapa manusia yang paling besar haknya atas laki-laki?" Beliau menjawab, "ibunya." (HR. al-Hakim, namun hadits ini didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dhaif al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1212, beliau mengingkari penghasanan hadits tersebut oleh al-Mundziri)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2012/10/02/20962/taat-kepada-suami-harus-didahulukan-daripada-orang-tua/#sthash.8noV0OuK.dpuf
dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Siapakah wanita paling besar haknya atas wanita?" Beliau menjawab: "Suaminya."
Aku bertanya lagi, "Lalu siapa manusia yang paling besar haknya atas laki-laki?" Beliau menjawab, "ibunya." (HR. al-Hakim, namun hadits ini didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dhaif al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1212, beliau mengingkari penghasanan hadits tersebut oleh al-Mundziri)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2012/10/02/20962/taat-kepada-suami-harus-didahulukan-daripada-orang-tua/#sthash.8noV0OuK.dpuf
"Suami yang mencintai Ibunya baru kemudian mencintai Istrinya adalah suami yang kecintaannya pada Tuhannya amatlah besar. Bukankah ketika seseorang itu mencintai Tuhannya, maka ia akan menjadi seseorang yang akan berusaha menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Tidak ada alasan untuk khawatir menjadi Istri yang tidak dicintai dari seorang suami yang sholeh bukan? Itu suami idaman menurut saya :,)"

Maka supportlah suami anda untuk berbakti pada orang tuanya, minimal mengingatkannya untuk mengunjungi Ibunya. Dan semoga, keridhoan seorang Ibu terhadap kehidupannya anaknya menjadi barokah untuk keluarga anda juga. Karena banyak cerita seorang anak yang sukses karena kedekatannya dengan Ibunya :)

Waktu itu saya pernah dinasihati oleh kerabat saya kalau menikah adalah salah satu kunci rizki. Maka menikahlah maka kuncinya akan terbuka. dan Kunci yang lain adalah doa orang tua. Maka, dukunglah suami anda berbakti pada orang tuanya, maka ridho orang tuanya terutama ibu nya akan memudahkan langkah kaki suami anda membuka pintu rizki itu. Rizki itu gak sekedar materi loh ya, punya anak sehat yang nurut-nurut, kita nya juga sehat, bisa beraktivitas dan bermanfaat untuk banyak orang, terus keluarga harmonis sakinah ma waddah wa rohmah juga termasuk rizki kan? dan itu adalah rizki yang teramat sangat besar. Insyaallah :)

Ohiya, mensuport suami untuk mengunjungi orang tuanya mungkin tidak sebatas pada "menyuruh" atau "menyarankan". Tapi juga memasukan anggaran mengunjungi orang tua ke dalam anggaran keuangan keluarga. Kalau belum punya anak mungkin masih terasa ringan, tapi kalau sudah punya anak dan kebutuhan semakin banyak mungkin agak berat. Apalagi kalau jaraknya antar pulau atau anat negara. Need more cost kan? Saya belum mengalaminya sih, tapi saya mengamati lingkungan sekitar. Doakan ya, semoga Allah memampukan saya dan suami untuk bisa berbakti pada orang tua kami baik dalam keadaan lapang ataupun sempit, Aamiin.

Saturday, 30 November 2013

piknik

"Pikinik itu tidak harus di lokasi yang nyaman, jauh, atau dengan bekal makanan yang mahal atau enak, Karena yang terpenting adalah kebersamaannya. Dan itu lebih mahal dari apapun juga, tak terbayarkan"
 
24112013, @taman kota manahan, solo. cuma 15 menit dari rumah :)
sama Ibu, adik, keponakan, and suami ofcourse 


25112013, @alun2 solo, 30 menit dari rumah :D

cukup beli jagung rebus dan bakso bakar..

Produktif

Parameter seseorang dikatakan produktif adalah:
  1. waktunya digunakan untuk hal-hal yang positif
  2. Menghasilkan suatu karya
  3. bermanfaat untuk orang lain
  4. Menghasilkan, baik dalam bentuk ekonomis ataupun apresiasi
  5. dilakukan dengan bahagia
 faktor apa saja yang menyebabkan sesorang tidak produktif:
  1. Tidak berniat produktif
  2. Kurang kreatif karena kurang ilmu dan jaringan
  3.  Lingkungan yang mendukung untuk bermalas-malasan
  4. Bisa jadi karena sedang sakit baik fisik ataupun psikis
Semakin banyak status yang disandang seseorang, maka akan semakin banyak produktifitas yang dihasilkan.
Misalnya, saat seseorang menjadi anak dan mahasiswa. Maka tingkat produktifitas nya adalah dia harus menunjukkan baktinya pada orang tua, misalnya berprestasi atau bahkan rajin mencuci piring tanpa disuruh. Jadi, jika seseorang bertambha status nya menjadi anak, mahasiswa, istri, ibu, maka bisa dilist, apa saja hal yag harus ia lakukan sebagai bentuk produktifitasnya baik didalam rumah ataupun dimasyarakat.

Jika kegiatan 'produksi' tidak terbiasa dilakukan sejak lajang, maka saat ia telah menikah kemungkinan ia bisa shock culture, gagap, bingung, and don't know what can she do? efeknya, hari-harinya membosankan atau kemungkinan hanya akan melakukan hal-hal yang kurang produktif.


Nb: Bukan berarti menonton film korea tidak produktif. Jika dengan menonton film korea dia mendapat banyak inspirasi tentang benda kreasi khas korea, kemudian mempelajarinya, membuatnya, dan menjualnya, bahkan menuliskan apa yang dia dapat dan bida dilakukan sehingga banyak orang lain bisa belajar, maka itu bisa dikatakan produktif bukan?

Thursday, 28 November 2013

Lajang anti galau??*

Judul diatas adalah tema materi sekolah Pra nikah KPPA Benih untuk sesi ke -4 bulan pertama. Dan tema itu mendaulat saya menjadi pembicaranya insyaalah, besok minggu, 1 desmber 2013. Wattss?? manten baru jadi pembicara SPN? oke, ini tantangan atau mungkin lebih tepatnya pembuktian hasil kontemplasi waktu lajang sering galau atau suka galau. hehe, ((sama aja :D. ))
Jadi, paket sekolah pra nikah KPPA Benih adalah 3 bulan dimana bulan pertama adalah 'Rethinking ur marriage', bulan ke dua 'how to be good wife', dan bulan ke tiga 'how to be good mom'. Tapi, Sekolah praikah ini tidak menjamin pesertanya akan jadi the perfect wife and mom. Ini cuma bagian dari usaha-effort-ikhtiar, karena yang namanya jadi istri dan jadi ibu adalah kuliah seumur hidup. Mata kuliahnya adalah semua yang terjadi sehari-hari. Banyak Banget. Bahkan kalau jadi judul penelitian bisa jadi berbendel-bendel. Parameter keberhasilan jangka pendeknya adalah apakah hari itu berhasil bersabar dan bersyukur. dan parameter jangka panjangnya? Surga.. Nilainya, wallahualam, transkripnya nanti baru bisa dilihat di akhirat, setelah di wisuda jadi almarhumah.. Semoga kita semua khusnul khotimah dan meninggalkan generasi-generasi yang khusnul khotimah juga yaa..aamiinn.
Oke, kelihatannya menyenangkan ya beraktifitas jadi istri dan Ibu? Hari-hari dipenuhi canda tawa anak-anak yang lucu dan suami yang menyayangi sepenuh hati  dan suka ngasih kejutan mawar dipagi hari lengkap dengan kecupannya yang hangat. makanya, wajar kan kalau yang belum menikah (lajang) jadi galau gara-gara belum nikah2? Oke sepakat. itu wajar. fitrah. Tapi kalau yang dibayangkan jadi istri dan ibu seperti yang diatas itu namanya nonton sinetron itupun kalau tidak ada peran mertua yang jahat dan suka ngasih racun ke minuman menantunya yang lagi hamil biar menantunya keguguran, gak bisa ngasih keturunan terus anaknya ada alasan nikah lagi sama perempuan pilihan ibunya yang lebih cantik dan lebih kaya. Sinetron banget kan.. :D

Kembali ke dunia nyata...
Berarti, Galau itu boleh ya? kalau menurut saya iya. Boleh banget. Malah, saya kurang begitu sepakat kalau jadi anti galau. terlalu berat, karena itu melawan fitrah. Sama halnya dengan  kalau haus anti minum. bahaya.. atau kaya iklan provider yang jinggle nya anti lelet. Kenyataannya bisa lelet juga kan apalagi kalau hujan :D jadi bohong ya iklannya? makanya jangan bohong pun dalam hal galau. Kalau memang galau, akui saja kalau sedang galau. Karena solusi di awal itu adalah saat kita menyadari kalau kita sedang bermasalah(galau), kemudian tau apa sih masalahnya, dan setelah itu otomatis akan mudah cari solusinya?. Insyaallah galaunya tidak akan berkepanjangan, Malah bisa jadi tambah pinter dan tambah Sholehah. :)

Pertama, galau itu fitrah. wajar. normal. karena kita manusia, bukan malaikat. Galau itu gelisah, sedih, marah, sebel, bahkan bingung apa yang sebenarnya terjadi. dan itu semua bagian dari rasa, perasaan, sama halnya dengan senang, bahagia. Saya bukan ahli siroh, tapi yang saya ingat Rasulluloh pernah sedih saat mengingat akan jumlah umatnya kelak yang seperti buih dilautan, atau Umar RA juga pernah sedih waktu ingat pernah membunuh anak perempuannya. Well, galau mereka elit, substansif. tapi level apapun galau itu intinya sama. galau itu wajar dan normal.

Kedua, galau itu jadi wajar kalau pas galau itu baik-baik aja bahkan setelah galau jadi sehat dan bahagia. dan jadi ga wajar kalau gara-gara galau bisa sampai bikin heboh satu rumah atau satu RT gara-gara harus telepon ambulance untuk dibawa ke IGD entah itu IGD RSUD gara-gara muntah-muntah parah karena asam lambung yang meningkat drastisss atau IGD RSJ gara-gara bikin ulah ngisengin orang sekampung tanpa alasan yang jelas. (jangan sampai ya..)

Ketiga, Jadi jelas ya, kenapa boleh galau? asal untuk kontemplasi, evaluasi, muhasabah, biar bisa lebih baik. Dan pastinya tidak berkepanjangan.

And then, kalau lajang galau? saya pernah, sering mungkin. banyak faktor dan alasan. kadang karena teman-teman seangkatan sudah menikah dan punya anak, atau karena ada ikhwan yang terdeteksi PHP :D, atau karena ikhwan yang kita idam-idamkan selama ini menikah dengan teman sendiri :'( , atau karena teman2 sudah pada lulus, bekerja, berprestasi, dan saya masih sibuk ini itu. tapi saya bersyukur..bersabar karenanya, dan berikhtiar lebih karena pacuannya.
  1.  Jujur dan akuilah jika kamu sedang galau. cari penyebabnya, bisa karena PMS, kecapekan, laper, atau mungkin cuma haus. Atau bisa juga karena faktor psikis entah internal atau eksternal.kalau sudah tahu penyebabnya, langsung cari solusinya. jangan lama-lama apalagi sampai terlarut-larut. Move on, guys :)
  2. Kita tau apa yang terbaik untuk kita sendiri. Tulislah apa yag dirasakan entah menulis dengan gaya apa adanya atau tersirat. entah hanya menulis masalahnya atau menambahkannya dengan catatan hikmah. entah disimpan dalam folder pribadi atau diupload di sosial media. You are what you do :) dan ini soal image > penting.
  3.  atau ceritakanlah pada orang yang dipercaya, bukan ke semua orang. yang ada orang jadi ga simpati gara-gara aneh melihat kelakuan kita yang suka mengeluh kesana-kemari. Carilah orang yang memang sudah memahami kita atau mungkin dia bisa memberikan solusi. (bagi kebanyakan perempuan, bercerita adalah 1/2 langkah dari penyelesaian masalah)
  4. galau itu biasanya karena banyak waktu luang, soalnya kalau banyak agenda jadi ga sempet galau, sudah kecapekan..hehe maka, kalau luang, cari aktivitas atau hobby yang menyenangkan dan sangat ingin kamu lakukan. Merajut, memasak, menjahit, menulis, melukis, jalan-jalan atau beres-beres rumah. berilah kepada kerabat apa yang kita kerjakan, karena saat kita semangat memberi ke orang lain, saat itulah energi negatif beralih menjadi energi positif. Karena hukum energi tidak dapat dimusnahkan. dia hanya berubah bentuk. sama halnya seperti waktu. jika tidak digunakan untuk hal yang positif maka akan terpakai untuk hal yang negatif. Kalau perlu murojaah, terus direkam, terus rekamannya diberikan kepada teman untuk latihan murojaah.. subhanallah.. yang pastilah lakukanlah yang bermanfaat dan berikanlah ke orang lain.
  5. Ikut KPPA Benih, hehe.. rajin dateng ke SIMAK biar dapet ilmu parenting. bekal buat pasca nikah, jadi setelah nikah ga sempet galau gara-gara uda nabung ilmu. Atau ikut komunitas-komunitas bakat yang lain karena disana biasanya ada sharing ilmu dan karya, bahkan akan saling mengapresiasi. Dunia ini tidak sesempit yang dibayangkan :D
  6. Selamat bergalau. manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk menggalau mumpung masih lajang. Tapi galaunya yang produktif, biar terlatih dan teruji untuk mengubah galau menjadi karya manfaat. Karena, Setelah menikah banyak faktor yang lebih bikin galau. Jadi kalau tidak terbiasa mengendalikan si galau sejak dini nanti bisa jadi istri yang tidak oke dan jadi ibu yang tidak menyenangkan karena suami dan anak-anaknya jadi repot dan malu punya istri /ibu yang hobinya hening bahkan heboh gara-gara galau yang berkepanjangan.
  7. dan terakhir yang terpenting, berdoalah dan bertawakkallah. semoga kegalauanmu menambah keimanan mu pada-nya. dan itu adalah galau yang barokah. bersyukurlah. :) 
 Tambahan khusus untuk yang menggalau karena jodoh:
"do the best what you can do now, karena percayalah apa yang kamu lakukan sekarang, sesungguhnya juga sedang ia lakukan sekarang. entah siapapun ia, entah dimanapun ia. Jadi berfokuslah pada apa yang kamu lakukan bukan pada-siapanya. karena ia yang milikmu adalah ia yang akan datang saat kamu sedang berada dikondisi yang terbaik. "


*ditulis untuk disampaikan dalam Sekolah Pranikah KPPA Benih, Insyaallah Minggu 1 desember 2013
* Nunik Nurhayati, Sekretaris KPPA Benih

Sunday, 20 October 2013

Kita ^^

jogjakarta,17-10-2013.
"Jadi kita tau kan bahwa cinta kita bukan sekedar cerita indah kehidupan...
Tetapi ia adalah cerita tentang perjuangan, pengorbanan dan kepercayaan... (Rohmad S, 10:2013)"

 .
 .
Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar.. Finally, memulai menjadi Istrinya sejak 11 Oktober 2013 :) Oya, kenalkan, suami saya, Rohmad Suryadi. Lahir Tahun 1985, Tanggal 3 Desember.. Tahun ini insyaallah 28 Tahun dan saya sering mengingatkannya tentang usianya yang tidak lagi muda. hehe.. Latar belakang keilmuannya sosiologi, tepatnya sosiologi komunikasi dan sosiologi agama, itupun kalau saya tidak salah ingat :D. sedang saya konsentrasi di hukum tata negara dan kebijakan publik dengan konsentrasi pada isu perundang-undangan/legislasi. Jadi inget, di UGM ada jalan sosio yustisia, mungkin itulah kita ya #eh
UGM, 1-11-13
Saya dan suami saya sama2 dibesarkan dari keluarga besar, saya anak ke 5 dari 6 bersaudara, dan ia anak ke-7 dari 8 bersaudara. Please imagine, how we can visit out sister-brother? oke, nevermind, tapi cukuplah dijalankan dan diikmati segala rasa dari setiap silaturahim ke saudara-saudara. Insyaallah memperpanjang umur dan melancarkan rizki..aamiinn.. saya jadi inget kata seseorang dulu kalau menikah itu adalah salah satu kunci membuka pintu rizki. Maka menihkahlah, Insyaallah kuncinya akan terbuka.. dan setelah saya fikir2, mungkin karena agenda sebelum dan setelah menikah silaturahim kali ya,.hehe -->;analisis singkat :D maaf ya kalau salah..

Well, saya belum mengenalnya lebih jauh, yang pasti he really dont like spicy. gak seru ya, padahal sensasi pedas itu seperti makan diatas awan. haha, but it's oke, mulai hari ini semua resep dimodif limited chili.. dan ternyata betul, kemarin masak sambal goreng kentang hampir 1/2 kg tapi cabe merahnya cuma 3 itupun yang kecil2 :) alhamdullilah habis, karena ga ada pilihan menu yang lain..hehe

saya dan suami saya, memiliki karakter yang sepertinya sangat berbeda, kebiasaan yang juga berbeda, dan banyak hal lain yang beda. Karena beda itulah kita disatukan, untuk melengkapi. seperti malam dan siang, dihitungnya 1 hari padahal dari 2 kondisi yang berbeda. Tapi mereka saling memahami peran dan fungsinya masing2. Dan semoga seperti itulah kita. eaaa.. :D Yang terpenting, perbedaan yang ada kita satukan dengan kesamaan visi kita untuk membentuk keluarga dakwah yang sakinah, mawaddah, warohmah, dan istiqomah. mendidik anak-anak menjadi generasi masa depan qur'ani yang menapakkan islam rahmatan lil alamin di muka bumi. Insyaallah.. 

“Dua jiwa hanya mungkin bertemu dan menyatu kalau hajat mereka sama. Hikmah itulah yang disampaikan Rasulullah saw, “jiwa-jiwa itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang paling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah” (Anis Matta)

dan mulai hari ini, suami saya resmi menjadi admin blog ini juga..semoga sempet ya nulis2... dan apapun yang terjadi, bagaimanapun kondisinya kita harus terus bersatu, bersama..selamanya, insyaallah :,)

Terima kasih suamiku sayang, untuk segala cinta dan cita.
love u more, always, forever, ever.
Nunik.

Sunday, 29 September 2013

Mohon Do'a..

Mohon Doa dari semua.. Jazakumullah Khoiron Katsir..

Saturday, 28 September 2013

Sakinah, Mawaddah, Warohmah


        Setiap kali kita berbicara tentang keluarga bahagia, selalu mengkaitkan dengan istilah sakinah, mawadah, wa rahmah. Tiga kata yang acap diringkas dengan sebutan Keluarga SAMARA. Sebenarnya apa makna sakinah, mawadah dan rahmah? Bagaimana pula ciri keluarga yang dikatakan sakinah?    

        Sebagaimana diketahui, kata sakinah, mawadah dan rahmah itu diambil dari firman Tuhan: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawadah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum : 21).

Makna Sakinah

        Kata sakinah berasal dari bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, kata sakinah mengandung makna tenang, tenteram, damai, terhormat, aman, nyaman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, dan memperoleh pembelaan. Dengan demikian keluarga sakinah berarti keluarga yang semua anggotanya merasakan ketenangan, kedamaian, keamanan, ketenteraman, perlindungan, kebahagiaan, keberkahan, dan penghargaan.

        Kata sakinah juga sudah diserap menjadi bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sakinah bermakna kedamaian; ketenteraman; ketenangan; kebahagiaan.

Makna Mawaddah

         Kata mawaddah juga berasal dari bahasa Arab. Mawaddah adalah jenis cinta membara, perasaan cinta dan kasih sayang yang menggebu kepada pasangan jenisnya. Mawaddah adalah perasaan cinta yang muncul dengan dorongan nafsu kepada pasangan jenisnya, atau muncul karena adanya sebab-sebab yang bercorak fisik. Seperti cinta yang muncul karena kecantikan, ketampanan, kemolekan dan kemulusan fisik, tubuh yang seksi; atau muncul karena harta benda, kedudukan, pangkat, dan lain sebagainya.

         Biasanya mawaddah muncul pada pasangan muda atau pasangan yang baru menikah, dimana corak fisik masih sangat kuat. Alasan-alasan fisik masih sangat dominan pada pasangan yang baru menikah. Kontak fisik juga sangat kuat mewarnai pasangan muda.

         Misalnya ketika seorang lelaki ditanya, “Mengapa anda menikah dengan perempuan itu, bukan dengan yang lainnya?” Jika jawabannya adalah, “Karena ia cantik, seksi, kulitnya bersih”, dan lain sebagainya yang bercorak sebab fisik, itulah mawaddah. Demikian pula ketika seorang perempuan ditanya, “Mengapa anda menikah dengan lelaki itu, bukan dengan yang lainnya ?” Jika jawabannya adalah, “Karena ia tampan, macho, kaya”, dan lain sebagainya yang bercorak sebab fisik, itulah yang disebut mawaddah.

          Kata mawaddah juga sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, menjadi mawadah (dengan satu huruf d). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mawadah bermakna kasih sayang. 

Makna Rahmah

          Rahmah berasal dari bahasa Arab. yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, juga rejeki. Rahmah merupakan jenis cinta dan kasih sayang yang lembut, terpancar dari kedalaman hati yang tulus, siap berkorban, siap melindungi yang dicintai, tanpa pamrih “sebab”. Bisa dikatakan rahmah adalah perasaan cinta dan kasih sayang yang sudah berada di luar batas-batas sebab yang bercorak fisik.

          Biasanya rahmah muncul pada pasangan yang sudah lama berkeluarga, dimana tautan hati dan perasaan sudah sangat kuat, saling membutuhkan, saling memberi, saling menerima, saling memahami. Corak fisik sudah tidak dominan.

          Misalnya seorang kakek yang berusia 80 tahun hidup rukun, tenang dan harmonis dengan isterinya yang berusia 75 tahun. Ketika ditanya, “Mengapa kakek masih mencintai nenek pada umur setua ini?” Tidak mungkin dijawab dengan, “Karena nenekmu cantik, seksi, genit”, dan seterusnya, karena si nenek sudah ompong dan kulitnya berkeriput. Demikian pula ketika nenek ditanya, “Mengapa nenek masih mencintai kakek pada umur setua ini?” Tidak akan dijawab dengan, “Karena kakekmu cakep, jantan, macho, perkasa”, dan lain sebagainya; karena si kakek sudah udzur dan sering sakit-sakitan. Rasa cinta dan kasih sayang antara kakek dan nenek itu bahkan sudah berada di luar batas-batas sebab. Mereka tidak bisa menjelaskan lagi “mengapa dan sebab apa” masih saling mencintai.

           Kata rahmah diserap dalam bahasa Indonesia menjadi rahmat (dengan huruf t). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rahmah atau rahmat bermakna belas kasih; kerahiman; karunia (Allah); dan berkah (Allah).

Ciri Keluarga Sakinah

           Saya sering membuat ciri yang sederhana, kapan keluarga anda disebut keluarga sakinah. Misalnya seorang suami bekerja di luar rumah, dan pulang ke rumah setiap sore jam 17.00. Jika suami ini merasa tenang, damai, nyaman, tenteram saat semakin dekat ke rumah, maka ia memiliki perasaan sakinah. Namun jika setiap kali mau pulang, semakin dekat ke rumah hatinya semakin gelisah, tidak nyaman, enggan pulang karena tidak tenang, maka sangat dipertanyakan dimana rasa sakinahnya.

           Demikian pula saat isteri di rumah, ia mengetahui bahwa setiap jam 17.00 suaminya pulang ke rumah. Jika semakin dekat dengan jam kepulangan suami, hatinya semakin bahagia, tenang dan tenteram, maka ia memiliki perasaan sakinah. Namun jika semakin dekat dengan jam kepulangan suami hatinya berdegup kencang, tidak tenang, takut dan gelisah, maka sangat dipertanyakan dimana sakinahnya. Apalagi jika si isteri berdoa “Semoga suamiku tidak jadi pulang, semoga suamiku dapat tugas lembur lagi sampai bulan depan”; atau bahkan “Semoga suamiku kecelakaan dan meninggal dunia”, maka sakinah sudah tidak ada lagi.

           Keluarga sakinah memiliki suasana yang damai, tenang, tenteram, aman, nyaman, sejuk, penuh cinta, kasih dan sayang. Keluarga yang saling menerima, saling memberi, saling memahami, saling membutuhkan. Keluarga yang saling menasihati, saling menjaga, saling melindungi, saling berbaik sangka. Keluarga yang saling memaafkan, saling mengalah, saling menguatkan dalam kebaikan, saling mencintai, saling merindukan, saling mengasihi. Keluarga yang diliputi oleh suasana jiwa penuh kesyukuran, terjauhkan dari penyelewengan dan kerusakan.

           Semoga kita semua mendapatkan dan memiliki keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah. God bless us. 

Oleh : Cahyadi Takariawan 

(http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/03/keluarga-sakinah-mawaddah-wa-rahmah-415568.html)

"Tembang Cinta Senjakala"

di batas senja surya berada...
dalam penantian panjang penuh asa
senja memberi makna
hadirnya surya adalah anugerah Sang Maha
sabar dan iman menyatu atas cintaNya

Sang surya menemui senja dalam cita dan cinta
bukan sesaat mengantarkan pesona senja
bukan sekedar untuk kesenangan semu dan fana
tidak juga untuk pesta pora sementara

di batas senja surya berada...
ia membuka tabir ilahi
senja memberi arti
ada anugerah keberkahan yang abadi
naluri kebahagiaan yang kekal untuk mengabdi

Sang surya menemui senja dalam cita dan cinta
sebagai tanda pintu peradaban baru saja dibuka
sebagai tanda untuk menebar kasih sayang sesama
demi keridhoan ilahi esok hari dan selamanya

23-9-13
23:23

Wednesday, 25 September 2013

bismillah..

Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, kepada-Mu seluruh hati - hati tertunduk khusyu’..

Ya Allah Engkaulah yang Maha Mencintai yang menganugerahkan kemuliaan cinta atas keridhoanMu dan indahnya kasih sayang yang bermuara pada jannah-Mu. 

Maha Suci Engkau Ya Allah…., Pemberi keberkahan, Engkau berkahi hidup kami untuk bertemu kekasih hati untuk menggenapkan setengah agama kami demi mengharap ridhoMu 

Ya Allah ya Rahman ya Rahiim... karuniakanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami bagian atas orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepadaMu.. 

Ya Allah, di hariMu yang mulia kami berkumpul dalam satu ikatan suci membentuk keluarga, persaudaraan yang indah dengan kebahagiaan yang sempurna.. 

Ya Allah berilah kami kekuatan untuk menapaki rumah tangga penuh keberkahanMu, saling memberikan nasihat kebenaran dan kesabaran, saling mencintai dalam ketaatan dan keteguhan iman. Saling menjaga keharmonisan dan kehormatan baik dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Maka eratkanlah pertalian cintanya ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, penuhilah keluarga kami dengan cahaya imanMu yang tak pernah redup, hiasilah keluarga kami dengan keindahan tawakkal kepadaMu. Hidupkanlah dengan ma’rifat kepadaMu dan matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalanMu... 

Ya Allah, perkenankan doa kami dan ridhoilah pernikahan kami..

Rohmad Suryadi-Nunik Nurhayati
Solo, 11 Oktober 2013

Friday mubarok

Hari Jum'at merupakan hari yang agung di antara hari-hari lainnya. Di dalamnya banyak berkah dan karunia. Selayaknya hamba muslim giat dan sungguh-sungguh memanfaatkan hari tersebut. Apabila selesai shalat Jum'at maka bertebaranlah di muka bumi mencari karunia Allah dengan menjalin silaturahim, menjenguk orang sakit, dan banyak mengingat Allah sebagaimana firman-Nya,
"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jum'ah: 10)

Pada hari itu, Allah mewajibkan shalat Jum'at dan khutbahnya. Memerintahkan kepada mereka agar bersama-sama mendatanginya untuk menyatukan hati dan membina persatuan mereka. Fungsi lainnya, kegiatan Jum'atan menjadi media taklim (pengajaran) untuk orang jahil di antara mereka, dan untuk memberikan peringatan bagi yang lalai. Juga sebagai media meluruskan orang yang menyimpang. Oleh sebab itu, Allah mengharamkan semua kesibukan dengan urusan dunia dan setiap aktifitas yang memalingkan dari menghadiri Shalat Jum'at saat sudah dikumandang panggilan Shalat.

Allah telah menyediakan janji istimewa bagi hamba-Nya yang memuliakan hari tersebut dengan pahala yang besar ampunan dosa selama satu pekan. Yakni apabila ibadah Jum'at yang dikerjakan hamba tersebut baik dan menghiasinya dengan syarat-syarat kesempurnaanya.

Diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585)

Diriwayatkan dari Salman Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyaknya atau mengoleskan minyak wangi yang di rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan khutbah dengan seksama ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan Jum’at berikutnya." (HR. Bukhari dalam Shahih-nya, no. 859)

Pada hari Jum'at terdapat satu waktu yang mubarakah (diberkahi) yang ditunjukkan oleh hadits shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah membicarakan tentang hari Jum'at lalu beliau bersabda,
"Sesungguhnya pada hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, -yang kami pahami- untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat)." (Muttafaq 'Alaih)

Maka hendaknya kita menyibukkan diri dengan berbagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah, berbekal diri dengan takwa, amalan-amalan sunnah, zikir, doa, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dari Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:
"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Karenanya perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karenasesungguhnya shalawat kalian akan disampaikan kepadaku. Aus berkata: para shahabat berkata: "Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih)

Hendaknya pada hari itu, kaum muslimin mengosongkan hati dari memikirkan kesibukan duniawi, lalu menyibukkan diri dengan taubat dan istighfar, zikir, bertasbih dan membaca Al-Qur'an. Khususnya membaca surat al-Kahfi, seperti yang ditunjukkan hadits dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Siapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'Atiq." (HR. Al-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736 dan Shahih al-Jami’, no. 6471)

Masih dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu,
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang anjuran membaca surat Al-Kahfi Shahih al-Jami’, no. 6470)

Sunday, 15 September 2013

kangen Tumblr :'(


oya, tadi sekilas liat film Ramona and beezuss yang ditayangin di TV nasional, dan pas lagi scene om nya ramona tiba2 nemu kaset nya Eternal Flame..

jadi inget waktu SMA.. :)  ~Sun shines through the rain~

ada yang tau pasword tumblr saya :( ?

Wednesday, 28 August 2013

Rahmat dan Cahaya

Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (Q.S Al-Hadid:28) 

Monday, 26 August 2013

Untuk senja

dari sang surya

Senjaku datang tak selalu membawa ceria gembira 
Ada kalanya ketakutan dan luka hampiri lemahnya 
Ketakutan tentang kelam awan yang gelayuti pundaknya 
Keraguan akan terang yang menggoda hatinya


Senjaku kadang datang dengan keluh kesah jiwanya 
Mendung gerimis hiasi pandangnya 
Hanya ada satu harap yang kuatkan keteguhannya 
Hanya satu dan hanya ada satu... 
Karena ada iman di balik pesonanya.. 
”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamulah yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. 3:139)

kelip pelangi

"aku tidak bisa mencintaimu dengan sederhana. Aku mencintaimu dengan semua kerumitan itu, pelik yang berkelip pelangi dari tiap rongga..." (HTR)

Monday, 19 August 2013

puisi untuk senja

dari sang surya

Padi sedang berbicara padaku tentang senja yang menawan
Tentang cinta & cita yang menyatu dalam asa
Tentang hati yg berlabuh setelah penantian panjang
Tentang keikhlasan seorang pejuang yg setia
Tentang dua jiwa yg tak kan terpisahkan
Padi mengingatkanku bahwa senja ini adlh peraduan
Utk saling memberi, menguatkan, meneguhkan pijakan
Menjalani skenario dr Maha segala Maha
Padi memaksaku utk katakan "Senjaku, ijinkan aku utk temanimu selalu dlm setia"


consistent itu ga mudah

akhirnya blogging lagi dan akhirnya pula niat untuk buat serial ramadhan sampai 30 tidak terpenuhi :'( consistent itu memang ga mudah.. bener juga kata guru ngaji saya waktu SMA dulu, Istiqomah memang berat tapi indah. Adik saya juga bilang "makanya nik, lagian blogging sih kan panjang-panjang jadi berat kalo mau konsisten setiap hari nulis" iya, betul. Pantesan aja dia lebih memilih upload foto di facebooknya tiap hari ttg ramadhan dan dia berhasil sampai 3o hari tanpa terlewat 1 hari pun. Itu mungkin ya kenapa Rasulullah menyampaiakan bahwa amalan yang paling baik adalah amalan yang berkelanjutan walaupun sedikit.

Oke, kalo gitu postingan ini sedikit aja :D hehe

~tetap menulis :)

Tuesday, 30 July 2013

Mencatat

serial ramadhan 12

sebenernya ini sudah ramadhan hari ke 20..hehehe.. tapi baru mau posting beberapa serial ramadhan yang sudah saya tulis di draft tapi belum di post :) Menunda memang menjadi suatu candu yang kalau tidak 'dipotong' ia akan terus terulang. dan itu memang tugasnya para setan2 di dunia..ngeri ya :( 

Oke, karena dari awal sudah komit untuk consistent until the end..so, serial ramdhan ini juga harus consistent :) dan tema tentang mencatat ini sudah saya fikirkan sejak lama, mungkin lebih tepatnya saya cita-citakan sejak lama. hehe.. sejak SMP saya sudah punya rencana untuk mempunyai buku kecil yang isinya adalah apapun yang terlintas dipikiran saya, apapun itu. Tapi karena rencana jadi ya cuma direncanakan aja belum direalisasikan..hehe, alhamdullilah juga sih ada facebook atau twitter, jadi kadang apa yang terlintas langsung di update :D nnt kalo ada waktu tinggal dikembangkan di blog dan tidak lupa disave di hard disk. oya, tapi saya juga sudah lama membayangkan kaya di film the day after tomorrow, atau di film die hard 4, dimana akan ada masa tidak ada listrik dan jaringan satelit. Padahal bayak ilmu yang disimpen di hardisk atau satelit. terus, kalau hilang atau tidak bisa dibuka, tak ada yang diwariskan untuk generasi masa depan dong ya.. :( Tapi konsumsi kertas juga uda overlad sekarang..pohon sebagai bahan baku kertas juga uda limited karena akibat pengrusakan lingkungan. and thennn?? kalo ada yang baik hati ngeprint-in atau ngesave semua tulisan saya di blog, saya akan senang sekali ~>ini penyakit males :D kan bisa ngerjain sendiri..hehe

Sekarang saya baru menyadari ternyata mencatat itu penting. just info, waktu S1 saya tidak pernah mencatat karena kemajuan teknologi fotocopi. Padahal kalau sudah difotocopi ya ga dibaca, dan sekarang numpuk 1 kardus. Padahal kalau mencatat sendiri akan sayang untuk dibuang dan ada kemungkinan akan dibaca ulang entah kapan. Walaupun tulisannya ga bagus yang penting dicatat. 

Mungkin ini kenapa ayat alqur'an yang pertama turun adalah Iqro'. Bacalah. Ya karena dengan membaca, warisan ilmu itu akan terus lestari.. Alhamdullilah dulu ada sahabat-sahabat Rasulluloh yang pandai mencatat. Jadi Al-qur'an bisa kita baca sampai sekarang, bahkan tak kurang 1 huruf pun, subhanallah. Itu karena Allah yang jaga.. Bisa disimpulkan bahwa tradisi literasi tulis menulis sudah ada sejak zaman Rasulluloh, di Al-qur'an juga ada 1 ayat yang sangat panjang di Suah Albaqoroh yang intinya perintah untuk mencatat segala transaksi terutama utang piutag. bisa cek di QS Al-Baqoroh 282. Masyaallah..Islam rahmatan lil alamin :) baik untuk semuanya..Insyaallah.

Banyak sekali manfaat mencatat, karena ilmu itu memang harus diikat dengan mencatat, dengan menulis.. dan 
“Apapun profesimu nantinya, jadilah seorang penulis. Karena profesimu itu yang akan menggerakkan hidupmu, dan dengan menulis, kamu akan mengabadikannya.” (viakuntawiaji)

 Mari mencatat~ :)

Saturday, 20 July 2013

care is effort

Serial Ramadhan 11

Hari ini sudah ramadhan hari ke 11.. subhanallah..waktu cepat berlalu ya.. hari ini juga ngerapel 2 tulisan kemarin.hehe.. ide tetap hari kemarin tapi nulisnya sekarang :D Suasana Ramadhan tetap beda dengan nuansa bulan-bulan lain..apa karena bnayak orang berlomba-lomba dalam kebaikan ya.. bisa jadi, Karena stasiun TV biasanay iklan dan tayangan-tayangan nya banyak yang lebih baik kalau bulan Ramadhan.. Jadi berbuat kebaikan bisa jadi trend sendiri di bulan Ramadhan.. dan semoga akan menjadi kebiasaan di bulan-bulan yang lain.. optimis :)

Seperti pagi ini, hati say tersentuh dengan kebaikan seorang Ibu. saya copas aja status saya di facebook pagi tadi..hehe... sudah jam setengah1 harus siap2 jemput Hani sekolah soalnya :D Alhamdullilah profesi baru bulan ramadhan ~> the transporter. hehehe kaya judul film. Oya, ini ceritanya: 

Tadi pagi saya mengendarai motor ke arah banyuanyar, saya merasa dibelakang saya ada mobil yg terus mengklakson. Saya agak meminggir ke kanan dan mempercepat laju, mungkin mobil itu sedang terburu2 dan mendesak. Tapi, semakin saya ngebut, semakin sering klakson dan semakin ngebut pula mobil itu mengikuti saya. saya lihat spion, dan minggir kekanan, ternyata yg mengendarai mobil itu Ibu2 yang berusaha memberitahukan ke saya kalau ada yang terjatuh dari motor saya.

Saya bilang, iya makasih bu, tapi tak ada yang jatuh.. saya berhenti di kanan jalan karena ibu itu memberhentikan mobilnya disebelah kiri dan terus berusaha memberi pesan ke saya, diantara mobil dan truk2 yang melaju ditengah jalan..

Ibu itu terlihat khawatir dan sungguh2 memberitahu, menjelaskan lokasi jatuhnya, warna benda yang jatuh.. cukup mengharukan bagi saya, Tapi karena dijalan yang cukup ramai tidak memungkinkan bagi saya menjelaskan bahwa betul2 tidak ada yang jatuh dan saya sangat berterima kasih atas efort kepedulian Ibu tadi.

Saya ceritakan di facebook, karena bisa jadi Ibu tadi juga facebookan terus baca status ini, mungkin kan.. atau bisa jadi ibu tadi menceritakan ke temannya, dan ternyata temannya membuka homepage dan membaca status ini dan akhirnya jadi menyambungkan, bisa jadi kan.. hehe..

~Kepedulian seseorang terhadap kita, itu juga merupakan rizki yang harus disyukuri..

Happy Ramadhan All :)



'Libur' Ramadhan

Serial Ramadhan 10

Kata ustadz Rahayu saat mengisi Tarhib Ramadhan, beliau beberapa kali mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan dimana Allah sedang obral pahala. Amalan ibadah apapun yang kita lakukan pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah.. ini adalah janji Allah untuk memotivasi hamba-Nya untuk tidak menyia-nyiakan 1 detik pun waktu Ramadhan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. 

Tapi untuk perempuan ada hari dimana kita tidak bisa beribadah secara maksimal karena masa haid atau masa nifas. Ada beberapa ibadah yang dilarang syariat untuk dilakukan, diantaranya
  1. shalat, Dari Abu Said radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79)
  2. puasa, Sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Said radhiyallahu ‘anhu di atas.
  3. thawaf di ka’bah, Aisyah pernah mengalami haid ketika berhaji. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemberikan panduan kepadanya, "Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.” (HR. Bukhari no. 305 dan Muslim no. 1211)
  4. menyentuh mushaf, Orang yang berhadats (hadats besar atau hadats kecil) tidak boleh menyentuh mushaf seluruhnya ataupun hanya sebagian. Inilah pendapat para ulama empat madzhab. Dalil dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (QS. Al Waqi’ah: 79) Dalil lainnya adalah sabda Nabi ‘alaihish shalaatu was salaam, “Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
  5. I’tikaf, berdasarkan firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam Keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi…(QS. An-Nisa: 43)
Karena Ramadhan ini bulan istimewa yang sayang untuk disia-siakan waktunya, berarti harus kreatif memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar tetap bernilai ibadah. hasil googling kesana kemari hehe, amalan yang bisa dilakukan diantaranya: 
  1. Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf. InsyaaAllah, ini pendapat yang lebih kuat. Sepertinya ini maksudnya muroja'ah.. bagi yang punya hafalan banyak..Alhamdullilah banget..
  2. Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya. Nah ini sangat menolong yang tidak banyak hafalannya.. saya misalnya :D
  3. Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju, dll.
  4. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)
  5. Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.
  6. Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.
  7. Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.
  8. Menyampaikan kajian, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur’an.
  9. Memberi berbuka orang yang berpuasa.
  10. memaksimalkan mengerjakan pekerjaan rumah yang berat sehingga meringankan anggota keluarga lain yang berpuasa dan akan mengurangi beban jika sudah berpuasa lagi.
~mungkin nyicil bikin kue lebaran ide bagus untuk dilakukan, bisa nyicipin dan bisa melepas dahaga di depan oven yang sangat panas..hehe.. 

tanda2 alam

Serial Ramadhan 9

suatu hari saya update status di facebook ini:

main ke grup sebelah jadi pengen fokus nyelesain tesis..

main ke grup sebelahnya lagi, pengen fokus bikin2 kue..
Allahu Rabbi.. Guide us to the straight path. (Al-fatihah). Aamiinn..


Malamnya, diluar rencana akhirnya saya teraweh di masjid kampus. Padahal sudah lama banget ga ke kampus. Pas teraweh, ketemu teman2 yang lagi deadline tesis juga, khotib nya dosen saya yang isi ceramahnya antara kualitas regulasi dengan moralitas dan kemurnian niat pelaku pembuat kebijakan... Semoga ini petunjuk dari Allah untuk segera kembali ke kampus dan menyelesaikan Tesis.

Tapi..abis teraweh ke Giant dkt kampus, dapet 6 pack keju gara2 lagi diskon beli 1 gratis 1 :D <~ ini petunjuk atau ujian ya?? hehe..

Yang saya pahami semua yang kita alami dalam hidup ini terkait satu sama lain. skenario Allah itu sempurna dan detail. Pas untuk setiap hambaNya, khusus dibuat satu-satu, tidak ada yang sama.. jadi wajar ketika alam menyambut setiap langkah mimpi.. karena alam itu yang punya Allah. jadi memang Allah yang mensetting alam untuk menyambut, karena itu bagian dari skenario Allah yang Ia buat.. Subhanallah.. Alhamdullilah..bersyukur atas segala nikmat dan setiap skenario yang sudah Allah buat. Entah suka ataupun duka, semua butuh kebijaksanaan diri untuk menyikapi.. sabar, ikhlas, dan dengan ilmu semua akan berlalu dengan baik dan kemungkinan besar akan semakin menambah keimanan yang melahirkan kebarokahan..

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja)…” (Ash-Shood: 27)

Berbaik sangkalah pada Allah Sang Maha Pencipta, dan yakinlah Semesta akan mendukung mu :) 

"Sesungguhnya Allah berfirman: "Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku." [HR.Turmudzi]

Dari Abu Hurairah RA berkata, bersabda Rasulullah saw.: Allah berfirman:“Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku; jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; dan jika ia mengingat-Ku dalam lintasan pikirannya, niscaya Aku akan mengingat-Nya dalam pikirannya kebaikan darinya (amal-amalnya); dan jika ia mendekat kepada-ku setapak, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-ku sehasta, maka aku akan mendekatkannya kepada-ku sedepa; dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan menghampirinya dengan berlari. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Thursday, 18 July 2013

Istiqomah

serial ramadhan 8

  terkadang niat istiqomah blogging diuji dgn capabilitas laptop yg hrs direinstal dan koneksi jaringan yg semakin melambat. kali ini posting gambar aja.. just info, gambar ini saya yg design dan edit2 sendiri :D

satu gambar yg mewakili banyak makna..

#oven selesai, #baterai laptop lowbat, #yang ngetik juga lowbat, #tanda-tanda alam ~> happy night all :)

Tuesday, 16 July 2013

sahur berkebun dan cendol

serial ramadhan 7
 
Waktu kecil saya tidak suka sayur, dan itu merupakan hal yang sangat wajar bg anak2, tapi suatu hari sekitar kelas 2 SD saya melihat ibu saya makan daun singkong dan mendengar bunyi krenyes2.. Dalam pikiran saya waktu itu, itu adalah sesuatu yang sangat sensasional dan menarik. Saya mulai mencobanya, dan ternyata enak :,). Akhirnya sampai sekarang makanan kesukaan saya ya sayur, apapun sayur itu..

Ramadhan ini, kalau buka puasa biasanya saya yang masak dan ibu saya masak untuk sahur, itu artinya saya hanya memasak untuk porsi buka puasa, kadang agak dilebihin untuk beberapa menu biar bisa buat sahur sekalian. Tapi kan untuk sayuran kadang tidak bisa direcycle sementara menurut saya, justru sahur itu yang harusnya lengkap nutrisinya. Tapi siapa juga kan yang sanggup masak jam2 malam? Makanya, untuk sahur biasanya menu nya silmpe.

Termasuk sahur drmah saya. Kadang ibu saya hanya merebus daun hijau kadang daun bayung, daun singkong, atau daun2 yang lain, dan lauknya tinggal goreng sisa buka puasa semalam. Tapi bagi saya daun yang ibu saya rebus tidak hanya sekedar daun. Karena daun-daun itu adalah daun yang ibu saya tanam. Saya baru memahami betul2 kalau ibu saya suka berkebun sejak tinggal di solo 3 tahun ini. Sebelumnya, ibu saya sibuk kerja dan di jakarta juga ga ada tanah lapang. hehe.. Kalopun di depan rumah ada tanah sedikit, itu sudah penuh pohon anggur dan pot. jadi tidak terlihat sebagai kebun bagi saya..

Akhirnya hobi berkebun ibu saya tercapai di solo karena ada tanahnya bapak walaupun tidak luas, tapi isi kebunnya hampir lengkap. Sebenernya ada 2 pohon mangga besar peninggalan mbah saya, tapi ditebang sama saudara saya dan waktu itu kita sangat sedih dengan kejadian itu. Tapi ada hikmahnya, semenjak kejadian itu, tanah kosong yang tadinya hanay berisi ilalang dan 'tempat sampah' tetangga saya karena kanan kirinya rumah warga, sekarang berubah jadi taman kebun... 

Hampir setiap minggu saya antar ibu saya membeli bibit pohon buah, dai nangka, mangga, belimbing, jeruk berbagai macam jenis, kdondong, pohon salam, jambu, sampe duren sudah ditanam disekililing kebun. Kata ibu saya nanti berbuah nya beberapa tahun lagi untuk cucu2nya kalo ke solo.. *terharu :'(

Dibagian tengah kebun ditanam pepohonan yang tidak permanen, mislanya kacang, jagung, kenikir, singkong, kangkung, cabai, kemangi, pisang, beberapa bumbu dapur, dan tanaman bunga. Jadi kalau musim hujan, warnanya hijau dan merah karena banyak bunga nya. Tapi kalau jarang hujan, siap2 mompa air dan nyiramin bolak balik. Try it, pegel banget :D

Tapi yang paling menyedihkan adalah kalau kambing, anjing atau ayam  tetangga pada masuk..makanin daunnya, atau buang kotoran sesukanya, atau ngeker2 dan makanin bibit kacang. Padahal ngecangkul dan ngebersihinnya kan lumayan.. belum lagi orang lewat yang suka buang sampah palstik..sebelllll. Jarak kebun dari rumah lumayan jauh sekitar 30-40 meter jadi ga ada yang memantau. Terus akhirnya, dipagar kawat sama ibu saya jadi tetap terlihat jadi pemandangan tapi hewan2 ga bisa masuk. 

Pernah suatu hari pas ibu saya ke jakarta, saya ke kebun untuk mengambil bebrapa sayur dan kemangi. saya kaget karena ada 2 nenek2 yang satu diluar dan yang satu didalam. bayangkan, kebun itu ada pagar tembok dan pagar kawatnya yang digembok biar kambing ga bisa nerobos masuk, tapi kenapa mbah2 itu bisa masuk? loncat? subhanallah.. kemudian saya bukakan gembok dan saya persilahkan masuk.. dan saya persilahkan untuk memetik apapun yang mereka inginkan. Ibu saya sering cerita, kalau dia lagi dikebun akan mempersilahkan tetangganya untuk masuk dan memetik.. agar tidak mengambil diam2, walaupun saya bilang, alhmadullilah gpp karena itu sedekah kata Allah.

"Tidaklah seorang Muslim menanam pohon kecuali buah yang dimakannya menjadi sedekah, yang dicuri sedekah, yang dimakan binatang buas adalah sedekah, yang dimakan burung adalah sedekah, dan tidak diambil seseorang kecuali menjadi sedekah." (HR Muslim dan Ahmad). Dalam hadis lain disebutkan: "Barang siapa yang menghidupkan lahan mati, baginya pahala. Dan semua yang dimakan burung dan binatang menjadi sedekah baginya." (HR An-Nasai, Ibnu Hibban dan Ahmad). 

 Semenjak ibu saya suka berkebun dan menghasilkan, maka semenjak itulah saya lebih sering makan sayur pakai nasi, bukan nasi pakai sayur. Dan kebun itu kadang menjdi tempat objek fotografi saya karena bnayk spot2 bagus juga. Menurut saya, ada taman kebun ditengah pemukiman itu, seperti menemukan oase di gurun pasir. lebay haha. 

Belum lama saya tahu ada komunitas berkebun diberbagai kota di Indonesia, dan itu membuat saya semakin appreciate. walaupun saya jarang terlibat dalam berkebun, tapi saya senang aja kalo ada komunitas seperti itu. menurut saya itu solusi konkrit dari global warming dan climate change dibanding cuma ngubek2 regulasi aja. hehe Kalau ibu saya bisa twitteran dan facebookan, pasti makin seneng, tapi disuruh bawa hp aja ga mau :D

Dan yang membuat saya semakin appreciate adalah, semenjak saya sering kepasar dan semenjak saya tahu bahwa harga-harga semakin ga bersahabat. Wortel yang biasanya sekilo 5 ribu, kemarin saya beli 1 buah harganya 2ribu :'( sedihh. cabe, bawang, dan semuanya naik 100%. Alhamdullilah sayur tinggal metik, jadi anggaran beli sayur bisa ke alokasi buat beli bumbu atau lauk..Belum lagi kalo beli makanan jadi di pasra, kita juga ga tau kan asal mula pembuatannya gimana, yang sering saya lihat, ada ati ayam atau ayam yang sudah dibumbu atau digoreng 1/2 matang tinggal diolah. but we dont know, itu ayam yang dipakai ayam segara atau bukan atau bumbu yang digunakan savety atau enggak. saya juga lihat cendol warna hijau nya luar biasa menyilaukan ampe ga berani beli.. walaupun kalau beli es cendol ya kemakan juga..haha.. tapi kan kalau kita yang masak atau buat pakai bahan yang kita aja ragu, masaknya juga jadi ragu, dan hasil masaknnya kemungkinan meragukan.heehe

ada pohon suji depan rumah, tiba2 pengen nyona bikin cendol sendiri pake daun suji. pasti rasanya fresh daun dan ternyata benarrr..walaupun pas nyetaknya lumayan ribet tapi ga begitu kecewa sama hasilnya :) (sebenernya agak kurang tanak, maklum baru pertama kali bikin,hehe)

ini bahannya: 
tepung beras 100 gr
tepung kani 30 gr
daun suji 5-7  lembar (diblender dan saring airnya)
air 400 ml
garam sejumput
es batu dan air untuk bawah cetakan

cara:
-rebus air 300 ml yang sudah dicampur perasan suji sampai mendidih
- masukan larutan tepung beras dan kanji dengan 100 ml air
- aduk aduk samapi matang dan pastikan tanak seperti bubur sumsum
- angkat dan cetak dengan cetakan cendol yang bawahnya dikasih air dan es batu. karena saya ga punya jadi pakai tirisan serok menggoreng ditekan dengan sendok.

Alhamdullilah jadi walaupun ga sekenyal cendol dipasar, tapi aromanya aroma kebun, lebih sehat dan jadinya banyakkk.. :) bisa buat stok kulkas utk besok buka puasa. hemat. hehe



kembali

serial ramadhan 6

"Cinta akan kembali kepada cinta sebagaimana tanah akan kembali kepada tanah"

Monday, 15 July 2013

telur Buka puasa :D

serial Ramadhan 5

Ada tradisi menarik di masjid dekat rumah saya, setiap hari warga bergantian menyiapkan makanan berbuka puasa untuk jamaah di masjid. Dan jamaah di masjid itu adalah ya warga itu sendiri :) Ini namanya pahala sharing,“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga” (HR. Tirmidzi) Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.


Sesuatu yang jarang saya lihat, selama bulan ramadhan hampir 1 kampung berbuka puasa bersama, dari mbah2, bapak2, ibu2, sampai anak2. biasanya kan cuma bapak2 aja..heheSiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.

Tapi saya cukup jarang ikut buka puasa di masjid, paling cuma beberapa kali aja, karena seringnya ada agenda buka puasa diluar atau ya karena pengen buka puasa dirumah :D Dan hari ini alhamdullilah saya berbuka puasa ditelatar masjid sama tetangga2, seru :) hari ini juga jadwal ibu dan bude saya menyediakan hidangan buka puasa. Bude dan Ibu saya bagian membuat makanan inti, dan saya membuat makanan pembuka: Puding telur ceplok. Pasti seru, karena puding ini belum tenar di dunia nyata. hehe.. masih rame di dunia maya, di grup NCC nya ibu2 :D

Dan ternyata benarrr.. saya yang duduk diantara anak2 TPA dan ibu2 nahan2 senyum pas melihat ekspresi dan mendengar komentar tentang si puding itu :D that's my point. sengaja bikin puding telor ceplok biar jadi menu surpriseee hehehe, membahagiakan itu sederhana, sebagaimana sederhananya bahagia :) <~ mereka ga tau kalo yang buat itu adalah saya, rahasia. hehehe Paling lucu adalah pas ngeliat ibu2, ngeliatin itu puding dengan seksama dari depan, belakang, samping. dicium aromanya, dan ekspresi saat merasakan. sebenernya rasanya biasa aja, cuma susu vanila dengan paduan jeruk, tapi mungkin karena baru melihat, jadi unik kali yaa.. Alhamdullilah, bersyukur atas segala nikmat.

Yang mau membuat ta'jil banyak, puding telor ceplok ini recomended. Rasanya ringan, segar, bentuknya unik, sehat, buatnya mudah, cepat, dan hemat (ini point paling penting hehehe).

ini resepnya Untuk 125 buah dngan cetakan diamter sekitar 8 cm,
Agar-agar putih 8 bungkus @2.200=  17.600
SKM putih 1 kaleng = 8.000
gula 1/2 kg = 6500
cetakan puding besar = 6000
cetakan puding kecil = 5000
garam 1/2 sdt -ada di dapur
essence vanila -ada dikulkas :D
sirup orange - ada dikulkas juga :D
Total sekitar  45.000 IDR, tapi jadinya 125 buah, berarti 1 puding sekitar 400 IDR (Hemat dan sehat kan..)

Cara:
- buat kuning telur: 2 bungkus agar2, gula 10 sendok, dan air 10 gelas dimasak hingga mendidih,angkat  kemudian diamkan sebentar dan  tambahkan sirup orange 1/2 gelas, cetak ke cetakan puding kecil dan biarkan mengeras. 
- Buat putih telur: 6 bungkus agar2, air 30 gelas, gula 30 sendok, garam 1/2 sdt, masak sampai mendidih (sekitar 30 menit), angkat,  diamkan sebentar, tambahkan vanila essence dan susu Kental manis, aduk rata, cetak ke cetakan yang besar (jangan terlalu penuh) >>PEnting: Susu kental Manis jangan dimasak, karena nnt pecah dan gizinya rusak.
- Terakhir, pas putih telur 1/4 beku, masukan kuning telur posisi terbalik agar agak muncul kepermukaan. jika bagian atas tidak begitu rapih, bisa ditambahkan lagi sedikit putih telur biar permukaannya rapih.

nb: harus gerak cepat karena cepet banget bekunya, alhamdullilah tadi ada yang bantuin, jadi ga begitu repot.


Selamat mencoba, 
happy healthy cooking :)

Saturday, 13 July 2013

Ilmu itu menenangkan

Serial Ramadhan 4

Kali ini postingan blog saya agak OOT. hehehe baru tau belum lama, kalau kepanjangan OOT itu Out Of The Topic :D Baru kali ini kayanya saya menulis tentang ekonomi syariah, ga begitu paham sebenernya tapi ga tau kenapa setiap dijelasin tentang tema ini selalu menarik hati :,). dijelasin loh ya bukan membaca..hehehe. soalnya kalo membaca buku-buku atau artikel ilmiah itu sesuatu yang tidak begitu menyenangkan bagi saya, tapi kalo diceritain apa isi buku2 itu, itu adalah hal yang paling menyenangkan menurut saya..hehehe

Tadi pas sahur sambil liat TVOne dan yang jadi narasumber Pak M. Syafii Antonio, pakar islamic finance di Indonesia. Beliau cerita insyaallah akan menghadiri undangan dari Oxford University untuk menjelaskan mengapa ekonomi syariah tetap stabil waktu terjadi resesi ekonomi beberapa tahun yang lalu dan banyak negara-negara di eropa  yang terpuruk karena terkena imbasnya. Mereka tertarik untuk meneliti itu lebih lanjut yang nantinya dimungkinkan untuk diterapkan dalam perekonomina di negara-negara eropa. 

Secara sederhana, ekonomi syariah itu adalah profit sharing and risk sharing. Keutungan dan kerugian dibagi bersama sehingga jauh dari ketamakan. Misalnya, Banyak perusahaan besar dengan omset triliyunan, karena CEO nya yang tamak, hanya menguntungkan dirinya sendiri. Penjelasannya saya agak lupa~ Jadi kalau tetap menganut ekonomi kapitalis, seolah-olah semua orang terpacu karena uang dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Gak akan adil dan pasti tidak membuat nyaman.

Kata pak syafii, yang tahu siapa kita itu kan yang menciptakan kita. maka apa yang sudah Allah berikan untuk panduan, laksanakanlah..karena tidak mungkin Allah membuat aturan yang akan mencelakakan ciptaannya. Jadi jangan ikuti aturan kapitalis nya manusia (yahudi) karena itu hanya menguntungkan mereka. Dan sudah banyak buktinya..

Tapi ya..kuliah islamic finance nya pak syafii tidak begitu saya tangkap secara syumul karena durasi saya nonton cuma 15 menit habis itu sudah siap2 subuh.. Yang sangat saya tangkap adalah, idealnya, semakin berilmu seseorang maka semakin berimanlah orang itu. Iman yang melahirkan kebijaksanaan.. dan Ilmu yang melahirkan kebermanfaatan untuk bantak orang.

Jadi mikir kenapa kuliah di Fakultas Hukum ~.~ dulu waktu S1 semester awal ada adik tingkat yang mau pindah jurusan ke Fak Kedokteran (ikut SPMB lagi) karena dia diberitahu guru ngajinya kalau kuliah di fakultas hukum itu Thoghut- Haram, hmm..mempelajari hukum2 yang dibuat manusia, bukan hukum yang dibuat Allah.. dan waktu itu saya berfikir..helloooo kita kan hidup di Indonesia bersama manusia jadi wajarlah kalo harus ada aturan antar sesama manusia.. 

Tapi lama kelamaan, semakin belajar, ya semakin mikir. iya juga ya, kalo kita terus berkutat dengan hukum-hukum manusia, semua saling merasa argumen nya adalah yang paling benar, ya gak akan klop. Susah untuk mencapai titik kesepakatan tentang keadilan. Lah, keadilan aja banyak pengertiannya menurut banyak pakar.

Pernah kepikiran kalo kuliah dijurusan-jurusan teknis dan skill akan lebih bermanfaat. misalnya mipa, teknik, atau bahkan tata boga. Karena disana belajar ilmu-ilmu Allah, bisa semakin takjub dengan penciptaan Allah gara2 memahami proses metamorfosis kupu2 dengan detail, bahkan kalau kuliah teknis bisa punya skill dan itu bisa bermanfaat langsung ke masyarakat, minimal bermanfaat untuk diri sendiri. Atau kalau pun kuliah sosial misalnya ekonomi bisa mendalami ekonomi islam secara langsung dan sudah banyak diterapkan pula dalam kehidupan masyarakat dunia.. 

Kalau kuliah di fakultas hukum, hukum pidana perdatanya pakai kitab buatan Belanda.. hukum tata negaranya banyak mengacu ke eropa juga :( ribeetttt. tapi ya, banyak juga teman saya yang sekarang jadi hakim atau jaksa, dan mereka orang baik. Acuan mereka ya UU atau KUHP/KUHPdt karena itu aturannya. Tapi ya juga ada pengadilan agama untuk mengadili kasus2 perdata Islam seperti cerai, waris, dll.  Tapi saya berdoa, dan saya yakin teman2 saya orang baik yang berusaha menghadirkan keadilan seadil-adilnya.

Sebenernya ada sih mata kuliah hukum Islam.. ada perdata Islam untuk waris, cerai, pernah juga belajar tentang qishos untuk pidana Islam..atau belajar konstitusi Madinah zaman Rasulluloh. tapi percayalah, saya lupa. dan saat itu tidak begitu tertarik mendalami itu, dan sepertinya sampai sekarang.. Tapi enggak juga sih, dulu saya pernah tertarik belajar tata negara Islam di buku al hakam as-sutthoniyah. Tapi pas nyari buku nya ga ketemu2 terus jadi lupa mau ngelanjutin.. Dan Tapi lagi..sebenrnya di fakultas saya cukup terbuka dengan kajian-kajian hukum Islam tapi belum banyak pakarnya..jadi..ya gitu deh..hehe

Terus, gimana nih ya, konsentrasi hukum saya lebih ke tata negara, skripsi saya membahas legislasi, tesis saya (insyaallah harus segera selesai) juga membahas tentang legislasi. Atau kuliah lagi ambil MIPA aja? well, itu lebih ga mungkin, untuk berhitung cepat saja saya sulit. haha :D 

ALhamdullilah, tiba2 ingat: wasaton, pertengahan ~> ; saya ingat dulu pas ikut pelatihan kepemimpinan, kata ustadz nya, Bagaimana meng-create hukum hukum Allah kedalam sebuah aturan-aturan praktis misalnya UU atau peraturan-peraturan yang lain. Dengan bahasa kaumnya, tapi substansi nya Al-Qur'an dan Hadist. Dan itu sepertinya yang diterapkan presiden Erdogan di turki. Islam itu kan Rahmatan lil Alamin.. :) Subhanallah ya.. Jadi gapapa kan ya kuliah di Fakultas hukum? and then, apa lebih baik S3 juga ya, konsentarsi ke tata negara islam?? Please, Tesis nya selesain dulu aja Ok (ngomong sendiri..*nyengir)

Memang Islam itu agama yang damai dan menenangkan.. saya sangat sepakat dengan apa yang dikatakan Pak syafii, "karena tidak mungkin Allah membuat aturan yang akan mencelakakan ciptaannya". termasuk qur'an surat Ar Rum ayat 21:  “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

Kata ustadzah yang dulu pernah mengisi suatu kajian, sebut saja namanya bu Endang Widiastuti, "Allah akan memberikan kado pernikahan berupa sakinah (ketenangan) ma waddah (Cinta) wa rohmah (kasih sayang) kepada kedua mempelai yang sudah melakukan ijab qabul (Dia menciptakan untukmu istri-istri) <~ tuhkan jelas, setelah jadi istri. Berarti rasa cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya baru akan ada setelah pernikahan itu terlaksana. Dan itu akan terjadi ketika proses sebelum menikah, saat menikah (walimat ursy), dan setelah menikah dilakukan dengan cara yang Allah ridhoi. Dan yang lebih harus dipastikan adalah bagaimana meluruskan niat bahwa pernikahan itu adalah ibadah, hanya kepada Allah SWT.

Jadi wajar kan, Kalo mencintai orang yang dinikahi itu kewajiban. Dan kalau menikahi orang yang dicintai, mending jangan aja.. bukan berarti ga boleh nikah sama orang yang 'dicintai' tadi loh ya..tapi lebih baik,  jangan mencintai dulu sebelum nikah :D Kan emang ga ada pengertian yang 'sah' tentang cinta sebelum nikah kan.. Cinta sebelum nikah malah bikin ga tenang karena itu bukan aturan Allah. So, it just management of love :) Yakin aja sama janji-Nya Allah, kalo jodoh pasti ketemu, nanti Allah yang mempertemukan dengan cara terbaiknya. Jadi cinta nya sama Allah dulu aja, kan kalau Allah sayang sama hamba-Nya pastilah Ia akan memanage langsung semua urusan-urusan salah satunya urusan jodoh-perjodohan..hehe, Insyaallah. 

Kalaupun sudah terlanjur 'cinta'? ya minta maaf sama Allah, bersihkan hati, perbaiki cara, dan tawakkal :) Alhamdullilah kan masih diberi kesempatan 'memperbaiki'. Yang pasti Allah itu sesuai prasangka hambanya, maka berprasangka baiklah dengan segala ketetapan-Nya.

*Paragraph2 terakhir ga jadi OOT karena seringnya blog ini isinya ya ga jauh2 dari tema seperti paragraph diatas. hehe.. Okee, Lets enjoy our ramadhan :) Time for Dhuha..

Ilmu itu menenangkan, ilmu yang memberikan panduan pada kita mana yang benar mana yang salah, mana yang harus kita lakukan mana yang tidak boleh dilakukan, Ilmu yang fitrah untuk semua makhluk, ilmu yang mendekatkan pada keadilan menempatkan semuanya sesuai pada tempatnya, Ilmu yang mendekatkan hamba dengan Tuhan-nya, Ilmu yang menambah keimanan, Ilmu yang memberikan kemanfaatan, Ilmu yang memberikan kekuatan untuk bersabar, Ilmu yang memudahkan menangkap sebuah hikmah dari setiap kejadian,  Ilmu yang menambah kebijaksanaan sebuah kepribadian..

Solo, Ramadhan hari ke-4
semakin yakin akan janji-Nya.


Friday, 12 July 2013

lurus

serial ramadhan 3

"meluruskan niat itu artinya memperbaiki cara"

Thursday, 11 July 2013

diluar kendali manusia

ini adalah tulisan serial Ramadhan 2 saya. Dan ternyata tidak selamanya rencana itu bisa dijalankan sesuai rencana, contohnya tulisan kali ini. Niatnya setiap abis tilawah setelah subuh menulis, tapi ternyata baru hari ke 2 rencana itu tidak terjadi. Jadi ingat dulu ada pelatihan kepemimpinan pas jadi mahasiswa Baru, ada sesi workshop biikin bangunan dari sedotan. Syaratnya sebelum negebangun itu sedotan, setiap tim harus menuliskan dan menggambarkan mau dibangun dengan bentuk seperi apa sedotan2 tadi. ternyata tidak ada satu pun tim yang berhasil membangun sedotan sesuai design awal. Gagal kah? kalo kata kakak pelatihnya, itu bukan gagal, tapi merubah strategi, yang peting jadi bangunannya bahkan bisa jadi lebih kokoh. Jadi ini cuma hal strategi. sejenis ihtiar.. Nah, gagal itu adalah saat itu sedotan gak jadi bangunan gara-gara cuma di design aja, gak dibangun2.

Jadi, apa hubungannya bada subuh sama sedotan? hahaha. ya saya sepakat dengan kakak pelatih tadi kalau rencana saya menulis bada subuh tidak terlaksana, bukan Gagal. yang penting kan tetap ada tulisan walaupun ditulis ba’da maghrib :D walaupun info ini gak penting tapi saya tetap menginfokan kalau bada subuh saya tidak menulis bukan karena tidur melainkan karena saya menggambar. (diulang ya) meng-gam-bar. lebih tepatnya menggambar keluarga lengkap ayah, ibu, dan 5 anak. *tepok jidat*. oya, bahkan semalam setelah tarawih saya menggambar pegunungan zaman SD, inget kan, ada 2 gunung, tengahnya matahari yang ada matanya sambil senyum, ada awan,  burung, terus dibwah gunung ada jalan yang membagi sawah dan pantai lengkap dengan perahunya. <~ ciri2 orang ga kreatif. hahaha.lagi juga uda lupa kapan terkahir kali gambar :D

Well, kali ini saya ‘terpkasa’ menggambar karena disodorin kertas sama maura (7th), Hania (5 th), dan farwah (3th). mereka adalah 3 dari 5 anak kakak tingkat saya, mba vida yang kebetulan selama ramadhan ini suaminya ada tugas di Jepang. Jadi kalo ada waktu saya menemaninya mengingat 2 anak yang lain masih 1 tahun dan 1 bulan. Anybody can imagine? hahaha

‘Tugas’ saya kalau nginep disana sederhana, menemani mereka menyalurkan ‘energi’ nya, sholat berjamaah, berbuka, sahur, dan tarawih karena Umminya masih masa nifas.

Ada yang pernah sholat terawih ngajak tiga anak yang ada usia 3 tahunnya? Alhamdullilah, farwah aktif ditempat, kalopun berpindah ga lebih dari radius 2 meter. Terus darimana saya tahu kalo radius nya ga lebih dari 2 meter sementara saya sholat? saya mengira-ngira, itu artinya ga khusyu’. hahaha. secara, anak orang kan.. yang paling ‘menarik’ adalah, di akhir2 rakaat tarawih, saya ga boleh sholat sama farwahkarena dia minta pulang . Dia nangis2 sambil narikin mukena dan beberapa kali teriak2..hadehh..untung ada anak depan yang nangisnya lebih kejer, jadi masih kategori aman. :D Tapi subhanallah, 2 kakak nya, sangat kondusif, walaupun mereka uda keliatan capek sholat (bacaan surat imam nya lumayan panjaannng), pas saya ga boleh sholat sama farwah, mereka berusaha memberikan beberapa solusi, dari ikut2an memberi pengertian ke farwah dengan pelan2, menawarkan untuk gantian sholat dengan saya "ammah, kita gantian sholat aja, kita dulu yg sholat, nnt pas ammah sholat, kita jagain farwah", sampai akhirnya melakukan islah ke adiknya “farwah, kan kalo kita sholat kan bisa berdoa minta rizki sama Allah kan, jadi kalo kita sholat besok kita bisa beli permen". dan seketika itu juga kita bisa sholat, bahkan farwah ikut sholat :) <~ Masyaallah…*kalah dewasa :,) Dan alhamdullilah..terawih 11 rakaat tertunaikan dengan lengkap walau ga sempurna.

Tantangan selanjutnya adalah bangunin sahur, tapi umminya uda prepare, jadi sambil menyetel sinetron PPT yang jadi iming2 biar cpt bangun adalah sahur pake nugget. jadi bangunnya ga susah2 banget :D

Terus, cerita panjang diatas hubungannya sama judul apa? hehe.. sebenernya masih nyambung dengan cerita saya kemarin bahwa bagi saya, bulan ramadhan kali  ini adalah bulan komunikasi efektif sama Allah. its mean bulan tawakkal :)

Saat farwah memutuskan untuk jalan2, dan saya sholat, sejujurnya saya khawatir, tapi saya ingat apa yang umminya pernah ceritakan ke saya bahwa semuanya punya Allah. jadi tawakkal-lah. Nah, selesai salam, saya bilang ke farwah bahwa ga boleh jalan didepan orang sholat nnt dosa.. dan dalam sholat saya waktu itu, saya bertawakkal pada Allah bahwa anak ini tidak akan jauh2 dan kembali ke shaf. setiap dia pergi saya khawatir, dan setiap kembali saya selalu tenang. (lagi juga saya yakin, memang tidak akan keluar area sholat karena hujan deras..hehehe)

Diluar kendali manusia, bukan berarti tak terkendali, tapi menyerahkan kendali ke yang Maha Mengendalikan. Allah Subbhana Wa Ta’alla. Kakak tingkat saya pernah bercerita pada saya tentang pesan seorang Ummahat, sebut saja namanya bu Una, yang selalu tepat dalam berkunjung dan tepat pula dalam memberikan ‘pesan’. Saya tulis biar tidak lupa. (yang saya tulis yang saya ingat aja. hehe)

Pertama, waktu Ibunda mba vida meninggal dunia. Bu Una datang takziyah dan berpesan untuk memelihara kesabaran. karena Setan itu biasanya mengganggu di 7 hari pertama untuk menghilangkan keikhlasan atas kepergian orang terdekat. Dan itu sangat sulit, maka memang kesabaran itu harus dipelihara.

Kedua, waktu Bu Una berkunjung pas mba vida lahiran anak ke-5. Bu Una berpesan bahwa harus bersyukur dikaruniai 5 anak, apalagi jika suaminya sering diluar rumah karena bekerja. Tidak banyak istri yang siap dengan kesibukan suaminya diluar rumah. Maka, dalam mendidik anak yang dibutuhkan tidak hanya teori parenting saja, tapi perlu pula ikhlas dan tawakkal. Bahwa semuanya milik Allah, termasuk suami dan anak-anak. Maka setelah orang tua berusaha mendidik anak-anak dengan ilmu, jangan lupa untuk bertawakkal, dan biarlah Allah juga mendidik anak-anak mereka secara langsung.

Ketiga, bu Una juga bilang kalau apapun yang dilakukan niatnya ibadah karena Allah,  maka bersiaplah dengan apapun yang terjadi. Karena kita tidak pernah tahu apakah kemudahan atau kesulitan yang akan dihadapi, maka mintalah kekuatan pada Allah semoga Allah menguatkan untuk melewati semua dengan keimanan yang penuh..

Sekian serial Ramdahan 2 ini, sudah mau adzan Isya.. yuuk..terawih, kali ini tanpa 3 anak :D