Friday, 1 April 2011

Gerakan 1 rumah, 1 pohon Pepaya

Beberapa tahun belakangan ini, cuaca tidak menentu. Pagi cerah, siang panas menyengat, dan sore hujan deras. Tapi saat ini kita gak akan ngomongin perubahan iklim.

Inspirasi pohon pepaya ini saya dapat dari Ibu saya yang suka bertanam. Sudah 2 tahun ini kami sekeluarga pindah ke Solo. Karena hoby Ibu saya yang suka bertanam didukung lahan kosong yang cukup lebar, akhirnya cita-cita nya yang selama ini terpendam bisa teralisasi juga. Maklum, rumah yang di Jakarta hanya ada tanah didepan rumah selebar 30 cm. Itu juga sudah tumbuh beberapa pohon kecil dan 2 pohon anggur yang merambat dengan lebat dan ada buahnya walaupun tumbuh tak sempurna. Ok, tapi saat ini kita juga gak ngomongin pohon anggur depan rumah saya ^-^.

Kali ini saya akan membahas tentang pohon pepaya dan segala rupanya. Semenjak Ibu saya menebar biji pepaya bangkok dibelakang rumah yang di solo, hampir sering (walaupun gak setiap hari) saya memakan buah pepaya, lalapan daun pepaya, minum jus pepaya, atau makan nasi dengan sayur dari pepaya, daun pepaya, atau bunga pepaya. Dan masih banyak lagi ragamnya, termasuk sering disuruh tepatnya dipaksa Ibu saya manjat tangga yang cukup tinggi dan hampir reot utk ngambil buah pepaya. (hoshhh -.-' menakutkan..)*ps: saya agak takut kalo uda disuruh naik2 kaya gitu, tapi itung2 olahraga sambil berbakti pada orang tua, agama, nusa, dan bangsa. Amin..

Saya pribadi ingin menginisiasi jika setiap rumah minimal ada 1 pohon pepaya. Ada beberapa alasan pendukung yang akan saya utarakan:

1. Dari segi penanaman dan pertumbuhan:

a. pohon pepaya ini mudah sekali tumbuh. Cukup digembur-gemburkan dikit tanahnya, sebar deh biji pepaya nya. (pesen sponsor: tebarlah biji dari buah pepaya yang bagus misal pepaya bangkok yang besar, merah dan manis). Yang penting gak dimakanin ayam tetangga atau ikut kesapu. Kalo sering ujan, gak perlu disiram, tapi kalo gak ujan, siramlah sekali-kali. 1 lagi yang penting, jangan lupa berdoa pada Allah SWT biar pepaya nya tumbuh dengan sempurna karena bagaimanapun Allah adalah Maha Pencipta. Dalam hitungan bulan, pohon pepaya mulai tumbuh besar dan mulai tumbuh bunga pepaya dan akhirnya gerombolan buah pepaya mulai bermunculan dan tunggulah sampai besar dan kemerahan baru dipetik.

b. Dari beberapa pohon pepaya dibelakang rumah yang menjadi objek pengamatan saya, pohon pepaya hampir tidak pernah terserang penyakit. Pernah sih waktu musim wereng padi, karena depan rumah saya langsung sawah (orang), akhirnya beberapa buah pepaya jadi ada putih2 nya. Tapi kan itu Cuma kulit nya aja ya, buahnya masih bagus kok. Subhanallah ya, Allah itu menciptakan kulit buah dengan segala kesempurnaannya. Kalopun buahnya gak sempurna, itu bukan karena penyakit, tapi karena kita keduluan burung atau kalong, atau hewan yang bisa terbang yang memakan sebagian buah pepaya yang sudah matang. Itu kata Ibu saya karena saya tidak pernah liat langsung kejadian itu. Soalnya dulu pernah disuruh metik dan buahnya udah agak2 bonyok gitu..tapi karena Ibu2 tetaplah Ibu2, maka buah pepaya itu tidak dibuang oleh Ibu saya. Melainkan hanya dipotong bagian yang ”bonyok” dan yang masih bagus disuruh makan anak-anaknya (saya). Ya gapapalah, berbagi pada sesama makhluk Allah.

c. Buah pepaya akan terus tumbuh yang penting sabar nunggu mateng di pohon aja. Tidak seperti buah mangga, duren, ataupun rambutan yang berbuah jika musimnya. Buah pepaya akan terus tumbuh. Bahkan jika sudah terlalu tinggi, pohon pepaya itu bisa ditebang dan tetap akan tumbuh dengan ketinggian yang kita inginkan. (hal ini efektif sehingga gak perlu naik2 tangga).

d. Beberapa literatur menyebutkan, pohon pepaya bisa hidup sampai usia 25 tahun atau lebih, namun produksi buah tertingginya pada usia 2-3 tahun. Menurut pengalaman para petani di Malang, pada usia lima tahun produktivitasnya sudah jauh menurun dan pohonnya mudah mati karena berbagai hal. Karena itu, para petani umumnya membongkar tanamannya setelah berusia sekitar empat tahun.

2. Dari segi pemanfaatan menjadi panganan, Pohon pepaya dari buah, bunga, dan daunnya, dapat disulap menjadi panganan yang sehat, enak, dan murah meriah. Dari minuman, dessert, cemilan, sampai sayur pelengkap nasi. Berikut beberapa resep yang menggunakan bahan2 tersebut:

a. Lalapan daun pepaya: cukup direbus setelah sebelumnya diremas2 garam biar gak terlalu pahit. Kata tetangga sih, pas direbus dicampur tanah liat biar gak pait. Belum pernah nyoba sih, tapi kalopun pait2 dikit, gapapalah.. katanya kalo makan daun pepaya kulit kita gak bakal digigit nyamuk karena darahnya pahit, mungkin ini yang membuat kulit menjadi halus. (tapi maaf ya itu gak valid, Cuma kata orang, belum dibuktikan secara ilmiah)

b. Tumis daun pepaya: daun pepaya yang sudah diremas2 garam dan direbus, dipotong2 dan ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabe, tomat, ebi, gula, garam, dan bumbu2 lainnya. Kalo di tambah ikan teri tau udang lebih enak.

c. Tumis bunga pepaya, bumbu sama seperti tumis daun pepaya..

d. Sayur pepaya pedas: pepaya yang masih mentah diiris memanjang seperti korek dan dibumbu santan pedas. Biasa dimakan bersama lontong atau ketupat. Kali ini saya gak tau bumbunya apa.. haha, maaph :D :D

e. Sayur pepaya gak pedas : pepaya yang masih mentah dipotong tak berukuran dengan bumbu yang sama, masih dikuah santan, tapi gak pedas. Biasa dimakan pake nasi.tapi kali ini saya juga gak tau bumbunya apa.. hehe

f. Sayur asam2 pepaya : pepaya yang masih mentah, dipotong dadu, dicampur daging atau kikil sapi yang telah dipotong2 juga, ditambah buncis dan potongan dadu wortel, dibumbu kecap gak pake santen. Saya juga kurang tau bumbunya apa. Tapi ini enak banget.. recomended. Keluarga saya suka banget sayur ini. Dan ini adalah resep andalan Ibu saya kalo tukang sayur gak lewat. Artinya tinggal metik pepaya mentah dan suami dan anak-anaknya tetap bisa makan nasi pake sayur.. My mom, I luph U pull dah. ^-^ *saya gak tau kenapa namanya asam2 padahal rasanya manis pedas dan gak asem2 banget. Tapi sayur ini cukup terkenal di Solo.

g. Manisan buah pepaya: Jika buah pepaya masih ”mengkel” atau sudah merah tapi keras, bisa dibuat manisan. Buah pepaya dipotong sesuai selera, kemudian disiram air gula yang masih panas dan diamkan sampai dingin. Lakukan berulang 2-3 kali. Bisa langsung dimakan atau ditambah kuah asinan (cabe merah, gula jawa/pasir, garam, cuka/asam jawa sedikit, dan air). Jadi rasanya, manis pedes asem gimana gitu.. dimakan abis dari kulkas di siang hari..hmmm

h. Buah pepaya yang masih mengkel juga enak buat dimakan sama bumbu rujak atau dibuat rujak serut. *PENTING: Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

i. Buah pepaya yang sudah matang bisa dimakan langsung atau dikupas kulitnya dan dibagi dua, dibersihkan bijinya dan dimasukkan adonan puding didalamnya. Tunggu sampai dingin dan pepaya dipotong dengan cantik. Anak kecil yang gak suka pepaya jadi bisa suka dengan pepaya yang dikreasikan.

j. Jus Pepaya: pepaya yang sudah mateng diblender bersama gula dan air. Atau bisa juga dimix dengan buah lainnya seperti jambu biji, perasan jeruk nipis, atau mangga.

k. Jamu daun pepaya: kayanya dari perasan daunnya, tapi kali ini Ibu saya gak pernah buat, ini Cuma kata tukang jamu yang sering lewat depan rumah kalo jamu pait itu ada sari daun pepaya nya dan itu bagus buat Ibu menyusui. Hehe, belum pernah nyoba, gak sanggup ngerasain pahitnya..

l. Katanya ada juga ya kripik pepaya? Wah ini belum tau deh, tapi kayanya kalopun ada harus dibuat pake mesin berteknologi canggih. Kata adik saya yang kuliah di Ilmu Teknologi Pangan kripik buah harus di keringkan apa diapain gitu pake mesin. Ribet deh pokonya..ini mah beli aja.. haha :D :D

m. Daun pepaya bisa digunakan untuk membungkus daging sebelum di masak karena enzim papainnya mampu mengempukkan daging.

3. Dari segi gizi dan kandungan didalamnya (full copas dari berbagai sumber):

a. Kandungan gizi pepaya:

Pada tahun 1992, The Center for Science in the Public Interest (CSPI) di Washington AS meneliti manfaat kesehatan dari 40 jenis buah. Penilaian didasarkan pada sumbangan dari sembilan jenis vitamin, potasium, dan serat pangan yang terkandung pada masing-masing buah terhadap angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG).

Dari penilaian tersebut, pepaya telah ditetapkan sebagai buah yang paling menyehatkan, kemudian disusul oleh cantaloupe, stroberi, orange, dan tangerine.
Hasil penelitian CSPI tersebut tentu sangat menggembirakan. Sebab, selain bergizi dan menyehatkan, pepaya juga dikenal sebagai buah yang murah harganya dan enak rasanya. Varietas yang beragam dan ketersediaannya sepanjang tahun turut memperkokoh posisi pepaya sebagai buah idola.

Buah pepaya matang sangat unggul dalam hal betakaroten (276 mikrogram/100 g), betacryptoxanthin (761 mikrogram/100 g), serta lutein dan zeaxanthin (75 mikrogram/100 g). Betakaroten merupakan provitamin A sekaligus antioksidan yang sangat ampuh untuk menangkal serangan radikal bebas.

Vitamin A yang diperoleh dari 100 g buah pepaya matang berkisar antara 1.094-18.250 SI, tergantung dari varietasnya. Sementara betacryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin lebih banyak berperan sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya kanker dan berbagai penyakit degeneratif.

Sumbangan vitamin yang sangat menonjol adalah vitamin C (62-78 mg/100 g) dan folat (38 mikrogram/100 g). Kadar serat per 100 gram buah masak 1,8 gram. Serat pepaya sangat dikenal manfaatnya dalam memperlancar proses buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit. Satu potong pepaya berukuran 140 gram mampu memberikan sumbangan vitamin C sebanyak 150 persen dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari (AKG), serta sumbangan serat sebanyak 10 persen dari AKG.

Komposisi mineral pada buah pepaya matang sangat bagus, yaitu dominan potasium (257 mg/100 g) dan sangat sedikit sodium (3 mg/100 g). Rasio potasium terhadap sodium yang tinggi sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya hipertensi. Mineral lain yang terkandung dalam jumlah lumayan adalah kalsium, besi, magnesium, fosfor, zinc, dan selenium. Keunggulan lain dari buah pepaya adalah rendah lemak, tanpa kolesterol, rendah sodium.

Tabel. Komposisi gizi buah pepaya masak, pepaya muda, dan daun pepaya per 100 gram

Zat Gizi

Buah pepaya masak

Buah pepaya muda

Daun pepaya

Energi (kkal)

46

26

79

Protein (g)

0,5

2,1

8,0

Lemak (g)

0

0,1

2,0

Karbohidrat (g)

12,2

4,9

11,9

Kalsium (mg)

23

50

353

Fosfor (mg)

12

16

63

Besi (mg)

1,7

0,4

0,8

Vitamin A (SI)

365

50

18.250

Vitamin B1 (mg)

0,04

0,02

0,15

Vitamin C (mg)

78

19

140

Air (g)

86,7

92,3

75,4

Sumber: Direktorat Gizi, Depkes RI (1992)

b. Manfaat daun pepaya untuk kesehatan tubuh:

1) Sebagai Obat jerawat. Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker. Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.

2) Manfaat Memperlancar pencernaan. Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.

3) Menambah nafsu makan Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.

4) Demam berdarah Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja. Bintang sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!

5) Nyeri haid. Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.

6) Anti kanker. Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).

7) Sakit keputihan. Ambil satu lembar daun pepaya, satu potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya. Selanjutnya daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan disaring kemudian diminum satu kali sehari satu gelas dan dilakukan secara teratur.

8) Mencegah demam nifas. Sehelai daun pepaya muda dicuci, iris-iris, rebus dengan gula aren dan segelas air sampai airnya tinggal 1/2. Minum sekaligus segera setelah melahirkan selama dua hari berturut-turut.

9) Melancarkan haid. Dua helai daun pepaya dicuci, tumbuk halus sambil diberi 1/4 gelas air, peras, beri garam. Minum sekaligus satu kali sehari.

10) Melancarkan ASI. Beberapa helai daun pepaya dicuci, layukan di atas api. Hangat-hangat ditaruh di sekeliling payudara.

11) Malaria dan demam. Tumbuk daun pepaya muda hingga menjadi 1/2 gelas, tambahkan air 3/4 gelas dan garam, peras, saring. Minum 3 kali sehari; lakukan 5 hari berturut-turut. Atau ambil beberapa helai daun pepaya kemudian dicuci, setelah itu direbus dengan dua gelas air hingga airnya tinggal setengah gelas. Lalu diminum sedikit demi sedikit sepanjang hari hingga habis.

12) Malnutrisi. Satu lembar daun pepaya direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Kemudian diminumkan pada balita 2 sendok makan setiap hari.

13) Flu. Cuci tiga helai daun pepaya muda, lumatkan, peras, beri garam. Minum dua kali sehari untuk anak-anak, dan empat kali sehari untuk dewasa.

14) Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan daun pepaya bersifat antitumor atau kanker.
Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan. Sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.

15) Daun pepaya juga mengandung berbagai macam zat, antara lain vitamin A, B1, kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, dan air. Selain itu Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Bahan-bahan tersebut biasanya dipadukan dalam bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

c. Manfaat buah pepaya untuk kesehatan tubuh:

1) Pelangsing Tubuh: Buah pepaya punya khasiat menguruskan tubuh. Dengan rajin mengkonsumsi pepaya muda dapat menghasilkan enzim dua kali lipat dari pepaya matang. Nah, enzim tersebut berperan sebagai pengurai lemak dalam tubuh kita. Enzim itu juga mengurai protein lebih baik serta melenyapkan daging berlebih.

2) Awet Muda: Kadar vitamin C dalam pepaya adalah 48 kali lipatnya buah apel. Pepaya juga aktif sebagai detoksifikasi sehingga dapat menyegarkan kulit dari dalam. Pepaya juga dapat mendorong proses metabolisme kulit. Pepaya juga baik melumerkan lapisan kulit dan zat tanduk penuaan yang timbul dipori-pori sehingga kulit lebih kencang dan cerah. Jadi, mulai sekarang rajin-rajin saja pakai masker buah pepaya atau facial pepaya.

3) Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.

4) Buah pepaya mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerba protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.

5) Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi julah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.

6) Pepaya bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

7) Pepaya juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.

8) Pepaya berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan.

9) Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.

10) Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.

11) Pepaya terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.

12) Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

Sekian pemaparan tentang papaya dan segala rupanya yang sangat panjang. Semoga dibaca, terinspirasi dan mulai menanam pohon pepaya di rumah. Atau minimal minta tolong tetangga buat nanem pohon di rumahnya. Soalnya kalo harus usul ke Pemerintah yang terhormat dan menunggu kebijakan menanam 1 rumah 1 pohon pepaya dibuat, kelamaan birokrasinya. Waktu untuk membuat sebuah regulasi sama kaya numbuhin pohon pepaya sampe berbuah.

Yuk, Nanem pohon pepaya.. ^-^

Demi generasi bangsa Indonesia yang sehat, cerdas, good looking. Haha :D good looking mah urusan gen dan takdir yaaa

*Ps: Selain manfaat nya yang sangat banyak, saya juga agak aneh dengan buah pepaya karena anak kucing dirumah saya, suka makan buah pepaya asal disuapin. Saking anehnya, sampe saya rekam di video hp saya. Kalo udah kaya gini, saya jadi bingung, yang aneh anak kucingnya karena makan pepaya, atau orang yang mau nyuapin kucing pepaya, atau orang yang sampe videoin anak kucing makan pepaya?

finished.

nunik nurhayati

1 comment: