Friday, 9 November 2012

Umar r.a kpd Istrinya

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman Khalifah Umar bin Khatab r.a. Ia ingin mengadu pada Khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun.

Dari dalam rumah terdengar istri Khalifah Umar bin Khatab r.a sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terd
engar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Khalifah Umar bin Khatab r.a yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya.

Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari.

Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liukan yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja dan berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaiannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Khalifah Umar bin Khatab r.a paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Khalifah Umar bin Khatab r.a kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Khalifah Umar bin Khatab r.a ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

sumber: majalah hadilla

Thursday, 8 November 2012

tata boga *6 tahun lalu..

Allah itu paling tahu apa yang terbaik untuk kita..
waktu saya semester 3 saat S1, sekitar tahun 2006, saya bilang ke keluarga saya kalau saya mau keluar dari fakultas hukum UNS untuk spmb lagi ambil jurusan boga di UNJ, Jakarta..
Respon keluarga saya, biasa saja..artinya biasa tidak ditanggapi. haha :D 
malah dicermahin panjang kali lebar kalo tata boga itu nnt bisa les, jadi kuliahnya dislesaian dulu. 
Karena tidak direstui, yauda..life must go on kan.. kuliah must go on juga, termasuk jadwal rapat lembaga kampus yang lebih banyak dari pada jadwal kuliah.

tapiii.. Pas saya inget2, Ibu saya itu bawain saya panci2 stainles buat di kos, lengkap sama kompor hock yang belinya dijakarta dan bawa pake kereta (padahal di solo banyak banget yang jual). dibawain juga magic com ukuran besar, teflon, sampai panci listrik. 
pernah waktu pengen banget bikin klepon, tapi karena males ke dapur, akhirnya semua cukup dilakukan di kamar. bahan lengkap, panci listrik ada, dan ternyata jadinya banyak, sebagian dibawa ke pengajian. hehehhehe..ternyata pada suka, gak tau aja mereka bikinnya gimana. haha :D maaph sodara2 insyaallah higienis.
paling sedih adalah saat idul adha gak bisa pulang, alhamdullilah ada beberapa penghuni kos yang senasib sepenanggungan jauh dari tanah rantau. akhirnya malam idul adha ngebungkus beras pake plastik dan direbus 4 jam di magic com. besok paginya..yeee punya ketupat (*plastik) buat lebaraannnnn~wlaupun gak sehat plastik itu direbus :p. sayurnya, gak harus opor kaannn.. 1 kaleng sarden dengan air yang agak banyak dan dikentalkan sedikit dengan maizena... cukup untuk 5 orang penghuni kos yang berlebaran dengan penuh kesyukuran dan kebahagiaan.. :)
yang gak saya habis fikir waktu itu saya pernah menerima pesanan sekitar 50 risoles dan 50 roti goreng rogut wortel untuk sebuah acara kampus. bukan keuntungan yang saya fikirkan saat itu, tapi hasil masakan saya bisa berhasil terlaksana dan layak makan.hehe..
prinsip saya waktu itu (dan sepertinya masih sampai sekarang), memasak masakan enak adalah bukan karena bahan dan alat yang lengkap. namun gimana dengan bahan yang ada dan alat yang terbatas, bisa jadi masakan yang dimakan bersama dengan penuh rasa syukur dan hati yang senang, insyaallah sehat dan mengenyangkan :,)

tahun ini, 2012... 6 tahun berlalu.
saya semester 3 (lagi)... dan saya bisa ikut pelatihan tataboga tanpa perlu saya bilang ke orang tua saya untuk keluar dari kuliah,,hehe.. free, full a month (19 oktober-19 november, insyaallah) semoga istiqomah..gak banyak bolos, bisa fokus, dan totalitas dlm mengikuti pelatihan.
Bahagia? jelas, Insyaallah.. walaupun lelah karena full jam8-jam2an.. belum lagi kalo piket nyuci peralatan bekas masak...trus abis itu ke kampus dengan berbagai agenda dan baru sampe rumah malam.. waaww..besok paginya insyaallah pegel2 :D
semua rasa lelah hilang kalo berhasil membuat resep2 dengan hampir sempurna, pun teman2 saya...

ini dia hasil foto 'percobaan' 2 minggu ini..

 kerupuk rambak

keripik singkong rasa gadung 

rengginang cassava 

dadar gulung pisang coklat 

kueku fantasi buah 

 bentunya kaya jambu beneran ya :)

dadar gulung cassava 

karamel cake 

donat tape singkong 

 bika ambon

 dodol pepaya

dan yang menbahagiakan juga adalah bisa satu kelompok (16 orang) dengan orang baik2, dari yang ibu2..sampai para calon ibu yang saling mengingatkan dalam ibadah, dalam kehidupan, banyak canda, tawa, walaupun semua dilakukan saat nyuci peralatan masak atau ulen2 adonan :D
2 minggu lagi.. bismillah, semoga istiqomah sampai akhir, biar purna ilmunya.. insyaallah..

lagi sama marwan yang ikut umminya, mba vina, 
setiap hari ikut belajar tata boga jugaa :D


semoga juga bisa nyelesain proposal tesis minimal memulai biar segera selesai juga tesisnyaa..
karena bahagia itu adalah saat selesai menyelesaikan dengan baik apa yang harus diselesaikan.

~Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan.. ~

Monday, 5 November 2012

katanya..

katanya..
pilihlah suami yang baik agamanya..
bukan yang hanya mencintai kita apalagi yang kita cintai..

karena jika kita memilih karena agamanya apalagi baik akhlaqnya..
maka mencintai dan dicintai itu hanya salah satu efek positif dari ketaatannya pada Allah SWT..

salah satu. bukan satu-satunya.
karena menikah bukan hanya sekedar cinta, tapi soal membangun peradaban.

bagaimana mungkin sebauh peradaban dibangun diatas pondasi yang rapuh.
yang hanya sekedar cinta. Picisan, begitu ia bilang..

katanya..
laki-laki yang taat pada Tuhan-Nya, maka ia akan tahu bagaimana caranya mencintai Istrinya secara baik sesuai ajaran Tuhan-Nya, selamanya..
karena saat suami mencintai istrinya karena kecintaan-nya pada Tuhan-Nya, cinta itu tak kan lekang dimakan zaman..
coba tanyakan pada para laki-laki diluar sana yang menikah karena hanya mencintai pasangannya, yang mungkin hanya karena fisik atau yang melekat pada pasangannya.. 
kemungkinan besar, cintanya akan hilang seiring berjalannya waktu, bukankah kecantikan akan pudar dimakan usia?

Tapi apa mungkin menikah tanpa saling mencintai?
mungkin, jawabnya.. asal mau diperjuangkan..
karena cinta yang hadir sebelum aqad pernikahan itu, bukan cinta dari Allah..
jadi kelolalah.. dengan Ibadah2 terbaik, agar cinta itu betul2 hadir setelah mitsaqon gholizon  itu diucapakan dihadapan Allah SWT, saat arsy berguncang dan para Malaikat ikut mendoakan.

Sesuai janji Allah, ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untuk kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaj (pasangan hidup), supaya kalian ber-sakinah (tentram) kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Q.S. Ar-Ruum : 21)

Allah akan memberikan kado pernikahan berupa sakinah ma waddah wa rohmah kepada kedua mempelai yang sudah melakukan ijab qabul. Berarti rasa cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya baru akan ada setelah pernikahan itu terlaksana.

Dan itu akan terjadi ketika proses sebelum menikah, saat menikah (walimat ursy), dan setelah menikah dilakukan dengan cara yang Allah ridhoi. Dan yang lebih harus dipastikan adalah bagaimana meluruskan niat bahwa pernikahan itu adalah ibadah, hanya kepada Allah SWT..Insyaallah.

Jadi berjuanglah...

begitu katanya, suatu hari saat menunggu senja.

Saturday, 20 October 2012

inilah alasanku.

hanya berusaha melibatkan Allah dalam setiap keputusan,
sehingga apapun yang terjadi, biarlah itu menjadi keputusan Allah..
Bukankah hanya Allah yang tahu apa yang terbaik utk hamba-Nya?

Melibatkan Allah dalam setiap keputusan,
Dalam niat, ikhtiar, do'a, harap, dan tawakkal..
semoga menjadi barokah dunia-akhirat untuk semuanya, selamanya..

"intervensi dalam do'a bukan berarti tidak meminta Allah untuk bercampur tangan.. sehingga apapun yang akan terjadi nanti, hanya ikhlas yg bisa dirasakan karena sebuah keyakinan bahwa campur tangan dan keputusan Allah itu adalah yang terbaik, untuk semua"

Wednesday, 3 October 2012

PANGSIT


Ini adalah salah satu makan favorit keluarga sayaa :) Pangsit basah (kuah). Rasa kuahnya yang gurih, hangat dengan pangsit yang lembut isi wortel, jamur, dan ayam, inshaallah pas utk pemenuhan nutrisi dan rasa. Gara2 ikut kajian nutrisi dan gizi jadi setiap makan diamati dulu uda ada semua belum ya kelengkapan nutrisinya??haha :D misalnya nih, di pangsit basah ini:
1. karbohidrat ada di pangsitnya karena terbuat dari tepung . bahkan bisa juga di tambah bihun beras/ jagung/ atau mungkin mie kuning dalam penyajian. recomended: bihun aja lebih sehat :)
2. vitamin: ada di sayuran seperti wortel, jamur, seledri, daun bawang, bawang putih
3. Protein: ada di ayam baik kaldunya ataupun diisian pangsitnya
4. lemak: ayam juga ada lemaknya juga kan?? hehe, kata dr.spesialis gizi, lemak juga dibutuhkan bagi tubuh utk ngiket protein biar bisa keserap tubuh :D jgn gara2 diet gak makan lemak sama sekali yaa.. mungkin dibatasi aja
5. mineral: ada di kuahnya, kan pake air :D 

Pangsit basah ini jadi favorit keluarga, karena jarang ada di rumahh..hehe. Percaya deh, gak semua pasar ada yang jual kulit pangsitnya..kalo kulit pangsitnya bikin sendiri kayanya gak pas gitu.. Oya, Kalo saya liat sih, sebenarnya kenapa menu ini jadi favorit bukan karena kandungan nutrisi nya :D 
Tapi lebih bagaimana menu ini bisa hadir di rumah. dari pencarian bahan baku utama nya (kulit pangsit) yang gak mudah, moment yang terekam waktu makan menu ini, misalnya siang di hari minggu dimana seluruh keluarga lengkap ada di rumah dan makan dalam keadaan rileks, dan tidak mudah mencari menu ini seperti mencari mie ayam yang bertaburan dimana saja dan kapan saja. mungkin di solo ini gak ada yang jual :) jadi..harus bikin sendiri.
Bisa dismpulkan, bahwa makanan favorit keluarga adalah tidak sekedar makanan itu enak atau tidak tapi lebih kepada ada cinta atau tidak dalam menyajikan makanan itu dirumah :) "kesan itu lebih mahal dari apapun".
Yuukkk mari kualitaskan waktu bersama keluargaa ~~ (^o^)~~

Oya, ini resepnya:
bahan kulit pangsit:
kulit pangsit 1/4 kg (isi sekitar 35-40 lembar)
Ayam bagian dada (direbus, kuahnya utk kaldu, dagingnya di suwir2 utk isi)
wortel 1 buah iriskecil kotak2
jamur tiram 2 ons di suwir kecil
daun bawang  iris2
bawang bombay1 (iris)
bawang putih 3 (cincanG)
lada bubuk, garam, gula

bahan kuah:
air secukupnya (sekitar 2-3 liter)
bawang bombay 1 (iris)
bawang putih 4 (cincang)
bubuk pala
lada bubuk
jahe
sereh
seledri iris2
garam
gula

cara buat

Isian pangsit:
bawang putih, bawang bombay ditumis, masukan ayam, wortel, jamur, kasih air dikit biar wortelnya lunak, tambahkan lada, garam, gula, daun bawang dan masak samapi empuk dan airnya habis (biar agak kering). *ini penting karena kalo isiannya masih terlalu basah, pas diisi ke kulit pangsit bs cepet robek kulitnyaaa :D wortelnya jug jangan kebanyakan nnt bisa pacah kulitnya pas direbus
kalo isiannya uda jadi, tingal di masukan ke kulit pangsit dan bentuk segita atau sesuai selera :) oya, direbusnya nnt aja pas kuahnya uda siap dan uda mau disajiin (jadi dadakan gitu pas mau makan) biar fresh dan gak 'mendedek'.

Kuah
 jahe, sereh, bawang bombay dan bawang putih ditumis, masukan kaldu ayam, tambahkan garam gula, lada, sampai mendidih baru masukan selderi.

Penyajian:
bisa ditambahkan mie/bihun rebus, taruh pangsit diatasnya, taburkan dengan kuah dan bawang goreng :)

happy cooking, selamat mencoba ^^

ps:*sebenernya bikin kulit pangsit itu gampang bahannya, tapi pernah nyoba sekali bikin kulit pangsit sendiri..tapi kacau :) mungkin karena gak ada cetakan cistik (gilingan) dan kalo ngegiling manual pake botol, gak pas ketebelannya..