Tuesday, 19 March 2013

manajemen energi

Postingan saya kali ini, terinspirasi dari salah satu scene film 'Ramona'. Ramona itu nama putri ke 2 usia 9 tahun yang memiliki kakak perempuan usia SMP (Beezus) dan adik yang masih bayi (Roberta). Ramona yang memang masih anak-anak dengan segala keunikannya dan keaktifannya sering merasa tidak nyaman ketika sekelilingnya selalu membandingkannya dengan kakak perempuannya yang selalu sempurna.
Suatu hari, secara tidak sengaja ayah ramona membawakannya bekal telur mentah dan saat disekolah telur tersebt pecah dan terkena rambutnya yang sudah dikeriting dengan rapih untuk sesi pemotretan di sekolahnya. Dan akhirnya ia pulang dengan tidak semangat dan membawa hasil fotonya. 


Pertama, ayahnya Ramona cukup gentle dengan meminta maaf ke putrinya karena tidak sengaja membawakan bekal telur mentah.
Kedua, soal hasil foto Ramona yang 'berantakan' ayah nya tetap jujur dengan mengatakan hasilnya tak bagus tapi tetap mengapresiasi dengan mengatakan akan menyimpannya di dompet.
Ketiga, terkadang anak merasakan dirinya memiliki sifat negatif karena anggapan dari orang lain terhadap dirinya, misalnya guru ramona (Bu meechan) yang sering mengatakan Ramona adalah murid yang merepotkan. Jadi, minimalisir menge-cap sifat negatif kepada anak, karena ia akan mengingat dan menginternalisasikan kedalam dirinya.
Keempat, ayah ramona cukup bijak dengan menyadari dan memberitahukan bahwa anak yang super aktif bukan merepotkan tapi kelebihan energi dan belum bisa mengendalikan. Cara menjelaskan konsep yang sesulit itu kpd anak, jika dilakukan dengan komunikasi yang baik dan contoh keseharian (keteleadanan), anak akan mudah memahami. Misalnya ayah Ramona menjelaskan dengan mencotohkan dirinya yang sudah 2 bulan tidak bekerja di kantor, namun karena berusaha untuk belajar, akhirnya bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik.
Kelima, terus mensuport anak dengan kata2 optimis, misalnya: " Bagus, kau hanya harus berusaha". Atau dengan kalimat dukungan langsung misalnya seperti "kita berdua akan mengubah ini".
Keenam, Panggilan 'sayang' atau ungkapan 'kau adalah putri ayah' dari ayah kepada anak perempuan akan membuat anak perempuan merasa disayangi, dimiliki, dan dilindungi sehingga tidak perlu lagi 'tambahan' kasih sayang dari orang lain. Hal ini penting pada masa anak perempuan menginjak usia remaja.

Dan yang terjadi.. Ramona menjadi semangat mengalihkan energi2 nya untuk hal2 yang positif misalnya sambil menjaga adiknya, ia membawakan ayahnya sarapan dan koran yang sebelumnya sudah ia lingkari beberapa lowongan pekerjaan, memberikan kakaknya donat, mau membantu mengerjakan pekerjaan rumah, dan yang lebih penting jadi lebih bersemangat belajar di sekolah.

Tambahan:
  1. anak perempuan dan anak laki-laki secara psikis akan lebih baik jika dekat dengan ayahnya. Terutama jika sang ayah sering mengajaknya ke acara-acara pertemuan di tempat umum ataupun ditempat koleganya. Hal ini akan memberikan rasa kepercayaan diri, dan efeknya biasanya anak akan lebih berani untuk tampil di depan umum dan lebih supel dengan orang yang belum begitu dikenal.
  2. Oya, kebetulan ayahnya Ramona lebih banyak dirumah karena di PHK 2 bulan yang lalu sehingga lebih banyak waktu dirumah..tapi ga harus di PHK dulu kan agar seorang ayah punya waktu 'khusus' untuk anak-anak nya.. :)

~ Scene yang mendukung Komunitas Orang Tua Bijaksana (KOB) yang dipelopori oleh SALIMAH dan sekarang lagi marak di Indonesia. Semoga gerakan nya membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik.. ^.^

Sunday, 10 March 2013

Saturday, 9 March 2013

hani's 1st donut

Hani suka sekali donat, biasanya minta dibuatkan dan tidak pernah menolak jika ditawarin mau donat atau enggak ^,^.. tapi yang mau buatin itu kadang yang menolak tidak sempat.. hehehe
Karena usianya hampir 13 tahun..jadi it's a time for give her a chance to explore herself.. dengan lobby yang sangat panjang akhirnya dia yakin untuk bisa membuatnya sendiri.. Jadi cukup memberitahu resep yang paling mudah, hani menulis dan menyiapkan semuanya.. kadang sesekali ke kamar sambil bawa baskom adonan untuk menunjukan adonan nya sudah pas atau belum..
Akhirnya...bisa juga makan donat langsung makan tanpa ngadon2 apalagi goreng2 karena semua hani yang mengerjakan.. kecuali mungkin nyuci peralatan masaknya.. (jadi ini sebenernya mau memberi kesempatan hani untuk belajar atau mau makan donat langsung jadi ya :D ) 

pas goreng, hani bilang ini donat pertamanya dan senang karena berhasil ^^v

Hasilnya hampir sempurna bahkan untuk pemula anak usia 12 tahun. Amazing. Adonan yang crunchy diluar tapi lembutt didalam. Rasanya juga gurih manis dan makin manis pas dimakan dengan taburan gula halus.. (karena dirumah adanya gula rendah kalori nya mbah kakung, jadi ya pake itu aja deh..hehe)
Yang dibutuhkan hanya kesabaran untuk mengkomunikasikan dengan baik, jadi bisa makan donat tanpa membuat dan yang paling penting memberikan kepercayaan pada anak usia 12 tahun untuk membuat sebuah karya yang menurut kita biasa tapi menurut mereka itu sangat luar biasa..

Ini bahannya:
- telur 1 buah
- margarain 3sdm
- air matang 1/2 gelas
- gula 1 sdm
- garam 1/2 sdt
- ragi instant 3 gr
- terigu protein sedang 200-250 gr
- minyak goreng

Cara:
- telur, margarin, air, gula, galam, ragi dicampur kemudian masukan terigu sedikit demi sedikit sampai adonan tidak lengket ditangan (tambahkan terigu jika masih lengket).
- diamkan 20 menit dalam baskom yang ditutup plastik
- cetak bulat2, diamkan 5 menit dan goreng dengan api sedang

Hidangkan dengan taburan gula halus..

*karena pengalaman tadi siang tentang terigu yang tidak membahagiakan, sepertinya saya cukup kapok untuk membeli terigu kiloan dan beralih ke terigu kemasan.. lebih mahal, tapi lebih aman, insyaallah.. 


ini dia, chef nya,, hani fathimah kls VIb ta'mirul islam
 

terigu vs belatung :'(

Long time no baking... sekalinya mau ngemikser bolu kukus, nemu belatung di terigu :'(
Alhamdullilah...memang kegunaan mengayak terigu itu selain untuk membuat adonan jadi baik, ternyata untuk mengecek apakah tepung itu masih layak digunakan atau tidak.. Yang namanya belatungmasih hidup, ada larva nya juga, ngeliatnya aja uda bikin mauu pingsan lemes.. apalagi kalo kemakan.. walaupun nnt akan terkena pemanasan dari kompor tapi tetep aja kannnn... (*ngetik nya aja uda bikin lemes)
Bolu kukus kepending untuk sementara waktu karena terigu 1 kemasan lebih baik dibuang disortir ke ketempat yang lebih aman.. Ga tega sebenernya buang bahan makanan tapi gimana ya, it's better for our future...
Biar ga mubazir dan menyesal karena uda buang terigu segitu banyaknya, maka.. saya dokumentasikan dan saya informasikan untuk para pengguna terigu,..

semoga bermanfaat.


*Biasanya kalo untuk adonan bolu atau cake, tepung terigu diayak terlebih dahulu..tapi kalo untuk adonan gorengan biasanya langsungg tanpa ayak... dan mulai hari ini kayanya tepung terigu untuk adonan apapun itu harus diayak dulu. walaupun lama, ribet..tapi daripada kelebihan protein dari "nya" :p
*tapi, kalo beli gorengan nya di abang2 gimana yaa :'(