Thursday, 28 April 2011

konsentrasi

hari kamis pagi, adik saya sedang minum di depan dispenser.
saya yang sedang berada disampingnya, bertanya:
"ndut, lo puasa gak hari ini"
adik saya tidak menjawab dan malah melihat saya dengan tatapan aneh (sambil terus minum)
"ndut, lo puasa gak hari ini??? ditanya jg.."
adik saya masih melihat dengan tatapan aneh dan selesai minum dia pun menjawab:
"lah, lo gak liat gw abis ngapain??"

#ps: konsentrasi itu membutuhkan koordinasi yang baik antara pikiran, penglihatan, dan lisan.

Friday, 1 April 2011

Gerakan 1 rumah, 1 pohon Pepaya

Beberapa tahun belakangan ini, cuaca tidak menentu. Pagi cerah, siang panas menyengat, dan sore hujan deras. Tapi saat ini kita gak akan ngomongin perubahan iklim.

Inspirasi pohon pepaya ini saya dapat dari Ibu saya yang suka bertanam. Sudah 2 tahun ini kami sekeluarga pindah ke Solo. Karena hoby Ibu saya yang suka bertanam didukung lahan kosong yang cukup lebar, akhirnya cita-cita nya yang selama ini terpendam bisa teralisasi juga. Maklum, rumah yang di Jakarta hanya ada tanah didepan rumah selebar 30 cm. Itu juga sudah tumbuh beberapa pohon kecil dan 2 pohon anggur yang merambat dengan lebat dan ada buahnya walaupun tumbuh tak sempurna. Ok, tapi saat ini kita juga gak ngomongin pohon anggur depan rumah saya ^-^.

Kali ini saya akan membahas tentang pohon pepaya dan segala rupanya. Semenjak Ibu saya menebar biji pepaya bangkok dibelakang rumah yang di solo, hampir sering (walaupun gak setiap hari) saya memakan buah pepaya, lalapan daun pepaya, minum jus pepaya, atau makan nasi dengan sayur dari pepaya, daun pepaya, atau bunga pepaya. Dan masih banyak lagi ragamnya, termasuk sering disuruh tepatnya dipaksa Ibu saya manjat tangga yang cukup tinggi dan hampir reot utk ngambil buah pepaya. (hoshhh -.-' menakutkan..)*ps: saya agak takut kalo uda disuruh naik2 kaya gitu, tapi itung2 olahraga sambil berbakti pada orang tua, agama, nusa, dan bangsa. Amin..

Saya pribadi ingin menginisiasi jika setiap rumah minimal ada 1 pohon pepaya. Ada beberapa alasan pendukung yang akan saya utarakan:

1. Dari segi penanaman dan pertumbuhan:

a. pohon pepaya ini mudah sekali tumbuh. Cukup digembur-gemburkan dikit tanahnya, sebar deh biji pepaya nya. (pesen sponsor: tebarlah biji dari buah pepaya yang bagus misal pepaya bangkok yang besar, merah dan manis). Yang penting gak dimakanin ayam tetangga atau ikut kesapu. Kalo sering ujan, gak perlu disiram, tapi kalo gak ujan, siramlah sekali-kali. 1 lagi yang penting, jangan lupa berdoa pada Allah SWT biar pepaya nya tumbuh dengan sempurna karena bagaimanapun Allah adalah Maha Pencipta. Dalam hitungan bulan, pohon pepaya mulai tumbuh besar dan mulai tumbuh bunga pepaya dan akhirnya gerombolan buah pepaya mulai bermunculan dan tunggulah sampai besar dan kemerahan baru dipetik.

b. Dari beberapa pohon pepaya dibelakang rumah yang menjadi objek pengamatan saya, pohon pepaya hampir tidak pernah terserang penyakit. Pernah sih waktu musim wereng padi, karena depan rumah saya langsung sawah (orang), akhirnya beberapa buah pepaya jadi ada putih2 nya. Tapi kan itu Cuma kulit nya aja ya, buahnya masih bagus kok. Subhanallah ya, Allah itu menciptakan kulit buah dengan segala kesempurnaannya. Kalopun buahnya gak sempurna, itu bukan karena penyakit, tapi karena kita keduluan burung atau kalong, atau hewan yang bisa terbang yang memakan sebagian buah pepaya yang sudah matang. Itu kata Ibu saya karena saya tidak pernah liat langsung kejadian itu. Soalnya dulu pernah disuruh metik dan buahnya udah agak2 bonyok gitu..tapi karena Ibu2 tetaplah Ibu2, maka buah pepaya itu tidak dibuang oleh Ibu saya. Melainkan hanya dipotong bagian yang ”bonyok” dan yang masih bagus disuruh makan anak-anaknya (saya). Ya gapapalah, berbagi pada sesama makhluk Allah.

c. Buah pepaya akan terus tumbuh yang penting sabar nunggu mateng di pohon aja. Tidak seperti buah mangga, duren, ataupun rambutan yang berbuah jika musimnya. Buah pepaya akan terus tumbuh. Bahkan jika sudah terlalu tinggi, pohon pepaya itu bisa ditebang dan tetap akan tumbuh dengan ketinggian yang kita inginkan. (hal ini efektif sehingga gak perlu naik2 tangga).

d. Beberapa literatur menyebutkan, pohon pepaya bisa hidup sampai usia 25 tahun atau lebih, namun produksi buah tertingginya pada usia 2-3 tahun. Menurut pengalaman para petani di Malang, pada usia lima tahun produktivitasnya sudah jauh menurun dan pohonnya mudah mati karena berbagai hal. Karena itu, para petani umumnya membongkar tanamannya setelah berusia sekitar empat tahun.

2. Dari segi pemanfaatan menjadi panganan, Pohon pepaya dari buah, bunga, dan daunnya, dapat disulap menjadi panganan yang sehat, enak, dan murah meriah. Dari minuman, dessert, cemilan, sampai sayur pelengkap nasi. Berikut beberapa resep yang menggunakan bahan2 tersebut:

a. Lalapan daun pepaya: cukup direbus setelah sebelumnya diremas2 garam biar gak terlalu pahit. Kata tetangga sih, pas direbus dicampur tanah liat biar gak pait. Belum pernah nyoba sih, tapi kalopun pait2 dikit, gapapalah.. katanya kalo makan daun pepaya kulit kita gak bakal digigit nyamuk karena darahnya pahit, mungkin ini yang membuat kulit menjadi halus. (tapi maaf ya itu gak valid, Cuma kata orang, belum dibuktikan secara ilmiah)

b. Tumis daun pepaya: daun pepaya yang sudah diremas2 garam dan direbus, dipotong2 dan ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabe, tomat, ebi, gula, garam, dan bumbu2 lainnya. Kalo di tambah ikan teri tau udang lebih enak.

c. Tumis bunga pepaya, bumbu sama seperti tumis daun pepaya..

d. Sayur pepaya pedas: pepaya yang masih mentah diiris memanjang seperti korek dan dibumbu santan pedas. Biasa dimakan bersama lontong atau ketupat. Kali ini saya gak tau bumbunya apa.. haha, maaph :D :D

e. Sayur pepaya gak pedas : pepaya yang masih mentah dipotong tak berukuran dengan bumbu yang sama, masih dikuah santan, tapi gak pedas. Biasa dimakan pake nasi.tapi kali ini saya juga gak tau bumbunya apa.. hehe

f. Sayur asam2 pepaya : pepaya yang masih mentah, dipotong dadu, dicampur daging atau kikil sapi yang telah dipotong2 juga, ditambah buncis dan potongan dadu wortel, dibumbu kecap gak pake santen. Saya juga kurang tau bumbunya apa. Tapi ini enak banget.. recomended. Keluarga saya suka banget sayur ini. Dan ini adalah resep andalan Ibu saya kalo tukang sayur gak lewat. Artinya tinggal metik pepaya mentah dan suami dan anak-anaknya tetap bisa makan nasi pake sayur.. My mom, I luph U pull dah. ^-^ *saya gak tau kenapa namanya asam2 padahal rasanya manis pedas dan gak asem2 banget. Tapi sayur ini cukup terkenal di Solo.

g. Manisan buah pepaya: Jika buah pepaya masih ”mengkel” atau sudah merah tapi keras, bisa dibuat manisan. Buah pepaya dipotong sesuai selera, kemudian disiram air gula yang masih panas dan diamkan sampai dingin. Lakukan berulang 2-3 kali. Bisa langsung dimakan atau ditambah kuah asinan (cabe merah, gula jawa/pasir, garam, cuka/asam jawa sedikit, dan air). Jadi rasanya, manis pedes asem gimana gitu.. dimakan abis dari kulkas di siang hari..hmmm

h. Buah pepaya yang masih mengkel juga enak buat dimakan sama bumbu rujak atau dibuat rujak serut. *PENTING: Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

i. Buah pepaya yang sudah matang bisa dimakan langsung atau dikupas kulitnya dan dibagi dua, dibersihkan bijinya dan dimasukkan adonan puding didalamnya. Tunggu sampai dingin dan pepaya dipotong dengan cantik. Anak kecil yang gak suka pepaya jadi bisa suka dengan pepaya yang dikreasikan.

j. Jus Pepaya: pepaya yang sudah mateng diblender bersama gula dan air. Atau bisa juga dimix dengan buah lainnya seperti jambu biji, perasan jeruk nipis, atau mangga.

k. Jamu daun pepaya: kayanya dari perasan daunnya, tapi kali ini Ibu saya gak pernah buat, ini Cuma kata tukang jamu yang sering lewat depan rumah kalo jamu pait itu ada sari daun pepaya nya dan itu bagus buat Ibu menyusui. Hehe, belum pernah nyoba, gak sanggup ngerasain pahitnya..

l. Katanya ada juga ya kripik pepaya? Wah ini belum tau deh, tapi kayanya kalopun ada harus dibuat pake mesin berteknologi canggih. Kata adik saya yang kuliah di Ilmu Teknologi Pangan kripik buah harus di keringkan apa diapain gitu pake mesin. Ribet deh pokonya..ini mah beli aja.. haha :D :D

m. Daun pepaya bisa digunakan untuk membungkus daging sebelum di masak karena enzim papainnya mampu mengempukkan daging.

3. Dari segi gizi dan kandungan didalamnya (full copas dari berbagai sumber):

a. Kandungan gizi pepaya:

Pada tahun 1992, The Center for Science in the Public Interest (CSPI) di Washington AS meneliti manfaat kesehatan dari 40 jenis buah. Penilaian didasarkan pada sumbangan dari sembilan jenis vitamin, potasium, dan serat pangan yang terkandung pada masing-masing buah terhadap angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG).

Dari penilaian tersebut, pepaya telah ditetapkan sebagai buah yang paling menyehatkan, kemudian disusul oleh cantaloupe, stroberi, orange, dan tangerine.
Hasil penelitian CSPI tersebut tentu sangat menggembirakan. Sebab, selain bergizi dan menyehatkan, pepaya juga dikenal sebagai buah yang murah harganya dan enak rasanya. Varietas yang beragam dan ketersediaannya sepanjang tahun turut memperkokoh posisi pepaya sebagai buah idola.

Buah pepaya matang sangat unggul dalam hal betakaroten (276 mikrogram/100 g), betacryptoxanthin (761 mikrogram/100 g), serta lutein dan zeaxanthin (75 mikrogram/100 g). Betakaroten merupakan provitamin A sekaligus antioksidan yang sangat ampuh untuk menangkal serangan radikal bebas.

Vitamin A yang diperoleh dari 100 g buah pepaya matang berkisar antara 1.094-18.250 SI, tergantung dari varietasnya. Sementara betacryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin lebih banyak berperan sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya kanker dan berbagai penyakit degeneratif.

Sumbangan vitamin yang sangat menonjol adalah vitamin C (62-78 mg/100 g) dan folat (38 mikrogram/100 g). Kadar serat per 100 gram buah masak 1,8 gram. Serat pepaya sangat dikenal manfaatnya dalam memperlancar proses buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit. Satu potong pepaya berukuran 140 gram mampu memberikan sumbangan vitamin C sebanyak 150 persen dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari (AKG), serta sumbangan serat sebanyak 10 persen dari AKG.

Komposisi mineral pada buah pepaya matang sangat bagus, yaitu dominan potasium (257 mg/100 g) dan sangat sedikit sodium (3 mg/100 g). Rasio potasium terhadap sodium yang tinggi sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya hipertensi. Mineral lain yang terkandung dalam jumlah lumayan adalah kalsium, besi, magnesium, fosfor, zinc, dan selenium. Keunggulan lain dari buah pepaya adalah rendah lemak, tanpa kolesterol, rendah sodium.

Tabel. Komposisi gizi buah pepaya masak, pepaya muda, dan daun pepaya per 100 gram

Zat Gizi

Buah pepaya masak

Buah pepaya muda

Daun pepaya

Energi (kkal)

46

26

79

Protein (g)

0,5

2,1

8,0

Lemak (g)

0

0,1

2,0

Karbohidrat (g)

12,2

4,9

11,9

Kalsium (mg)

23

50

353

Fosfor (mg)

12

16

63

Besi (mg)

1,7

0,4

0,8

Vitamin A (SI)

365

50

18.250

Vitamin B1 (mg)

0,04

0,02

0,15

Vitamin C (mg)

78

19

140

Air (g)

86,7

92,3

75,4

Sumber: Direktorat Gizi, Depkes RI (1992)

b. Manfaat daun pepaya untuk kesehatan tubuh:

1) Sebagai Obat jerawat. Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker. Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.

2) Manfaat Memperlancar pencernaan. Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.

3) Menambah nafsu makan Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.

4) Demam berdarah Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja. Bintang sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!

5) Nyeri haid. Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.

6) Anti kanker. Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).

7) Sakit keputihan. Ambil satu lembar daun pepaya, satu potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya. Selanjutnya daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan disaring kemudian diminum satu kali sehari satu gelas dan dilakukan secara teratur.

8) Mencegah demam nifas. Sehelai daun pepaya muda dicuci, iris-iris, rebus dengan gula aren dan segelas air sampai airnya tinggal 1/2. Minum sekaligus segera setelah melahirkan selama dua hari berturut-turut.

9) Melancarkan haid. Dua helai daun pepaya dicuci, tumbuk halus sambil diberi 1/4 gelas air, peras, beri garam. Minum sekaligus satu kali sehari.

10) Melancarkan ASI. Beberapa helai daun pepaya dicuci, layukan di atas api. Hangat-hangat ditaruh di sekeliling payudara.

11) Malaria dan demam. Tumbuk daun pepaya muda hingga menjadi 1/2 gelas, tambahkan air 3/4 gelas dan garam, peras, saring. Minum 3 kali sehari; lakukan 5 hari berturut-turut. Atau ambil beberapa helai daun pepaya kemudian dicuci, setelah itu direbus dengan dua gelas air hingga airnya tinggal setengah gelas. Lalu diminum sedikit demi sedikit sepanjang hari hingga habis.

12) Malnutrisi. Satu lembar daun pepaya direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Kemudian diminumkan pada balita 2 sendok makan setiap hari.

13) Flu. Cuci tiga helai daun pepaya muda, lumatkan, peras, beri garam. Minum dua kali sehari untuk anak-anak, dan empat kali sehari untuk dewasa.

14) Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan daun pepaya bersifat antitumor atau kanker.
Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan. Sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.

15) Daun pepaya juga mengandung berbagai macam zat, antara lain vitamin A, B1, kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, dan air. Selain itu Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Bahan-bahan tersebut biasanya dipadukan dalam bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

c. Manfaat buah pepaya untuk kesehatan tubuh:

1) Pelangsing Tubuh: Buah pepaya punya khasiat menguruskan tubuh. Dengan rajin mengkonsumsi pepaya muda dapat menghasilkan enzim dua kali lipat dari pepaya matang. Nah, enzim tersebut berperan sebagai pengurai lemak dalam tubuh kita. Enzim itu juga mengurai protein lebih baik serta melenyapkan daging berlebih.

2) Awet Muda: Kadar vitamin C dalam pepaya adalah 48 kali lipatnya buah apel. Pepaya juga aktif sebagai detoksifikasi sehingga dapat menyegarkan kulit dari dalam. Pepaya juga dapat mendorong proses metabolisme kulit. Pepaya juga baik melumerkan lapisan kulit dan zat tanduk penuaan yang timbul dipori-pori sehingga kulit lebih kencang dan cerah. Jadi, mulai sekarang rajin-rajin saja pakai masker buah pepaya atau facial pepaya.

3) Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.

4) Buah pepaya mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerba protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.

5) Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi julah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.

6) Pepaya bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

7) Pepaya juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.

8) Pepaya berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan.

9) Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.

10) Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.

11) Pepaya terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.

12) Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

Sekian pemaparan tentang papaya dan segala rupanya yang sangat panjang. Semoga dibaca, terinspirasi dan mulai menanam pohon pepaya di rumah. Atau minimal minta tolong tetangga buat nanem pohon di rumahnya. Soalnya kalo harus usul ke Pemerintah yang terhormat dan menunggu kebijakan menanam 1 rumah 1 pohon pepaya dibuat, kelamaan birokrasinya. Waktu untuk membuat sebuah regulasi sama kaya numbuhin pohon pepaya sampe berbuah.

Yuk, Nanem pohon pepaya.. ^-^

Demi generasi bangsa Indonesia yang sehat, cerdas, good looking. Haha :D good looking mah urusan gen dan takdir yaaa

*Ps: Selain manfaat nya yang sangat banyak, saya juga agak aneh dengan buah pepaya karena anak kucing dirumah saya, suka makan buah pepaya asal disuapin. Saking anehnya, sampe saya rekam di video hp saya. Kalo udah kaya gini, saya jadi bingung, yang aneh anak kucingnya karena makan pepaya, atau orang yang mau nyuapin kucing pepaya, atau orang yang sampe videoin anak kucing makan pepaya?

finished.

nunik nurhayati

Wednesday, 30 March 2011

Ryosai Kentro : senggyo syuhu, kyoiku mama

Ada sebuah karikatur yang menggelitik tentang peran dan status ibu rumah tangga yang diangkat oleh Elizabeth B.Hurlock dalam bukunya Psikologi Perkembangan, 1994.Bisa jadi gambar itu mewakili pendapat sebagian besar perempuan tentang peran dan status ibu rumah tangga yang mereka anggap kurang adil dan kurang memberdayakan bagi kaum mereka. Para ibu ini merasa begitu dibebani oleh sedemikian banyak pekerjaan dan terjebak dalam rutinitas yang membuatnya frustrasi dan kelelahan. Belum lagi kurangnya apresiasi yang layak atas apa yang telah mereka lakukan, membuat mereka jadi menganggap diri tak berharga jika hanya menyandang status ibu rumah tangga semata.

Selanjutnya demikian menurut Hurlock:
Sikap yang tidak positif ini diperkuat oleh ”sindrom suami yang malas”. Sang istri marah melihat suaminya menganggap pekerjaan rumah tangga itu gampang dan dapat dikerjakan dengan bersantai-santai dan bersenang-senang, sedangkan ia bekerja dari pagi hingga malam, selama tujuh hari dalam satu minggu, terus menerus.

Sindrom suami yang malas digambarkan sebagai berikut: Suami pada akhir suatu hari yang ”panjang” di kantor yang ber-AC, ketika pulang tinggal minta minum, merebahkan dirinya dengan letih di kursi dengan koran di tangan atau di hadapan televisi. Sejam kemudian ia bangun untuk makan malam, mengeluh bahwa daging kurang matang, mencium pipi istri dan kemudian keluar rumah dengan tim bowlingnya, minum bir, pulang menonton televisi lagi, kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur. Sementara itu istrinya, yang telah bekerja sepanjang hari, mempersiapkan makanan, mencoba mengatur anak-anak supaya suami dapat beristirahat, menyuap bayi, menghidangkan makanan, mencuci piring, memberi makan anjing, memandikan anak-anak, meninabobokan mereka, memasukkan cucian ke mesin cuci, menyeterika, menonton televisi selama satu jam sambil menisik. Ini berlangsung hari demi hari. Suami merasa bahagia, tetapi istrinya lambat laun merasa kurang bahagia, tegang dan letih. (hal 272).

Berseberangan dengan apa yang dituliskan Hurlock, kaum Ibu di Jepang justru merasa bahagia, tersanjung dan dimuliakan dengan jabatan dan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Istilah Ryosai Kentro (istri yang baik dan ibu yang arif) menggambarkan suatu kebijakan yang memposisikan kaum wanita sebagai ‘penguasa rumah’, yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di rumah. Dari mulai pekerjaan- pekerjaan rumah tangga, masalah keuangan, dan pendidikan anak.

Bahkan mereka tak segan-segan mengundurkan diri dari karir mereka demi mengasuh dan mendidik sendiri anak-anak mereka di rumah. Rilis Kementerian Kesehatan-Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang tanggal 17 Maret 2004 mengungkapkan bahwa 61% ibu muda Jepang meninggalkan pekerjaannya diluar rumah setelah melahirkan anak pertama. Hal ini mungkin juga karena pandangan tentang peran ganda perempuan – yaitu sebagai ibu sekaligus wanita pekerja –dianggap sebagai chuto hanpa- alias peran tanggung, tidak populer di Jepang. Menjadi ibu manusia Jepang atau tidak sama sekali, itu pilihannya. Menjadi ibu rumah tangga dianggap sama profesionalnya dengan wanita pekerja Jepang- wanita tidak menikah/menikah tidak melahirkan anak yang bisa mencapai jabatan yang setinggi-tingginya apabila dia sanggup dan mampu.

Astronout wanita Asia pertama, bahkan mungkin yang pertama pula di , terbang dua kali dengan NASA, space-shuttle Columbia-Juli 1994 dan Discovery-Nov 98, adalah wanita Jepang, Dr. Chiaki Mukai. Menlu sekaligus Deputi Perdana Menteri dari negara super economic power sekaligus bangsa tersejahtera di dunia serta memiliki harapan hidup terlama, dan sedang berjuang meningkatkan peranan Jepang di Dewan Keamanan PBB, adalah seorang wanita, Yoriko Kawaguchi.

Motivasi utama para wanita Jepang yang memilih karirnya sebagai ibu rumah tangga profesional (senggyo syuhu) maupun sebagai ibu pendidikan (kyoiku mama) adalah untuk melaksanakan ikuji-meletakkan dasar pendidikan berperilaku sejak dini kepada anak-anaknya, terutama di masa-masa emas, yaitu pada usia tiga tahun pertama masa perkembangan pesat otak seorang anak.

Kyoiku Mama adalah istilah yang mengacu pada Ibu-ibu Jepang yang terus menerus mengembangkan bakat anak-anak mereka dan menyekolahkan mereka di Universitas terbaik. Seorang pengamat Jepang, Reingold, mendefinisikan Kyoiku Mama sebagai berikut : She becomes directly involved in and identified with the child’s succes or failure. Terjemahan bebasnya : Para ibu pendidikan itu secara langsung terlibat dalam kesuksesan atau kegagalan anak-anaknya. Dan mereka juga dinilai berdasarkan kesuksesan atau kegagalan mereka. Ibu-ibu pendidikan Jepang, Kyoiku Mama, mengajarkan disiplin, pengorbanan, kerja sama dan kesederhanaan di rumah. Sekolah, yang mengajarkan hal-hal akademis, tidak direpotkan lagi dengan masalah-masalah perilaku anak didik karena nilai-nilai luhur telah melebur dalam karakter setiap siswa sejak dari rumah.

Para ibu di Jepang memiliki gelar kesarjanaan yang mentereng, walaupun mereka ‘hanya’ bertugas mengurusi rumah. Mereka beranggapan bahwa pendidikan yang mereka tempuh selama ini tidak sia-sia yakni untuk memperjuangkan pendidikan anak-anak mereka ketimbang mengejar karir dan cita-cita. Jika mereka ditanya, “Mengapa berhenti bekerja. Apakah tidak sayang pendidikannya yang tinggi tidak dipakai?” gantian mereka bertanya, “Apakah di rumah itu tidak memerlukan pendidikan yang tinggi?”. Mereka lebih suka banyak tinggal di rumah untuk membuat makan siang, mencuci dan menyetrika seragam sekolah dan terus menerus memotivasi anak-anaknya untuk bekerja keras meningkatkan prestasi akademis mereka. Dan mereka lebih senang disebut sebagai wanita yang sukses dalam mencetak anak-anaknya yang berhasil, dan bukan karier mereka. Terbukti sistem ini sungguh berhasil dalam meningkatkan laju kemakmuran Jepang.

Tak heran jika anak-anak di Jepang , pria dan wanita, sangat sayang dan mengagumi ibu-ibunya. Sebagai jelmaan Dewi Amaterasu yang dipuja oleh bangsa Jepang. Kikunatara okasan ni naritai (kalau besar ingin menjadi ibu) adalah cita-cita anak perempuan Jepang yang mungkin langka dimiliki oleh anak-anak perempuan di Indonesia.

Di Indonesia, kebanyakan para perempuannya merasa sayang jika pendidikan tinggi mereka hanya berakhir di pekerjaan rumah tangga. Akibatnya anak Indonesia dari golongan ibu berpendidikan malah berada dalam haribaan para pembantu rumah tangga dan baby sitter. Karena kedua orang tuanya bekerja, anak-anak mereka diasuh dan dididik oleh pembantunya. Memang anak-anak itu bisa menyelesaikan pendidikan yang setinggi-tingginya dan mendapat dukungan finansial yang kuat. Tetapi ada satu hal yang berbeda yaitu: pola pikir dan jiwa mereka bukan duplikasi dari orang tuanya mereka – tetapi duplikasi dari pembantunya.
Padahal R.A.Kartini dalam salah satu suratnya juga berpendapat bahwa anak-anak perempuan perlu mendapat pendidikan adalah agar perempuan itu lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan oleh Alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu-pendidik manusia yang pertama-tama. (4 Oktober 1902 Kepada Tn Anton dan Nyonya. Habis Gelap Terbitlah Terang terjemahan Armijn Pane. PN Balai Pustaka 1985)

Simaklah pengalaman Mulia Kuruseng (www.Hidayatullah.com) yang meskipun tak memiliki gelar akademis tinggi, namun mampu mengantar 15 anaknya meraih gelar kesarjanaan, hanya dengan modal: IKHLAS.

Saya ingin mengajak para Ibu untuk berintrospeksi, melakukan flashback ke zaman para ibu kita dahulu. Bandingkan betapa banyak bedanya kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan generasi kita dan sebelumnya. Para Ibu kita dahulu mungkin jauh kurang berpendidikan dibanding kita sekarang, namun mampukah kita menghasilkan generasi penerus yang lebih baik daripada yang dihasilkan oleh ibu-ibu kita? Perhatikanlah, bahwa orangtua kita telah menjadikan kita seperti sekarang ini karena sikap hidup mereka yang PRIHATIN, DISIPLIN dan TANPA PAMRIH. Mereka mengajarkan nilai- nilai budi pekerti bukan melalui omongan tetapi tindakan. Melalui contoh dan teladan dalam sikap hidup sehari-hari. Dan itu lebih efektif bagi anak-anak untuk menyerapnya. Bukankah: orangtua berbuat, anak melihat. Orangtua melakukan, anak meneladan. Bagaimana dengan kita, para ibu generasi sekarang?

Jangan takut menjadi ibu rumah tangga. Jangan merasa rendah diri dan tak berharga karenanya. Semua itu tergantung dari paradigmanya, apakah kita menganggap peran dan status ibu rumah tangga sebagai kutukan atau sebagai berkat. Sebagai berkat, paling tidak sudah ada satu modalnya.

Sebuah studi yang dilakukan Pusat Kanker Nasional Jepang di Tokyo membuktikan orang dewasa yang beraktivitas secara rutin, baik melalui olahraga maupun bekerja, berisiko lebih rendah mengalami kanker tipe apa pun. Aktivitas fisik yang dimaksud antara lain adalah olahraga rekreasi, berjalan, pekerjaan buruh, dan pekerjaan rumah tangga.

Breast Cancer Research, sebagaimana dilansir dalam situs BBC mengatakan bahwa latihan fisik secara teratur, seperti lari, aerobik, atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang berat seperti berkebun, membersihkan perabot rumah dari debu, mengepel lantai dan membersihkan karpet dengan vacuum cleaner atau memasak, membersihkan rumah dan mencuci yang menghabiskan waktu rata-rata 16 hingga 17 jam setiap minggunya lebih baik ketimbang melakukan pekerjaan lain yang menguras fisik dalam menurunkan tingkat risiko terkena kanker payudara hingga 30 persen. Hal ini merupakan hasil studi selama 11 tahun terhadap 32.000 perempuan. Para peneliti lainnya yang telah melakukan riset ini terhadap 200 ribu wanita dari 9 negara bagian Eropa membuktikan bahwa mereka yang rajin beres-beres rumah lebih terlindung dari bahaya kanker ketimbang wanita yang hanya berolahraga.

Aktif di rumah dan mengerjakan segala kegiatan rumah tangga bagi wanita pra menopause dapat mengurangi risiko kanker sebanyak 29% dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif membersihkan rumah. Sedangkan bagi wanita yang telah menopause, kegiatan ini bermanfaat hingga 19%..

(tulisan ini copas dari beberapa blog yang tidak dicantumkan penulis awalnya.. buat yang uda nulis, Great! Mencerahkan. Walaupun gak 100% juga jadi Ibu rumah tangga, minimal mengingatkan untuk tidak jadi wanita karir 100%. Arigato gozaimas ^^ siap2 belajar jadi Ibu dan Istri yang baik..,Insyaallah)

Thursday, 24 March 2011

surat untuk laskar (calon) Pengajar Muda

salam kenal, terima kasih, dan selamat ^^

sebelumnya perkenalkan, nama saya nunik ex.FH UNS Solo angkt 2005, wkt itu dirrect assesment masuk kel 5 di kuningan Jakarta. yang saya inget dulu saya tes bareng sandra, icha, mila, neti, andi, yukiko, dan moha dari new zealand.

ini adl pertama kali saya meninggalkan jejak di group ini sejak sandra menginvite saya. dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas ada nya grup ini karena disinilah saya bisa banyak mengetahui informasi tentang keberlanjutan pengumuman tes dirrect asst.

Saya *tidak berani* menuliskan apapun di grup ini sebelum ada pengumuman resmi lolos atau tidaknya saya sebagai PM.hehe :D

entahlah, mungkin kategori tak bermental baja. tapi bukan itu, saya hanya lebih ingin menjaga perasaan teman2 yang lain dan perasaan saya juga.

Jika saya terlalu seru dalam grup ini, saya lolos, dan saya terlalu euforia, saya khawatir dengan perasaan tmn2 yang gak lolos.
Jika saya terlalu seru dalam grup ini,dan saya tidak lolos, maka saya akan down dan sedih..

Ok, itu perasaan yang terlalu berlebihan.
akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan grup ini sebagai pengumuman informasi terupdate dan kalo nnt sdh ada pengumuman lulus/tidak baru saya akan gabung. utopis yaa :) dan terlalu melankolis.

actually, itu bukan 'gw banget'.

waktu kuliah, temen2 dikampus mengakui bahwa saya adalah aktifis yang fear, supel, suka diskusi, visioner, dan peduli. hehe (narsis) ^^.

tapi saya gak tau kenapa sejak tes dirrect asst di kuningan, saya merasa gak ada apa2nya dibanding teman2 yang lain. wonderful, mereka orang2 hebat. anak muda yang visioner, berwawasan, dan prestatif. indonesia dijamin maju dah punya generasi kaya gini2.

Karena itulah saya jadi *minder* utk ikut2an seru di grup ini. dan saya yakin, saya gak akan lolos di IM. sebelum gabung di grup ini saya masih optimis, tapi setelah aktif menjadi pemantau di grup ini saya semakin realistis. ini generasi hebat2 banget yaa. saya mah jauh aja. Apalagi saat teman2 mulai mengumumkan lolos utk tes MCU. dan saya semakin yakin dengan tidak ada email yang masuk dari IM.analisa sy, ok sy gak lolos.

walaupun belum ada email resmi, saat itu saya yakin bahwa saya gak lolos dan cukup down karena harapan saya yang begitu besar terhadap IM ini. saya ingin berkumpul dengan orang2 hebat seperti teman2.
saya ingin menginspirasi "mutiara2 Indonesia" di luar sana utk berprestasi memajukan indonesia. dan banyak keinginan saya yang lain..

tapi saya inget bbrp kawan saya yang tidak lolos tahap I.. *mungkin ini rasa nya*. Padahal waktu itu saya bahagia karena saya lolos tahap I.
Saya juga jadi inget kedua orang tua yang sudah sepuh dan terbiasa tinggal di Jakarta, tapi sejak 2 tahun ini memutuskan tinggal di Solo karena saya dan adik saya kuliah di UNS. Artinya, kalo saya berangkat 1 tahun keluar Solo,siapa nnt yang menjaga orang tua saya, yang mengantar papah saya kontrol ke RS, dll. *Ok, saat itu saya menyerahkan semua ke Allah, keputusan apapun nnt, itu adl yang terbaik utk orang2 yang saya cintai*
Saya pun ingat rencana S2 saya tahun ini dan penataan saya utk menjadi akademisi (dosen), *walaupun saya yakin, S2 bisa tahun depan dan kesempatan jadi dosen masih terbuka lebar*

Tapi karena keaktifan memantau grup ini, saya sudah down sejak jauh2 hari.. dan saat hari ini saya menerima email dari Bpk Anis baswedan dan dinayatakn belum bisa gabung sebgai PM, saya gak down deh.. mungkin karena sudah pulih.. hehe ^^ jd biasa aja..
believe or not, 4 tes PNS yang saya ikuti thn kemarin tidak lolos, saya biasa aja. Tapi belum nerima email resmi IM saya gak lolos, saya udah down.. Indonesia Mengajar, passion dan semangat mu luar biasa!

oleh karena itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada grup ini dan teman2 yang aktif di dalamnya.. karena setiap kata2 yang ditorehkan mengibaskan energi positf tersendiri. dan itu sangat besar untuk menggebrak Indonesia menjadi lebih baik. (selain itu karena teman2 memberitakan tes MCU dan berita2 yang lain, saya jadi menyiapkan diri saya utk tidak lolos sejak jauh2 hari sehingga saya bisa menata masa depan yang lain)

dan saya pun mengucapkan SELAMAT kepada teman2 yang lolos khususnya kepada sandra dan neti (karena yang saya tahu, baru kalian ber2 yang lolos dan saya kenal kalian ^^)

Oya, saat ini, saya aktif menjadi asisten dosen di Universitas swasta di Solo. jika saya mengisi kuliah maka akan saya katakan kepada mahasiawa saya:
"jadilah kalian generasi hebat, generasi yang dinanti Indonesia, generasi yang memiliki passion utk berbakti pada negeri dengan potensi yang kalian miliki. Belajarlah pada kakak-kakak kalian yang menjadi Pengajar Muda di Gerakan Indonesia Mengajar. Merekalah potret generasi yang dinanti Indonesia untuk menggerakkan Indonesia menjadi lebih baik dengan inspirasi2 yang mereka tanamkan di pelosok negeri"

Sekali lagi, SELAMAT mengabdi, berbakti pada negeri. Sampaikan salam saya utk senyum2 tulus anak2 negeri.. ditunggu cerita2 inspiratif di blog pengajar muda ^^

Semangat. semangat. semangat.

*pesan utk pengelola Indonesia Mengajar*

kepada Mba/Mas yang baik,
mungkin akan terasa lebih menenangkan jika pengumuman yang tidak lolos diumumkan lebih awal. agar peserta yang tidak lolos tidak menanti terlalu lama dan bisa menata rencana2 masa depan yang lain lebih awal.
Kebetulan, karena saya mengetahui dari grup ini banyak teman2 yang mdpt email memberitahuakn lolos utk ikut MCU, sementara saya tidak mdpt email, maka saya sudah mempersiapkan diri utk menerima keputusan tidak bisa lolos menjadi PM sejak jauh2 hari dan saya pun mulai bergegas menata rencana2 yang lain.
Terima Kasih karena telah memberi kesempatan kepada saya utk mengikuti dirrect assesment. pengalaman luar biasa, saya bisa melihat potensi generasi2 hebat indonesia dan saya bisa kenal dengan mereka.
Semoga GIM terus maju untuk memajukan pendidikan Indoensia.

Salam hangat utk pengelola, pengajar muda, dan (calon) pengajar muda GIM.
Nunik Nurhayati.

##################

taraaaa...
ini dia coment2 dr orang2 hebat.
sayang kalo dibuang, jadi sekalian dipost buat jad arsip^^

• Arif Lukman Hakim: pertamax! :matabelo. nyimak dulu ya gan! hehe
Yesterday at 12:16am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: hoho :D monggo..
Yesterday at 12:17am • LikeUnlike

• Hani Smaragdina Syahrina Aniq: Nunik...ebuset panjang aje...dibaca yaa :D
Yesterday at 12:18am • LikeUnlike

• Arif Lukman Hakim: tulisannya mantep mbak nunik. santai saja mbak. apapun "seragam"-nya yang penting niatan pengabdiannya. tzaaah...
Yesterday at 12:21am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@hani; nulis nya di rapel soalnya..hehe
Yesterday at 12:22am • LikeUnlike

• Hendi Gunawan: Klo boleh jujur.. saya ingin menangis mba baca ini,.. Pelajaran untuk teman2 yang lain, sebenrnya kami IM kloter 1 jakarta, agak sungkan untuk bilang apapun mengenai kelulusan, maknya jakarta terlhat kurang eksis, karena kami memang tidak ingin meng ekspose euforia yang terjadi.. karena kami yakin pasti akan tersa agak menyakitkan ketika gagal.. Terimaksih atas apa yang disampaikan nunik.. Seharusnya satu kursi untuk kamu..
Yesterday at 12:22am • LikeUnlike • 2 peopleLoading...

• Hendi Gunawan Klo boleh jujur.. saya ingin menangis mba baca ini,.. Pelajaran untuk teman2 yang lain, sebenrnya kami IM kloter 1 jakarta, agak sungkan untuk bilang apapun mengenai kelulusan, maknya jakarta terlhat kurang eksis, karena kami memang tidak ingin meng ekspose euforia yang terjadi.. karena kami yakin pasti akan tersa agak menyakitkan ketika gagal.. Terimaksih atas apa yang disampaikan nunik.. Seharusnya satu kursi untuk kamu..
Yesterday at 12:22am • LikeUnlike

• Denik Madia: wow,,, geniallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll !
Yesterday at 12:22am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@arif: Yes Sir. sip. siap lakasanakan :)
Yesterday at 12:23am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@ mas hendi: kenyataan tetaplah kenyataan, harus diterima apapun itu keputusannya mas.. wajar sih menurut ku sedih diawal, yang penting tak lama setelah itu senyum dan bangkit kembali :) semangat.
Yesterday at 12:25am • LikeUnlike

• Hani Smaragdina Syahrina Aniq: Nuniiiikk, dangan cedii doong. cini cini berpelukan... :D
Yesterday at 12:26am • LikeUnlike

• Hendi Gunawan: Semangat aja mba nunik.. Semoga semua temen2 IM yang lolos baca tulisan mba nunik..
Yesterday at 12:26am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@denik: genial apa den? hehe..salam kenal ya
Yesterday at 12:30am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@hani: sedihnya uda dari kemarin2 han..sejak pengumuman tes MCU dan aku gak dapet email.. jadi sekarang uda biasa aja deh... hehe ^^
Yesterday at 12:31am • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Nunik Nurhayati: ‎@hendi: semangat. semangat. masa depan masih terpampang luas dihadapan..
Yesterday at 12:32am • LikeUnlike

• Hendi Gunawan: Iya mba nunik, makasih bgt udah nulis tulisan di atas.. cukup mewakili prasaan sayah.. hehe
Yesterday at 12:34am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: o..jadi sama ya qt hen?? hehe ^^ gpp.., semangat ajah. yakin aja ini adalah keputusan yang terbaik dari ALLAH.. InsyaAllah sebentar lagi akan ada kejutan yang terbaik utk kita dari ALLAH..
Yesterday at 12:40am • LikeUnlike

• Neti Owie RedLover: Nuniiik, finally i found u! Terharu nduk baca tulisan mu... Tetap smangat & berkarya di luar IM. *bighugforyou*
Yesterday at 5:02am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: netiiiiii.....congrats ya. keknya teknik mengajar dengan melempar bola kertas harus dipraktekin besok heehhe ^^ miss u net. aku tunggu cerita2 inspiratif di blog PM mu yaaa..
Yesterday at 5:28am • LikeUnlike

• Nay Joelian Nailufar: Nunik- salam kenal. Jgn berkecil hati, aq jg gak lolos kok. Walopun bgt qt tetap jd bagian dr grup ini.
Aq dh mengantisipasi kptsan it sjak pgmuman MCU, dan aq g dpt emailnya.
Aq akhrnya skrg mjdi pgajar muda jg walopun bkan di IM dan aq meni...nggalkan peluang2 lain yg ada, bahkan untuk s2.
Tetap smgat! Selalu ada jalan untuk org yg bsykur, sbr, n ikhlas...See More
Yesterday at 6:09am • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Nunik Nurhayati: ‎@nay: salam kenal juga nay.. waa...hebat.hebat.hebat. iyah, semoga kita senntiasa bersyukur, sabar, dan ikhlas agar jalan itu selalu terbuka lebar..
Yesterday at 6:27am • LikeUnlike

• Annisa Sya'roni: hmm panjang bener mb Nunik,..hehe. pasti semua keputusan Tuhan itu adalah yg terbaik mb u kita^^ n msh banyak kesempatan u mengabdi di luar sana tentunya :) rupanya sy g terlalu sedih dan kecewa spt mb, mungkin krn menurut sy bukan IM intinya..tapi kemauan kita u DO SOMETHING u pendidikan/ negeri ini :D dan sy benar2 meyakini bahwa Tuhan telah menempatkan kita dgn peran2 tertentu sesuai porsinya^^. smangaaat!
Yesterday at 6:39am • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Nay Joelian Nailufar: Nunik-Amin. Yg pntg enjoy ajah. Gak ada yg sia-sia kok.
Lets moving on gals.
Annisa- kalo km mah cocoknya dagangan jeng, hahaha... =P
Yesterday at 6:44am • LikeUnlike

• Annisa Sya'roni: ‎@Neil: weheee jadi enak nih , tau aje si Neil :P Amiiin ya Rabb, moga jadi pengusaha suskes biar bsk bs jadi donatur di sekolah2 yg membutuhkan :D. lg an smua profesi itu klo niatnya baik pasti akan bermanfaat kok bg sesama^^.selamat y Nei...l dh ketrima jd bu Guru :). jadi bnr nya ak suka jd Entrepeneur krn bisa membuat lapangan pekerjaan baru bg masyarakat..krn smp detik ini jumlah pengagguran di Indonesia masih akan trs bertambah lagi dan lagi..hmmSee More
Yesterday at 7:05am • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Khikmatul Islah:
SAMA...
PERSIS...
MIRIP...
SESUAI...
dengan isi hati saya ^^
...tadinya saya tak ingin mengungkapkan isi hati saya seperti ini di tengah-tengah begitu semangatnya kawan2...
tetapi sepertinya sudah ada yg mewakili isi hati ini yakni tulisan ini dari Mbak Nunik Nurhayati ^^
namun nasib saya sama seperti Mbak Annisa, belum mendapat email sampai skrg, hohoho...
dilihat dr grup ini sepertinya yg belum mendapat email kemungkinan belum lolos...
coba dr awal dikabari ttg lolos atau tidaknya, pasti perasaannya tidak sampai seperti ini...
tetapi ya sudahlah *Bondan & Fead2Black ^^
karena saya tipe orang yg terbuka maka sejujurnya saran dari Mbak Nunik kepada GIM itu sudah saya sampaikan ke HRD...
walaupun belum dibalas, yg penting saya sudah lega menyampaikan pendapat, saran dan masukan saya ^^

Untuk kawan2 yg belum lolos: GAMBARU, Tetap Semangat ^^
Siapa tahu setelah ini akan ada kejutan2 lain yg lebih baik lagi *ngarep.com :D
intinya akan ada 'rencana' lain yg lebih baik ^^

Untuk kawan2 yg lolos: Selamat dan sampaikan salam semangat kami utk 'mutiara2 Indonesia' di luar sana ^^

Untuk GIM: sesuai dengan email yg saya kirim ^_~

Go Islah Go Islah Go... *menghibur diri :DSee More
Yesterday at 7:15am • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Khikmatul Islah: ‎#melankolis mode:on
Yesterday at 7:16am • LikeUnlike

• Sarah Albar Waah nunik...kita satu kloter juga loooh...
Tetap semangat teman2 yg belum brkesempatan jd PM, masih bnyk cara mengabdi untuk negara ^_^ *menghibur diri sendiri jg*
23 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Nunik Nurhayati: ‎@annisa; iya nis..kmrn sempet down juga tapi cuma sbentar dan sekarang uda biasa aja..hehe :D sip. selama kita sehat jiwa dan raga disitulah kita punya kewajiban utk DO SOMETHING for the better Indonesia, Insyaallah..semangat.semangat.
23 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@nay: yoyo. semangat!
22 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: @Islah: hehe.. kalo saya mah gak ada maksud menuliskan yang tidak enak ditengah semangat teman2 yang lagi menggelora.. tulisan ini mah rapelan yang uda diniatin dari jauh2 hari.. xixixiix... wadu,jadi mikir nih takut menyinggung temen2 yan...g lain.. maaf yaa gak ada maksud sama sekali.. Yang penting, kita harus pandai mengambil hikmah dari setiap kejadian.. dan jangan takut utk berharap mendapat "kejutan" yg lebih baik. Karena kalo kita yakin pada Allah, maka kita (akan) percaya ada kejutan yang lebih baik utk kita. Semangat. semangat. semangat. Go Islah Go Islah Go ^^See More
22 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Khikmatul Islah betul...betul...betul... *gaya upin ipin
SEMANGAT ^^
Maaf jg klo menyinggung :D
22 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: oiya..sarah. aku inget deh. tapi mungkin karena kita gak pernah sekelompok pas tes jadi lupa2 gmn gitu.. iya..sip. semangat. yuk, mulai menata rencana lain dan semangat menjalankannya.. ^^
22 hours ago • LikeUnlike

• Bagus Bharata Handoko: speechless bacanya. makasih ya :) btw, Solonya di mana? sipa tahu sy ke Solo buat motret2 :D
22 hours ago • LikeUnlike

•Nunik Nurhayati: bagus, salam kenal ^^ makasih apanya ya gus?? hehe.. iya, Solonya di Gentan deket Laweyan. 25 Menit dari UNS. banyak objek foto menarik utk di foto loh gus. Di SOlo masih banyak bangunan2 tua gaya belanda, sisa2 benteng, pohon2 besar di sekitar keraton, dll.. Kalo mau keluar Solo dikit (tawamangu atau boyolali, pemabdangan alamnya bagus2..alami). Mari, Main ke Solo ^^
22 hours ago • LikeUnlike

• Bagus Bharata Handoko: Ya makasih buat suratnya. Menyadarkan aku biar gak over kalo nerima sesuatu yg asik (halah). woke, keep in touch ya. :)
22 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati :yuppy^^ keep potret2 ya gus..
22 hours ago • LikeUnlike

• Ikhsan Abdusyakur: Terima kasih mbak telah mengingatkan, semoga grup ini tetap menjadi wadah buat kita2 berbagoi mimpi dan inspirasi apapun latar belakang kita
22 hours ago • LikeUnlike

• Maisya Farhati: selamat berjuang ya teman2 semua...baik yang lolos maupun yang belum berhasil utk saat ini... insya Allah ini adalah skenario terbaik untuk kita. ikut seleksi IM adalah pengalaman yg sangat berharga dan mempertemukan dengan generasi mudah hebat! ^^
22 hours ago • LikeUnlike

• Sandra Prasetyo: mbak Nunik..nice to see you again..skali menulis, langsung jlegerr..dahsyat gini tulisanya. membuat kami tergugah dan semakin sadar diri. Msh banyak cara lain untuk mengabdi mbak, tdk hanya IM..yg penting Niat mbak sudah ikhlas,,,itu udah dicatat ma Allah kok, mgkn niat mbak l\jauh lbh dr kami..mgkn juga mbak nunik overqualified untuk jd pengajar muda, dan lbh cocok untuk mengabdi di bidang lain yg lbh sesuai..krn mgkn jg kami ini masih perlu banyak belajar lg lwt IM ini.
21 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Milastri Muzakkar: Nunik? yah..saya ingat. Meski sejenak bersama, saya ingat betul waktu seleksi tahap 2, Nunik begitu bersemangat mengeluarkan buku2 panduannya sebagai bahan untuk sesi micro-teaching. Saya bilang ke Nunik:"waduh...sy persiapkan ngajar IPS Se...jarah nih, padahal katanya blm ada spesialisasi sejarah di SD". Nunik bilang : nih, aku pinjemin buku panduan kalau mau" hehe... Nunik yang baik, teruskan perjuanganmu di manapun kamu berpijak. Baik melalui IM maupun wadah lainnya, kitalah yang melakukan perubahan itu. Semangat 100% ya...see u..See More
20 hours ago • LikeUnlike

• Prie Chan: Nunik sayang,,,tulisanmu benar2 touchy...memberi semangat buat teman2 yang lolos maupun gak lolos IM. Mengabdi gak harus di IM kok say,,,yuk kita mengabdi untuk masyarakat di sekitar kita dulu...yang di Solo maupun JOgja (bahkan) aku yakin masih banyak yang butuh sentuhan orang2 hebat seperti kamu....tetap semangat...tetap berkarya,,,tetap lanjutkan mimpi...karna TUhan akan memeluk mimpi2 kita...Thx for your note :*
14 hours ago • LikeUnlike

• Febrian Wahyu Hersanto: salam kenal untuk mbak nunik, kita sama2 wong solo juga, he..he..Alhamdulillah, sy juga udh dapat "email yang indah" dari Pak Anis baswedan, ...Insya Allah, meski blm lolos, sy pikir akan ada rencana terbaik dari Allah bagi kita untuk bisa mengabdi dan bermanfaat bagi orang lain,agama, bangsa , dan negara ini........untuk teman2 yang lolos jadi PM, saya ucapkan selamat berjuang dan salut buat teman2, smg sukses....
11 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Duddy Abdullah: salam kenal mba nunik, jadi inget ada yang bilang "it does not matter on which level you are in now, what matter is on which level you want yourself to be in" :)
10 hours ago • LikeUnlike

• Duddy Abdullah: I personally think being sincerely humble is one of the most challenging task and you have sincerely shown that humbleness :) keep up the good work mba and never stop learning to achieve the level that you set yourself to be in :)
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati hoho..baru hadir.. @ikhsan: iya, sepakat. apapun latar belakang, yang penting 1 tujuan for the better Indonesia. salam kenal ^^
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@maisya: salam kenal ^^ iyah, met berjuang temen2 semua. Tetep sehat ya..biar terus semangat
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@sandra: huwaa..sandra...makasih ya udah invite aku di grup ini ^^ sandra sukses yaa..jangan lupa baca buku2 SD sebelum ngajar.. hehe
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@mila: iyah, betul. waktu itu aku bawa buku pelajaran kelas 3 SD.. hehe ^^ penting juga sih buku, tapi anak2 di sana lebih butuh semangat guru2 yang enerjik. jangan lupa mil deketin kepala sekolah nya besok..hehe.. inget kan FGD wktu itu..
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@prie chan: salam kenal ya.. masih di jogja?? wah deket kita mah, 1jam naik parameks..yuk main ke solo.. hehe ^^ iya sepakat. skenario Allah itu pasti sempurna dan terbaik utk hamba2 Nya.. yuuk,,tetep semangat berkarya :)
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@febrian; waa..orang solo juga.. tapi ngungsi ke jogja ya?/ hoho.. iyah, aku juga yakin akan ada rencana terbaik dari Allah bagi kita untuk bisa mengabdi dan bermanfaat bagi orang lain,agama, bangsa , negara, dan yang pasti orang tua, keluarga dan orang terdekat di sekitar kita.. ^^ yoyo. semangat. semangat.
10 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@dudy: yup. sepakat banget. _humbleness_ it's the true greatness. succes for you duddy, nice to meet you ^^
10 hours ago • LikeUnlike

• Fairuz Nadya :undangan ke solonya seriusan nie?
9 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati monggo nadya..^^
2 seconds ago

• Arif Lukman Hakim: siap di arsipkan nih. hehe... semangat terus pokoknya. mbak kan juga udah ngajar tho? berarti mbak juga udah menjadi bagian dari Indonesia Mengajar dong... hehe
Yesterday at 12:23am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: hehe. betul. Insyaallah akan terus mengajar. Kalo gak ngajar anak orang, Insyaallah ngajar anak sendiri besok.. hehe ^^ salam kenal arif,
Yesterday at 12:39am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎(tadi post pake doc gak bisa2, terus lgsg di share aja di coment) eh ternyata mucul dua2 nya.. maaf ya mas/mba admin jadi dobel2. ^^
Yesterday at 12:43am • LikeUnlike

• Winwin Windarti: halo mbak nunik,, salam kenal
wah wah semangat mbak, kita senasib, hehehe
lets keep moving on... :D
Yesterday at 1:37am • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@winwin: yuppy. salam kenal juga. semangat n lets keep moving on ^^ caiyyo
Yesterday at 5:29am • LikeUnlike

• Furiyani Nur Amalia: haayyy, Nuniik, salam kenall..keep on your spirit yaa..bangga dan salut bisa kenal dirimuu :) Just Believe God is the great Direectoor
Yesterday at 6:43am • LikeUnlike

• Matilda Narulita: ‎"jadilah kalian generasi hebat, generasi yang dinanti Indonesia, generasi yang memiliki passion utk berbakti pada negeri dengan potensi yang kalian miliki." >> merinding sama kalimat ini. huaaaaa.. keren banget mba Nunik. salam kenal yaaa.. semoga kita bisa berkarya semaksimal mungkin, dimanapun itu :)
21 hours ago • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Indarta Kuncoro Aji: Kita satu kelompok donk
20 hours ago • LikeUnlike

• Devi Trias Tuti: salam kenal.. sama banget sama yang saya alami..hehe.
"believe or not, 4 tes PNS yang saya ikuti thn kemarin tidak lolos, saya biasa aja. Tapi belum nerima email resmi IM saya gak lolos, saya udah down" => sammaaaa bgt, hehehe
Ikhlas dan teta...p Semangat!!!See More
7 hours ago • LikeUnlike

• Denik Madia :
harapan dan kesempatan selalu ada..
kesempatan kedua yang sama..
atau kesempatan lain yang berbeda yang engga kalah baiknya...

ayow,, yang lagi down jangan lama2,,,
...bangkitkan semangatmu... ^^See More
6 hours ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@furi: salam kenal juga furi ^^karena skenario Allah pasti sempurna..
about an hour ago • LikeUnlike • 1 personLoading...

• Nunik Nurhayati: ‎@matilda: iyah, salam kenal juga ^^ pasti, berkarya. selalu. dimanapun dan kapanpun, insyaAllah.. :)
about an hour ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@Indarto: kayanya iya..tapi pas tes kayanya ga pernah sekelompok ^^ jd gak engeh2 banget deh..
about an hour ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@denik: iya den, semangat!! down boleh, wajar..tapi jgn lama2 ^^ diambil hikmahnya, dn nnt akan ada kejutan yg lebih baik, insyaAllah..
about an hour ago • LikeUnlike

• Nunik Nurhayati: ‎@devi: salam kenal juga dev.. ^^ iyah, sama yaa?? hehe.. sip, ikhlas dan ttp semangat.
about an hour ago • Like

Saturday, 5 March 2011

teori -Hierarchy of Needs- nya Pakde Maslow

Pagi ini telp-telp-an sama ariana panjang kali lebar.
Dari ngomongin kaki sampe masa pensiun. haha :D
Oiya, kaki nya ari keseleo uda seminggu ini, padahal dia lagi sibuk stase ko-as di RS.
>>dokter yang lagi sakit dan belum memeriksakan dirinya di rumah sakit, tetep memeriksa pasien yang sakit di rumah sakit<< (hebat.hebat.aneh) hehe..

Ok, tentang pakde Maslow ini saya dapat kabar nya dari ari.
Gara-gara nya saya cerita tentang kebutuhan saya utk bersosialisasi aktif dalam komunitas khusus utk bisa mengaktualisasi diri ditengah masa transisi yang tak penuh kepastian ini.
example komunitas sanggar melukis, menyanyi, memasak, merias, atau menulis.
*akhir2 ini, otak kanan saya yang selama ini pasif tiba2 mulai menunjukkan tanda2 aktif.
(ok, itu gak penting dan gak usah digubris)

Ari bilang, kalo itu ada di teori nya pakde maslow tentang hierarki kebutuhan.
Itu artinya, kebutuhan yang saya rasakan saat ini adalah normal sebagaimana manusia2 yang lain.
amin..amin.berarti masih normal.. khawatir labil. hehe ;p

Dan ini dia katanya pakde Maslow:

Interpretasi dari Hirarki Kebutuhan Maslow yang direpresentasikan dalam bentuk piramida dengan kebutuhan yang lebih mendasar ada di bagian paling bawah.

Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kebutuhan Fisiologis atau dasar. Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan /rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan. Contoh seperti bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya

3. Kebutuhan Sosial. Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.

4. Kebutuhan Penghargaan. Contoh pujian, piagam, tanda jasa, hadiah dan banyak lagi yang lainnya.

5. Kebutuhan Aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.

sepakat.sepakat.
Tapi, kalo harus dihierarkikan kayanya gak pas juga. karena kan disetiap masa nya kebutuhan-kebutuhan itu saling melengkapi dan tidak harus hierarki. Banyak juga

Misalnya, Sebagaimana yang telah disepakati oleh semua orang, bahwa manusia itu adalah makhluq sosial, seorang bayi sangat membutuhkan hubungan baik dengan kedua orang tuanya sebelum dia mendapatkan apa-apa. Tanpa adanya mawaddah dan rahmah sang bayi mungkin tidak akan disusui. Itu apa artinya ? yakni bahwa kebutuhan sosial bisa saja mendahului kebutuhan akan makan dan minum sesorang. Dalam hal ini mungkin Maslow beranggapan bahwa, manusia lahir ke dunia, terus tumbuh dan berkembang, kemudian dia memasuki jaringan sosial. Pada hal seorang individu semenjak konsepsi dia sudah berada dalam naungan sistem sosial dan sistem keamanan. Itu artinya kebutuhan sosial mendahului kebutuhan lainnya.

Secara logika teori kelima kebutuhan yang dikemukan oleh Maslow tersebut sangat betul. Akan tetapi dalam realitas yang kita temui dalam kehidupan masyarakat tidaklah seperti piramida tersebut adanya. Dalam kehidupan keseharian siapa saja orangnya, sebagai contoh kebutuhan akan keamanan dan keselamatan selalu saja berbarengan dengan kebutuhan lainnya. Tidak mungkin seseorang akan makan sesuatu kalau tidak mengandung ketentuan “aman” dan atau “baik”. Atau seorang ibu tidak akan memberikan makan kepada bayinya kalau tidak dalam kondisi dan situasi aman. Orang akan menempuh jalan-jalan yang aman untuk menghilangkan rasa lapar dan haus.

Dengan demikian kebutuhan manusia akan sulit kalau dikelompokan berdasakan hirakhisnya ataupun berdasarkan urutan fungsi dari kebutuha itu. Hanya mungkin dapat dikelompokan berdasarkan jenis objek materianya. Apalagi secara transendental dapat saja membingungkan Maslow sendiri.

ok, beberapa paragraph diatas copas dari http://jalius12.wordpress.com/2010/06/29/realitas-piramida-maslow/.

Dan saya pun bingung memahaminya..

***

Tapi kata mahasiswa psikologi yang saat saya sedang memosting tulisan ini sedang berada di sebelah saya, maksud dari hierarki nya pakde maslow, intinya kalo kebutuhan fisik kita yang paling dasar belum terpenuhi, otomatis kita akan lebih sibuk mencari kelengkapan nya itu. misalnya laper. kan, kalo orang laper bakal nyari makanan kan dibanding maju kedepan untuk pidato berapi-api sebagai aktualisasi. Jadi memang kebutuhan dasar atau fisiologis itu harus terpenuhi untuk mencapai yang lebih atas. Walaupun setiap individu itu tidak dipungkiri memiliki kecukupan kebutuhan fisiologis yang berbeda-beda. MIsal kita merasa orang lain belum cukup dengan porsi makan setengah piring, tapi orang tersebut merasa sudah cukup dan siap utk memenuhi kebutuhan yang lain diatasanya.

Yang bisa melihat kecukupan diri kita adalah kita sendiri bukan orang lain. Sebenernya manusia hidup itu tergantung pikirannya. Dan psikologi adalah ilmu yang abstra.

**

OK, semakin bingung.

Tapi gak usah ikutan bingung,

Kalo saya simpulkan, kebutuhan yang dikategorikan pakde ada 2, fisik dan jiwa. Kebutuhan fisiologis jelas adalah kebutuhan fisik sedangkan kebutuhan keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri adalah kebutuhan jiwa.

dan saya fikir dua kebutuhan itu harus sama-sama dipenuhi secara seimbang dan saling melengkapi.

Mari menyehatkan jiwa dan raga dengan makan makanan sehat, olahraga yang teratur, belajar ilmu yang bermanfaat, bersosialisasi dengan masyarakat dan ibadah yang benar dan berkelanjutan.

>>membumilah karena kita di bumi dan biarlah langit tetap menjadi langit<<

Dan kesimpulan saya pun gak nyambung dan lebih membingungkan.

haha :D

Oke.

Bahagialah, karena bahagia itu adalah pilihan.

Selamat memilih ^,^

sekian_