Thursday, 18 July 2013

Istiqomah

serial ramadhan 8

  terkadang niat istiqomah blogging diuji dgn capabilitas laptop yg hrs direinstal dan koneksi jaringan yg semakin melambat. kali ini posting gambar aja.. just info, gambar ini saya yg design dan edit2 sendiri :D

satu gambar yg mewakili banyak makna..

#oven selesai, #baterai laptop lowbat, #yang ngetik juga lowbat, #tanda-tanda alam ~> happy night all :)

Tuesday, 16 July 2013

sahur berkebun dan cendol

serial ramadhan 7
 
Waktu kecil saya tidak suka sayur, dan itu merupakan hal yang sangat wajar bg anak2, tapi suatu hari sekitar kelas 2 SD saya melihat ibu saya makan daun singkong dan mendengar bunyi krenyes2.. Dalam pikiran saya waktu itu, itu adalah sesuatu yang sangat sensasional dan menarik. Saya mulai mencobanya, dan ternyata enak :,). Akhirnya sampai sekarang makanan kesukaan saya ya sayur, apapun sayur itu..

Ramadhan ini, kalau buka puasa biasanya saya yang masak dan ibu saya masak untuk sahur, itu artinya saya hanya memasak untuk porsi buka puasa, kadang agak dilebihin untuk beberapa menu biar bisa buat sahur sekalian. Tapi kan untuk sayuran kadang tidak bisa direcycle sementara menurut saya, justru sahur itu yang harusnya lengkap nutrisinya. Tapi siapa juga kan yang sanggup masak jam2 malam? Makanya, untuk sahur biasanya menu nya silmpe.

Termasuk sahur drmah saya. Kadang ibu saya hanya merebus daun hijau kadang daun bayung, daun singkong, atau daun2 yang lain, dan lauknya tinggal goreng sisa buka puasa semalam. Tapi bagi saya daun yang ibu saya rebus tidak hanya sekedar daun. Karena daun-daun itu adalah daun yang ibu saya tanam. Saya baru memahami betul2 kalau ibu saya suka berkebun sejak tinggal di solo 3 tahun ini. Sebelumnya, ibu saya sibuk kerja dan di jakarta juga ga ada tanah lapang. hehe.. Kalopun di depan rumah ada tanah sedikit, itu sudah penuh pohon anggur dan pot. jadi tidak terlihat sebagai kebun bagi saya..

Akhirnya hobi berkebun ibu saya tercapai di solo karena ada tanahnya bapak walaupun tidak luas, tapi isi kebunnya hampir lengkap. Sebenernya ada 2 pohon mangga besar peninggalan mbah saya, tapi ditebang sama saudara saya dan waktu itu kita sangat sedih dengan kejadian itu. Tapi ada hikmahnya, semenjak kejadian itu, tanah kosong yang tadinya hanay berisi ilalang dan 'tempat sampah' tetangga saya karena kanan kirinya rumah warga, sekarang berubah jadi taman kebun... 

Hampir setiap minggu saya antar ibu saya membeli bibit pohon buah, dai nangka, mangga, belimbing, jeruk berbagai macam jenis, kdondong, pohon salam, jambu, sampe duren sudah ditanam disekililing kebun. Kata ibu saya nanti berbuah nya beberapa tahun lagi untuk cucu2nya kalo ke solo.. *terharu :'(

Dibagian tengah kebun ditanam pepohonan yang tidak permanen, mislanya kacang, jagung, kenikir, singkong, kangkung, cabai, kemangi, pisang, beberapa bumbu dapur, dan tanaman bunga. Jadi kalau musim hujan, warnanya hijau dan merah karena banyak bunga nya. Tapi kalau jarang hujan, siap2 mompa air dan nyiramin bolak balik. Try it, pegel banget :D

Tapi yang paling menyedihkan adalah kalau kambing, anjing atau ayam  tetangga pada masuk..makanin daunnya, atau buang kotoran sesukanya, atau ngeker2 dan makanin bibit kacang. Padahal ngecangkul dan ngebersihinnya kan lumayan.. belum lagi orang lewat yang suka buang sampah palstik..sebelllll. Jarak kebun dari rumah lumayan jauh sekitar 30-40 meter jadi ga ada yang memantau. Terus akhirnya, dipagar kawat sama ibu saya jadi tetap terlihat jadi pemandangan tapi hewan2 ga bisa masuk. 

Pernah suatu hari pas ibu saya ke jakarta, saya ke kebun untuk mengambil bebrapa sayur dan kemangi. saya kaget karena ada 2 nenek2 yang satu diluar dan yang satu didalam. bayangkan, kebun itu ada pagar tembok dan pagar kawatnya yang digembok biar kambing ga bisa nerobos masuk, tapi kenapa mbah2 itu bisa masuk? loncat? subhanallah.. kemudian saya bukakan gembok dan saya persilahkan masuk.. dan saya persilahkan untuk memetik apapun yang mereka inginkan. Ibu saya sering cerita, kalau dia lagi dikebun akan mempersilahkan tetangganya untuk masuk dan memetik.. agar tidak mengambil diam2, walaupun saya bilang, alhmadullilah gpp karena itu sedekah kata Allah.

"Tidaklah seorang Muslim menanam pohon kecuali buah yang dimakannya menjadi sedekah, yang dicuri sedekah, yang dimakan binatang buas adalah sedekah, yang dimakan burung adalah sedekah, dan tidak diambil seseorang kecuali menjadi sedekah." (HR Muslim dan Ahmad). Dalam hadis lain disebutkan: "Barang siapa yang menghidupkan lahan mati, baginya pahala. Dan semua yang dimakan burung dan binatang menjadi sedekah baginya." (HR An-Nasai, Ibnu Hibban dan Ahmad). 

 Semenjak ibu saya suka berkebun dan menghasilkan, maka semenjak itulah saya lebih sering makan sayur pakai nasi, bukan nasi pakai sayur. Dan kebun itu kadang menjdi tempat objek fotografi saya karena bnayk spot2 bagus juga. Menurut saya, ada taman kebun ditengah pemukiman itu, seperti menemukan oase di gurun pasir. lebay haha. 

Belum lama saya tahu ada komunitas berkebun diberbagai kota di Indonesia, dan itu membuat saya semakin appreciate. walaupun saya jarang terlibat dalam berkebun, tapi saya senang aja kalo ada komunitas seperti itu. menurut saya itu solusi konkrit dari global warming dan climate change dibanding cuma ngubek2 regulasi aja. hehe Kalau ibu saya bisa twitteran dan facebookan, pasti makin seneng, tapi disuruh bawa hp aja ga mau :D

Dan yang membuat saya semakin appreciate adalah, semenjak saya sering kepasar dan semenjak saya tahu bahwa harga-harga semakin ga bersahabat. Wortel yang biasanya sekilo 5 ribu, kemarin saya beli 1 buah harganya 2ribu :'( sedihh. cabe, bawang, dan semuanya naik 100%. Alhamdullilah sayur tinggal metik, jadi anggaran beli sayur bisa ke alokasi buat beli bumbu atau lauk..Belum lagi kalo beli makanan jadi di pasra, kita juga ga tau kan asal mula pembuatannya gimana, yang sering saya lihat, ada ati ayam atau ayam yang sudah dibumbu atau digoreng 1/2 matang tinggal diolah. but we dont know, itu ayam yang dipakai ayam segara atau bukan atau bumbu yang digunakan savety atau enggak. saya juga lihat cendol warna hijau nya luar biasa menyilaukan ampe ga berani beli.. walaupun kalau beli es cendol ya kemakan juga..haha.. tapi kan kalau kita yang masak atau buat pakai bahan yang kita aja ragu, masaknya juga jadi ragu, dan hasil masaknnya kemungkinan meragukan.heehe

ada pohon suji depan rumah, tiba2 pengen nyona bikin cendol sendiri pake daun suji. pasti rasanya fresh daun dan ternyata benarrr..walaupun pas nyetaknya lumayan ribet tapi ga begitu kecewa sama hasilnya :) (sebenernya agak kurang tanak, maklum baru pertama kali bikin,hehe)

ini bahannya: 
tepung beras 100 gr
tepung kani 30 gr
daun suji 5-7  lembar (diblender dan saring airnya)
air 400 ml
garam sejumput
es batu dan air untuk bawah cetakan

cara:
-rebus air 300 ml yang sudah dicampur perasan suji sampai mendidih
- masukan larutan tepung beras dan kanji dengan 100 ml air
- aduk aduk samapi matang dan pastikan tanak seperti bubur sumsum
- angkat dan cetak dengan cetakan cendol yang bawahnya dikasih air dan es batu. karena saya ga punya jadi pakai tirisan serok menggoreng ditekan dengan sendok.

Alhamdullilah jadi walaupun ga sekenyal cendol dipasar, tapi aromanya aroma kebun, lebih sehat dan jadinya banyakkk.. :) bisa buat stok kulkas utk besok buka puasa. hemat. hehe



kembali

serial ramadhan 6

"Cinta akan kembali kepada cinta sebagaimana tanah akan kembali kepada tanah"

Monday, 15 July 2013

telur Buka puasa :D

serial Ramadhan 5

Ada tradisi menarik di masjid dekat rumah saya, setiap hari warga bergantian menyiapkan makanan berbuka puasa untuk jamaah di masjid. Dan jamaah di masjid itu adalah ya warga itu sendiri :) Ini namanya pahala sharing,“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga” (HR. Tirmidzi) Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.


Sesuatu yang jarang saya lihat, selama bulan ramadhan hampir 1 kampung berbuka puasa bersama, dari mbah2, bapak2, ibu2, sampai anak2. biasanya kan cuma bapak2 aja..heheSiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.

Tapi saya cukup jarang ikut buka puasa di masjid, paling cuma beberapa kali aja, karena seringnya ada agenda buka puasa diluar atau ya karena pengen buka puasa dirumah :D Dan hari ini alhamdullilah saya berbuka puasa ditelatar masjid sama tetangga2, seru :) hari ini juga jadwal ibu dan bude saya menyediakan hidangan buka puasa. Bude dan Ibu saya bagian membuat makanan inti, dan saya membuat makanan pembuka: Puding telur ceplok. Pasti seru, karena puding ini belum tenar di dunia nyata. hehe.. masih rame di dunia maya, di grup NCC nya ibu2 :D

Dan ternyata benarrr.. saya yang duduk diantara anak2 TPA dan ibu2 nahan2 senyum pas melihat ekspresi dan mendengar komentar tentang si puding itu :D that's my point. sengaja bikin puding telor ceplok biar jadi menu surpriseee hehehe, membahagiakan itu sederhana, sebagaimana sederhananya bahagia :) <~ mereka ga tau kalo yang buat itu adalah saya, rahasia. hehehe Paling lucu adalah pas ngeliat ibu2, ngeliatin itu puding dengan seksama dari depan, belakang, samping. dicium aromanya, dan ekspresi saat merasakan. sebenernya rasanya biasa aja, cuma susu vanila dengan paduan jeruk, tapi mungkin karena baru melihat, jadi unik kali yaa.. Alhamdullilah, bersyukur atas segala nikmat.

Yang mau membuat ta'jil banyak, puding telor ceplok ini recomended. Rasanya ringan, segar, bentuknya unik, sehat, buatnya mudah, cepat, dan hemat (ini point paling penting hehehe).

ini resepnya Untuk 125 buah dngan cetakan diamter sekitar 8 cm,
Agar-agar putih 8 bungkus @2.200=  17.600
SKM putih 1 kaleng = 8.000
gula 1/2 kg = 6500
cetakan puding besar = 6000
cetakan puding kecil = 5000
garam 1/2 sdt -ada di dapur
essence vanila -ada dikulkas :D
sirup orange - ada dikulkas juga :D
Total sekitar  45.000 IDR, tapi jadinya 125 buah, berarti 1 puding sekitar 400 IDR (Hemat dan sehat kan..)

Cara:
- buat kuning telur: 2 bungkus agar2, gula 10 sendok, dan air 10 gelas dimasak hingga mendidih,angkat  kemudian diamkan sebentar dan  tambahkan sirup orange 1/2 gelas, cetak ke cetakan puding kecil dan biarkan mengeras. 
- Buat putih telur: 6 bungkus agar2, air 30 gelas, gula 30 sendok, garam 1/2 sdt, masak sampai mendidih (sekitar 30 menit), angkat,  diamkan sebentar, tambahkan vanila essence dan susu Kental manis, aduk rata, cetak ke cetakan yang besar (jangan terlalu penuh) >>PEnting: Susu kental Manis jangan dimasak, karena nnt pecah dan gizinya rusak.
- Terakhir, pas putih telur 1/4 beku, masukan kuning telur posisi terbalik agar agak muncul kepermukaan. jika bagian atas tidak begitu rapih, bisa ditambahkan lagi sedikit putih telur biar permukaannya rapih.

nb: harus gerak cepat karena cepet banget bekunya, alhamdullilah tadi ada yang bantuin, jadi ga begitu repot.


Selamat mencoba, 
happy healthy cooking :)

Saturday, 13 July 2013

Ilmu itu menenangkan

Serial Ramadhan 4

Kali ini postingan blog saya agak OOT. hehehe baru tau belum lama, kalau kepanjangan OOT itu Out Of The Topic :D Baru kali ini kayanya saya menulis tentang ekonomi syariah, ga begitu paham sebenernya tapi ga tau kenapa setiap dijelasin tentang tema ini selalu menarik hati :,). dijelasin loh ya bukan membaca..hehehe. soalnya kalo membaca buku-buku atau artikel ilmiah itu sesuatu yang tidak begitu menyenangkan bagi saya, tapi kalo diceritain apa isi buku2 itu, itu adalah hal yang paling menyenangkan menurut saya..hehehe

Tadi pas sahur sambil liat TVOne dan yang jadi narasumber Pak M. Syafii Antonio, pakar islamic finance di Indonesia. Beliau cerita insyaallah akan menghadiri undangan dari Oxford University untuk menjelaskan mengapa ekonomi syariah tetap stabil waktu terjadi resesi ekonomi beberapa tahun yang lalu dan banyak negara-negara di eropa  yang terpuruk karena terkena imbasnya. Mereka tertarik untuk meneliti itu lebih lanjut yang nantinya dimungkinkan untuk diterapkan dalam perekonomina di negara-negara eropa. 

Secara sederhana, ekonomi syariah itu adalah profit sharing and risk sharing. Keutungan dan kerugian dibagi bersama sehingga jauh dari ketamakan. Misalnya, Banyak perusahaan besar dengan omset triliyunan, karena CEO nya yang tamak, hanya menguntungkan dirinya sendiri. Penjelasannya saya agak lupa~ Jadi kalau tetap menganut ekonomi kapitalis, seolah-olah semua orang terpacu karena uang dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Gak akan adil dan pasti tidak membuat nyaman.

Kata pak syafii, yang tahu siapa kita itu kan yang menciptakan kita. maka apa yang sudah Allah berikan untuk panduan, laksanakanlah..karena tidak mungkin Allah membuat aturan yang akan mencelakakan ciptaannya. Jadi jangan ikuti aturan kapitalis nya manusia (yahudi) karena itu hanya menguntungkan mereka. Dan sudah banyak buktinya..

Tapi ya..kuliah islamic finance nya pak syafii tidak begitu saya tangkap secara syumul karena durasi saya nonton cuma 15 menit habis itu sudah siap2 subuh.. Yang sangat saya tangkap adalah, idealnya, semakin berilmu seseorang maka semakin berimanlah orang itu. Iman yang melahirkan kebijaksanaan.. dan Ilmu yang melahirkan kebermanfaatan untuk bantak orang.

Jadi mikir kenapa kuliah di Fakultas Hukum ~.~ dulu waktu S1 semester awal ada adik tingkat yang mau pindah jurusan ke Fak Kedokteran (ikut SPMB lagi) karena dia diberitahu guru ngajinya kalau kuliah di fakultas hukum itu Thoghut- Haram, hmm..mempelajari hukum2 yang dibuat manusia, bukan hukum yang dibuat Allah.. dan waktu itu saya berfikir..helloooo kita kan hidup di Indonesia bersama manusia jadi wajarlah kalo harus ada aturan antar sesama manusia.. 

Tapi lama kelamaan, semakin belajar, ya semakin mikir. iya juga ya, kalo kita terus berkutat dengan hukum-hukum manusia, semua saling merasa argumen nya adalah yang paling benar, ya gak akan klop. Susah untuk mencapai titik kesepakatan tentang keadilan. Lah, keadilan aja banyak pengertiannya menurut banyak pakar.

Pernah kepikiran kalo kuliah dijurusan-jurusan teknis dan skill akan lebih bermanfaat. misalnya mipa, teknik, atau bahkan tata boga. Karena disana belajar ilmu-ilmu Allah, bisa semakin takjub dengan penciptaan Allah gara2 memahami proses metamorfosis kupu2 dengan detail, bahkan kalau kuliah teknis bisa punya skill dan itu bisa bermanfaat langsung ke masyarakat, minimal bermanfaat untuk diri sendiri. Atau kalau pun kuliah sosial misalnya ekonomi bisa mendalami ekonomi islam secara langsung dan sudah banyak diterapkan pula dalam kehidupan masyarakat dunia.. 

Kalau kuliah di fakultas hukum, hukum pidana perdatanya pakai kitab buatan Belanda.. hukum tata negaranya banyak mengacu ke eropa juga :( ribeetttt. tapi ya, banyak juga teman saya yang sekarang jadi hakim atau jaksa, dan mereka orang baik. Acuan mereka ya UU atau KUHP/KUHPdt karena itu aturannya. Tapi ya juga ada pengadilan agama untuk mengadili kasus2 perdata Islam seperti cerai, waris, dll.  Tapi saya berdoa, dan saya yakin teman2 saya orang baik yang berusaha menghadirkan keadilan seadil-adilnya.

Sebenernya ada sih mata kuliah hukum Islam.. ada perdata Islam untuk waris, cerai, pernah juga belajar tentang qishos untuk pidana Islam..atau belajar konstitusi Madinah zaman Rasulluloh. tapi percayalah, saya lupa. dan saat itu tidak begitu tertarik mendalami itu, dan sepertinya sampai sekarang.. Tapi enggak juga sih, dulu saya pernah tertarik belajar tata negara Islam di buku al hakam as-sutthoniyah. Tapi pas nyari buku nya ga ketemu2 terus jadi lupa mau ngelanjutin.. Dan Tapi lagi..sebenrnya di fakultas saya cukup terbuka dengan kajian-kajian hukum Islam tapi belum banyak pakarnya..jadi..ya gitu deh..hehe

Terus, gimana nih ya, konsentrasi hukum saya lebih ke tata negara, skripsi saya membahas legislasi, tesis saya (insyaallah harus segera selesai) juga membahas tentang legislasi. Atau kuliah lagi ambil MIPA aja? well, itu lebih ga mungkin, untuk berhitung cepat saja saya sulit. haha :D 

ALhamdullilah, tiba2 ingat: wasaton, pertengahan ~> ; saya ingat dulu pas ikut pelatihan kepemimpinan, kata ustadz nya, Bagaimana meng-create hukum hukum Allah kedalam sebuah aturan-aturan praktis misalnya UU atau peraturan-peraturan yang lain. Dengan bahasa kaumnya, tapi substansi nya Al-Qur'an dan Hadist. Dan itu sepertinya yang diterapkan presiden Erdogan di turki. Islam itu kan Rahmatan lil Alamin.. :) Subhanallah ya.. Jadi gapapa kan ya kuliah di Fakultas hukum? and then, apa lebih baik S3 juga ya, konsentarsi ke tata negara islam?? Please, Tesis nya selesain dulu aja Ok (ngomong sendiri..*nyengir)

Memang Islam itu agama yang damai dan menenangkan.. saya sangat sepakat dengan apa yang dikatakan Pak syafii, "karena tidak mungkin Allah membuat aturan yang akan mencelakakan ciptaannya". termasuk qur'an surat Ar Rum ayat 21:  “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

Kata ustadzah yang dulu pernah mengisi suatu kajian, sebut saja namanya bu Endang Widiastuti, "Allah akan memberikan kado pernikahan berupa sakinah (ketenangan) ma waddah (Cinta) wa rohmah (kasih sayang) kepada kedua mempelai yang sudah melakukan ijab qabul (Dia menciptakan untukmu istri-istri) <~ tuhkan jelas, setelah jadi istri. Berarti rasa cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya baru akan ada setelah pernikahan itu terlaksana. Dan itu akan terjadi ketika proses sebelum menikah, saat menikah (walimat ursy), dan setelah menikah dilakukan dengan cara yang Allah ridhoi. Dan yang lebih harus dipastikan adalah bagaimana meluruskan niat bahwa pernikahan itu adalah ibadah, hanya kepada Allah SWT.

Jadi wajar kan, Kalo mencintai orang yang dinikahi itu kewajiban. Dan kalau menikahi orang yang dicintai, mending jangan aja.. bukan berarti ga boleh nikah sama orang yang 'dicintai' tadi loh ya..tapi lebih baik,  jangan mencintai dulu sebelum nikah :D Kan emang ga ada pengertian yang 'sah' tentang cinta sebelum nikah kan.. Cinta sebelum nikah malah bikin ga tenang karena itu bukan aturan Allah. So, it just management of love :) Yakin aja sama janji-Nya Allah, kalo jodoh pasti ketemu, nanti Allah yang mempertemukan dengan cara terbaiknya. Jadi cinta nya sama Allah dulu aja, kan kalau Allah sayang sama hamba-Nya pastilah Ia akan memanage langsung semua urusan-urusan salah satunya urusan jodoh-perjodohan..hehe, Insyaallah. 

Kalaupun sudah terlanjur 'cinta'? ya minta maaf sama Allah, bersihkan hati, perbaiki cara, dan tawakkal :) Alhamdullilah kan masih diberi kesempatan 'memperbaiki'. Yang pasti Allah itu sesuai prasangka hambanya, maka berprasangka baiklah dengan segala ketetapan-Nya.

*Paragraph2 terakhir ga jadi OOT karena seringnya blog ini isinya ya ga jauh2 dari tema seperti paragraph diatas. hehe.. Okee, Lets enjoy our ramadhan :) Time for Dhuha..

Ilmu itu menenangkan, ilmu yang memberikan panduan pada kita mana yang benar mana yang salah, mana yang harus kita lakukan mana yang tidak boleh dilakukan, Ilmu yang fitrah untuk semua makhluk, ilmu yang mendekatkan pada keadilan menempatkan semuanya sesuai pada tempatnya, Ilmu yang mendekatkan hamba dengan Tuhan-nya, Ilmu yang menambah keimanan, Ilmu yang memberikan kemanfaatan, Ilmu yang memberikan kekuatan untuk bersabar, Ilmu yang memudahkan menangkap sebuah hikmah dari setiap kejadian,  Ilmu yang menambah kebijaksanaan sebuah kepribadian..

Solo, Ramadhan hari ke-4
semakin yakin akan janji-Nya.