Sunday, 20 October 2013

Kita ^^

jogjakarta,17-10-2013.
"Jadi kita tau kan bahwa cinta kita bukan sekedar cerita indah kehidupan...
Tetapi ia adalah cerita tentang perjuangan, pengorbanan dan kepercayaan... (Rohmad S, 10:2013)"

 .
 .
Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar.. Finally, memulai menjadi Istrinya sejak 11 Oktober 2013 :) Oya, kenalkan, suami saya, Rohmad Suryadi. Lahir Tahun 1985, Tanggal 3 Desember.. Tahun ini insyaallah 28 Tahun dan saya sering mengingatkannya tentang usianya yang tidak lagi muda. hehe.. Latar belakang keilmuannya sosiologi, tepatnya sosiologi komunikasi dan sosiologi agama, itupun kalau saya tidak salah ingat :D. sedang saya konsentrasi di hukum tata negara dan kebijakan publik dengan konsentrasi pada isu perundang-undangan/legislasi. Jadi inget, di UGM ada jalan sosio yustisia, mungkin itulah kita ya #eh
UGM, 1-11-13
Saya dan suami saya sama2 dibesarkan dari keluarga besar, saya anak ke 5 dari 6 bersaudara, dan ia anak ke-7 dari 8 bersaudara. Please imagine, how we can visit out sister-brother? oke, nevermind, tapi cukuplah dijalankan dan diikmati segala rasa dari setiap silaturahim ke saudara-saudara. Insyaallah memperpanjang umur dan melancarkan rizki..aamiinn.. saya jadi inget kata seseorang dulu kalau menikah itu adalah salah satu kunci membuka pintu rizki. Maka menihkahlah, Insyaallah kuncinya akan terbuka.. dan setelah saya fikir2, mungkin karena agenda sebelum dan setelah menikah silaturahim kali ya,.hehe -->;analisis singkat :D maaf ya kalau salah..

Well, saya belum mengenalnya lebih jauh, yang pasti he really dont like spicy. gak seru ya, padahal sensasi pedas itu seperti makan diatas awan. haha, but it's oke, mulai hari ini semua resep dimodif limited chili.. dan ternyata betul, kemarin masak sambal goreng kentang hampir 1/2 kg tapi cabe merahnya cuma 3 itupun yang kecil2 :) alhamdullilah habis, karena ga ada pilihan menu yang lain..hehe

saya dan suami saya, memiliki karakter yang sepertinya sangat berbeda, kebiasaan yang juga berbeda, dan banyak hal lain yang beda. Karena beda itulah kita disatukan, untuk melengkapi. seperti malam dan siang, dihitungnya 1 hari padahal dari 2 kondisi yang berbeda. Tapi mereka saling memahami peran dan fungsinya masing2. Dan semoga seperti itulah kita. eaaa.. :D Yang terpenting, perbedaan yang ada kita satukan dengan kesamaan visi kita untuk membentuk keluarga dakwah yang sakinah, mawaddah, warohmah, dan istiqomah. mendidik anak-anak menjadi generasi masa depan qur'ani yang menapakkan islam rahmatan lil alamin di muka bumi. Insyaallah.. 

“Dua jiwa hanya mungkin bertemu dan menyatu kalau hajat mereka sama. Hikmah itulah yang disampaikan Rasulullah saw, “jiwa-jiwa itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang paling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah” (Anis Matta)

dan mulai hari ini, suami saya resmi menjadi admin blog ini juga..semoga sempet ya nulis2... dan apapun yang terjadi, bagaimanapun kondisinya kita harus terus bersatu, bersama..selamanya, insyaallah :,)

Terima kasih suamiku sayang, untuk segala cinta dan cita.
love u more, always, forever, ever.
Nunik.

Sunday, 29 September 2013

Mohon Do'a..

Mohon Doa dari semua.. Jazakumullah Khoiron Katsir..

Saturday, 28 September 2013

Sakinah, Mawaddah, Warohmah


        Setiap kali kita berbicara tentang keluarga bahagia, selalu mengkaitkan dengan istilah sakinah, mawadah, wa rahmah. Tiga kata yang acap diringkas dengan sebutan Keluarga SAMARA. Sebenarnya apa makna sakinah, mawadah dan rahmah? Bagaimana pula ciri keluarga yang dikatakan sakinah?    

        Sebagaimana diketahui, kata sakinah, mawadah dan rahmah itu diambil dari firman Tuhan: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawadah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum : 21).

Makna Sakinah

        Kata sakinah berasal dari bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, kata sakinah mengandung makna tenang, tenteram, damai, terhormat, aman, nyaman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, dan memperoleh pembelaan. Dengan demikian keluarga sakinah berarti keluarga yang semua anggotanya merasakan ketenangan, kedamaian, keamanan, ketenteraman, perlindungan, kebahagiaan, keberkahan, dan penghargaan.

        Kata sakinah juga sudah diserap menjadi bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sakinah bermakna kedamaian; ketenteraman; ketenangan; kebahagiaan.

Makna Mawaddah

         Kata mawaddah juga berasal dari bahasa Arab. Mawaddah adalah jenis cinta membara, perasaan cinta dan kasih sayang yang menggebu kepada pasangan jenisnya. Mawaddah adalah perasaan cinta yang muncul dengan dorongan nafsu kepada pasangan jenisnya, atau muncul karena adanya sebab-sebab yang bercorak fisik. Seperti cinta yang muncul karena kecantikan, ketampanan, kemolekan dan kemulusan fisik, tubuh yang seksi; atau muncul karena harta benda, kedudukan, pangkat, dan lain sebagainya.

         Biasanya mawaddah muncul pada pasangan muda atau pasangan yang baru menikah, dimana corak fisik masih sangat kuat. Alasan-alasan fisik masih sangat dominan pada pasangan yang baru menikah. Kontak fisik juga sangat kuat mewarnai pasangan muda.

         Misalnya ketika seorang lelaki ditanya, “Mengapa anda menikah dengan perempuan itu, bukan dengan yang lainnya?” Jika jawabannya adalah, “Karena ia cantik, seksi, kulitnya bersih”, dan lain sebagainya yang bercorak sebab fisik, itulah mawaddah. Demikian pula ketika seorang perempuan ditanya, “Mengapa anda menikah dengan lelaki itu, bukan dengan yang lainnya ?” Jika jawabannya adalah, “Karena ia tampan, macho, kaya”, dan lain sebagainya yang bercorak sebab fisik, itulah yang disebut mawaddah.

          Kata mawaddah juga sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, menjadi mawadah (dengan satu huruf d). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mawadah bermakna kasih sayang. 

Makna Rahmah

          Rahmah berasal dari bahasa Arab. yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, juga rejeki. Rahmah merupakan jenis cinta dan kasih sayang yang lembut, terpancar dari kedalaman hati yang tulus, siap berkorban, siap melindungi yang dicintai, tanpa pamrih “sebab”. Bisa dikatakan rahmah adalah perasaan cinta dan kasih sayang yang sudah berada di luar batas-batas sebab yang bercorak fisik.

          Biasanya rahmah muncul pada pasangan yang sudah lama berkeluarga, dimana tautan hati dan perasaan sudah sangat kuat, saling membutuhkan, saling memberi, saling menerima, saling memahami. Corak fisik sudah tidak dominan.

          Misalnya seorang kakek yang berusia 80 tahun hidup rukun, tenang dan harmonis dengan isterinya yang berusia 75 tahun. Ketika ditanya, “Mengapa kakek masih mencintai nenek pada umur setua ini?” Tidak mungkin dijawab dengan, “Karena nenekmu cantik, seksi, genit”, dan seterusnya, karena si nenek sudah ompong dan kulitnya berkeriput. Demikian pula ketika nenek ditanya, “Mengapa nenek masih mencintai kakek pada umur setua ini?” Tidak akan dijawab dengan, “Karena kakekmu cakep, jantan, macho, perkasa”, dan lain sebagainya; karena si kakek sudah udzur dan sering sakit-sakitan. Rasa cinta dan kasih sayang antara kakek dan nenek itu bahkan sudah berada di luar batas-batas sebab. Mereka tidak bisa menjelaskan lagi “mengapa dan sebab apa” masih saling mencintai.

           Kata rahmah diserap dalam bahasa Indonesia menjadi rahmat (dengan huruf t). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rahmah atau rahmat bermakna belas kasih; kerahiman; karunia (Allah); dan berkah (Allah).

Ciri Keluarga Sakinah

           Saya sering membuat ciri yang sederhana, kapan keluarga anda disebut keluarga sakinah. Misalnya seorang suami bekerja di luar rumah, dan pulang ke rumah setiap sore jam 17.00. Jika suami ini merasa tenang, damai, nyaman, tenteram saat semakin dekat ke rumah, maka ia memiliki perasaan sakinah. Namun jika setiap kali mau pulang, semakin dekat ke rumah hatinya semakin gelisah, tidak nyaman, enggan pulang karena tidak tenang, maka sangat dipertanyakan dimana rasa sakinahnya.

           Demikian pula saat isteri di rumah, ia mengetahui bahwa setiap jam 17.00 suaminya pulang ke rumah. Jika semakin dekat dengan jam kepulangan suami, hatinya semakin bahagia, tenang dan tenteram, maka ia memiliki perasaan sakinah. Namun jika semakin dekat dengan jam kepulangan suami hatinya berdegup kencang, tidak tenang, takut dan gelisah, maka sangat dipertanyakan dimana sakinahnya. Apalagi jika si isteri berdoa “Semoga suamiku tidak jadi pulang, semoga suamiku dapat tugas lembur lagi sampai bulan depan”; atau bahkan “Semoga suamiku kecelakaan dan meninggal dunia”, maka sakinah sudah tidak ada lagi.

           Keluarga sakinah memiliki suasana yang damai, tenang, tenteram, aman, nyaman, sejuk, penuh cinta, kasih dan sayang. Keluarga yang saling menerima, saling memberi, saling memahami, saling membutuhkan. Keluarga yang saling menasihati, saling menjaga, saling melindungi, saling berbaik sangka. Keluarga yang saling memaafkan, saling mengalah, saling menguatkan dalam kebaikan, saling mencintai, saling merindukan, saling mengasihi. Keluarga yang diliputi oleh suasana jiwa penuh kesyukuran, terjauhkan dari penyelewengan dan kerusakan.

           Semoga kita semua mendapatkan dan memiliki keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah. God bless us. 

Oleh : Cahyadi Takariawan 

(http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/03/keluarga-sakinah-mawaddah-wa-rahmah-415568.html)

"Tembang Cinta Senjakala"

di batas senja surya berada...
dalam penantian panjang penuh asa
senja memberi makna
hadirnya surya adalah anugerah Sang Maha
sabar dan iman menyatu atas cintaNya

Sang surya menemui senja dalam cita dan cinta
bukan sesaat mengantarkan pesona senja
bukan sekedar untuk kesenangan semu dan fana
tidak juga untuk pesta pora sementara

di batas senja surya berada...
ia membuka tabir ilahi
senja memberi arti
ada anugerah keberkahan yang abadi
naluri kebahagiaan yang kekal untuk mengabdi

Sang surya menemui senja dalam cita dan cinta
sebagai tanda pintu peradaban baru saja dibuka
sebagai tanda untuk menebar kasih sayang sesama
demi keridhoan ilahi esok hari dan selamanya

23-9-13
23:23

Wednesday, 25 September 2013

bismillah..

Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, kepada-Mu seluruh hati - hati tertunduk khusyu’..

Ya Allah Engkaulah yang Maha Mencintai yang menganugerahkan kemuliaan cinta atas keridhoanMu dan indahnya kasih sayang yang bermuara pada jannah-Mu. 

Maha Suci Engkau Ya Allah…., Pemberi keberkahan, Engkau berkahi hidup kami untuk bertemu kekasih hati untuk menggenapkan setengah agama kami demi mengharap ridhoMu 

Ya Allah ya Rahman ya Rahiim... karuniakanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami bagian atas orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepadaMu.. 

Ya Allah, di hariMu yang mulia kami berkumpul dalam satu ikatan suci membentuk keluarga, persaudaraan yang indah dengan kebahagiaan yang sempurna.. 

Ya Allah berilah kami kekuatan untuk menapaki rumah tangga penuh keberkahanMu, saling memberikan nasihat kebenaran dan kesabaran, saling mencintai dalam ketaatan dan keteguhan iman. Saling menjaga keharmonisan dan kehormatan baik dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Maka eratkanlah pertalian cintanya ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, penuhilah keluarga kami dengan cahaya imanMu yang tak pernah redup, hiasilah keluarga kami dengan keindahan tawakkal kepadaMu. Hidupkanlah dengan ma’rifat kepadaMu dan matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalanMu... 

Ya Allah, perkenankan doa kami dan ridhoilah pernikahan kami..

Rohmad Suryadi-Nunik Nurhayati
Solo, 11 Oktober 2013